Menambahkan Virtual Hardisk pada Virtual Mesin tanpa harus melakukan Restart VM

Pada edisi PC Plus kali ini penulis ingin melanjutkan artikel tentang virtual Hardisk pada Hyper-V, jika pada edisi sebelumnya penulis membahas bagaimana melakukan perubahan kapasitas hardisk baik itu mengurangi atau menambah kapasitas hardisk maka kali ini saya akan membahas bagimana menambahkan sebuah hardisk baru pada vitual mesin yang terdapat pada Hyper-V tanpa harus melakukan restart atau shutdown terhadap virtual mesin tersebut.

Karena kebutuhan sangat mendadak kita diharuskan menambahkan sebuah hardisk ke dalam sebuah virtual mesin, karena virtual mesin tersebut merupakan sebuah virtual mesin yang sudah production maka virtual mesin tidak boleh dimatikan baik di restart ataupun di shutdown. Bagiamana untuk melakukan hal tersebut? jawabanya adalah dengan menambahkan hardisk baru dengan kontroler SCSI.. Kebetulan kasus ini juga pernah penulis alami sendiri pada keseharian saya sebagai data center engineer dan kebetulan juga kasus seperti ini muncul pada ujian sertifikasi Microsoft Winodws Server 2008 R2, Server Virtualization.

Berikut langkah-langkah untuk menambahkan sebuah hardisk pada hyper-v dengan kontroler SCSI :

1. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah membuat virtual hardisk terlebih dahulu. Untuk membuat virtual hardisk bukan Hyper-V manager, dari Start - Administrative ToolHyper-V Manager.

2. Pada Hyper-v Manager pilih menu Action – kemudian pilih Hard Disk…

Gambar1

Gambar1

3. Muncul halaman Before you begin klik Next saja.

4. Pada halaman Choose Disk Type pilih Dynamically expanding lalu klik tombol Next.

Terdapat tiga pilihan tipe hardisk yang dapat anda gunakan di sini :

- Fixed size : tipe disk ini memberikan performance yang paling bagus di antara tiga pilihan yang ada, tipe disk ini biasa digunakan untuk server yang menjalankan aplikasi yang mepunyai aktifitas disk cukup tinggi. Dan file .vhd yang tercipta besarnya sesuai dengan kapasitas disk yang kita alokasikan, semisal kita mengalokasikan 100GB maka file .vhdnya juga sebesar 100GB meskipun total file di dalamnya cuma 15 GB, jadi jika terdapat perubahan besar kecilnya data pada pada virtual hardisk tersebut maka tidak akan mempengaruhi besarnya file .vhdnya.

- Dynamically expanding : tipe disk yang paling banyak di gunakan dan merupakan pilihan default, performance dari disk ini berada di tengah-tengah di antara tipe Fixed disk dan Differencing, biasanya tipe disk ini gunakan pada server yang menjalankan aplikasi dengan aktifitas disk yang tidak terlalu tinggi. Besaran file .vhd pertama diciptakan kecil kemudian berkembang sesuai dengan jumlah data yang terdapat pada virtual hardisk tersebut. Jika anda menambah data pada virtual hardisk maka kapasitas file.vhd akan semakin membesar hal ini tidak berlaku sebaliknya, jika anda menghapus data maka file .vhd tidak sekaligus otomatis mengecil.

- Differencing : tipe disk ini memeliki performance yang paling payah dari ketiga pilihan disk di atas. Dan juga tidak di sarankan untuk menggunakan tipe disk ini pada lingkungan production. Tipe disk ini cocok di gunakan pada lingkungan lab untuk menghemat kapasitas hardisk. Dengan tipe disk ini kita bisa membuat disk master dan disk anak (parent-child relationship), dimana kita bisa membuat sebuah disk sebagai master dan disk lain sebagai disk anaknya. Disk master mempunyai kapasitas hardisk yang tetap dan perubahan kapasitas hardisk akan di simpan pada disk anak. Sebagai contoh: ketika anda harus menginstall Windows server 2008 pada 4 virtual mesin, jika pada satu mesin untuk menginstall Windows 2008 butuh kapasitas 8 GB maka jika untuk 4 virtual adalah 32 GB dan ini belum aplikasi atau role tambahan yang akan di install pada server tersebut. Tetapi dengan tipe disk differencing kapasitas hardisk yang perlukan cuma 8 GB sebagai disk master di tambah beberapa MB dikalikan 4 jika ditotal mungkin tidak sampai 10 GB tergantung role dan aplikasi yang terinstall pada virtual mesin tersebut, tentunya hal ini akan sangat menghemat kapasitas hardisk.

Gambar2

Gambar2

5. Pada halaman Specify Name and Location, tentukan nama : Data dari virtual hardisk dan dimana virtual hardisk D:\VHDData akan di simpan kemudian klik tombol Next.

Gambar3

Gambar3

6. Selanjutnya pada halaman Configure Disk tentukan besaran virtual hardisk, misal 20 GB lalu klik tombol Next.

Gambar4

Gambar4

7. Muncul halaman Summary klik tombol Finish.

8. Langkah selanjutnya adalah meng-attach virtual hardisk tersebut ke virtual mesin, pada Hyper-v Manager klik kanan pada virtual mesin yang di maksud kemudian pilih settings…. Seperti terlihat pada gambar di bawah bawa irtual mesin dalam keadaan Running.

Gambar5

Gambar5

9. Pada halaman settings pilih menu SCSI Controller kemudian pilih Hardisk kemudian klik tombol add.

Gambar6

Gambar6

10. Selanjutnya klik tombol Browse cari file vitual hardisk yang telah kita bikin sebelumnya Data.VHD, kemudian klik tombol OK.

Gambar7

Gambar7

11. Setelah virtual hardisk selesai di attach langkah selanjutnya yaitu mengecek ke dalam Virtual mesin, apakah hardisk baru yang kita tambahkan langsung otomatis di kenali oleh sistem operasi. Buka Computer Mnagement, klik kanan pada Computer pilih Manage.

12. Pada Computer management pilih menu StorageDisk management, Seperti terlihat pada gambar di bawah hardisk baru yang ditambahkan otomatis di kenali oleh sistem operasi. Pilih GPT (GUID Partition Table) klik tombol OK. Pilihan GPT di rekomendasikan untuk partisi yang berkapasitas besar di atas 2TB, hati-hati, kemungkinan partisi jenis ini tidak di kenali oleh sistem operasi windows versi lama.

Gambar8

Gambar8

13. Setelah anda memilih jenis partisi langkah selanjutnya adalah memformat hardisk tersebut agar dapat digunakan untuk menyimpan data. Klik kanan pada hardisk baru tersebut kemudian pilih New Simple Volume…

Gambar9

Gambar9

14. Muncul jendela Welcome to the New Simple Volume Wizzard langsung klik tombol Next.

15. Selanjutnya pada halaman Specify Volume Size, klik tombol Next. Karena kita hanya ingin menjadikan satu partisi.

16. Selanjutnya pada halaman Assign Drive Letter or Path klik tombol Next, membiarkan pilihan default.

17. Pada halaman Format partition, beri nama drive Volume Label : Data kemudian klik tombol Next.

Gambar10

Gambar10

18. Muncul halaman Completing the New Simple Volume Wizzard langsung klik tombol Finish.

19. Buka Windows Explorer, Drive sudah siap untuk di gunakan J

Gambar11

Gambar11

Published Tuesday, March 6, 2012 2:22 PM by Andik susilo

Comments

# Panduan Hyper-V untuk pemula

Thursday, May 31, 2012 11:23 AM by Andik Susilo Blog's

Arikel ini di tujukan kepada yang masih awam tentang Hyper-V atau ingin belajar Hyper-V. Pada arikel

# Panduan Hyper-V untuk pemula

Thursday, May 31, 2012 11:23 AM by Andik Susilo Blog's

Arikel ini di tujukan kepada yang masih awam tentang Hyper-V atau ingin belajar Hyper-V. Pada arikel

# Panduan Hyper-V untuk pemula | HDR03086

Thursday, October 25, 2012 5:48 PM by Panduan Hyper-V untuk pemula | HDR03086

Pingback from  Panduan Hyper-V untuk pemula | HDR03086

Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems