Menghemat kapasitas hardisk dengan Differencing Disk

Teknologi cloud computing identik dengan virtualisasi, dimana ada cloud computing hampir pasti disitu ada teknologi virtualisasi, tetapi virtualisasi tidak sama dengan cloud computing. Dengan adanya teknologi virtualisasi semuanya menjadi lebih mudah dan fleksibel. Oke, jika pada artikel PC Plus sebelumnya saya membahas bagaimana menambahkan sebuah hardisk pada virtual mesin tanpa harus melakukan restart, pada artikel tersebut penulis juga menjelaskan tiga tipe Disk yang ada pake Hyper-V, salah satunya Differencing Disk yang akan penulis ulas lebih lengkap pada artikel kali ini.

Tiga tipe disk pada Hyper-V :

a) Fixed size : mempunyai kinerja yang bagus, paling bagus di antara yang lainnya. Besar file .VHD sesuai dengan kapasitas yang di alokasikan, cocok untuk virtual mesin yang menjalankan aplikasi dengan aktifitas disk yang cukup tinggi.

b) Dynamically expanding : kinerja sedang, tipe disk ini yang paling banyak di gunakan dan merupakan tipe disk default, besaran file .VHD berkembang sesuai dengan data yang terdapat pada virtual mesin, biasa di gunakan pada virtual mesin yang menjalankan aplikasi dengan aktifitas disk yang sedang.

c) Differencing : mempunyai kinerja yang paling rendah di antar tipe disk yang lain, besaran file .VHD sangat ringkas karena menggunakan metode parent-child relathionship, hanya perubahan data saja yang akan di simpan, tipe disk ini tidak cocok untuk lingkungan production, lebih cocok untuk kebutuhan lab atau pelatihan.

Di sini penulis hanya akan membahas Differencing Disk karena tipe disk ini yang paling unik di antara yang lain, menurut penulis J. Dan untuk menggunakan tipe disk ini harus memperhatikan beberapa hal dan untuk konfigurasinya sedikit berbeda dengan dua tipe disk yang lain. Bagiamana menggunakan tipe Differencing dengan baik dan benar? Saya akan memnahasnya di sini, karena differencing disk menggunakan metode parent-child relathionship maka hardisk master tidak boleh mengalami perubahan, maka file .VHD nya lebih baik di set read only, apa yang akan terjadi bila disk mengalami perubahan? semua virtual mesin yang menjadi anak (child) akan rusak!, jadi selalu ingat set ke read only!. Jangan gunakan tipe disk ini untuk kebutuhan production, hanya gunakan pada lingkungan lab atau latihan.

Tipe disk ini selalu penulis gunakan pada lingkungan lab, karena pada lingkungan lab biasanya aplikasi aplikasi belum bekerja secara maksimal jadi aktifitas disk belum terlalu tinggi, selain itu juga dengan alasan untuk menghemat kapasitas hardisk. Di banding kita menggunakan tipe disk yang lain misal seperti Dynamically expanding dimana jika kita mengintall 4 virtual mesin dengan sistem operasi Windows Server 2008 R2 paling tidak kita butuh 7 GB di kalikan empat sama dengan 28 GB (4 X 7), tetapi jika kita menggunakan tipe disk differencing maka 7 GB sebagai master di tambah 4 dikalikan sekitar per virtual mesinnya 350 MB maka cuma 8,4 GB ( 7 GB (4 X 350 MB), tentu hal ini sangat menghemat sekali.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan differencing disk :

1. Buat terlebih dahulu satu virtual mesin, dan install sistem operasinya, pada gambar di bawah penulis menginstall Windows 2008 R2 versi Enterprise.

Gambar1

Gambar1

2. Buka windows Explorer kemudian masuk ke folder dimana file .VHD virtual mesin berada, file .VHD sebesar 6,758.250 KB atau setara dengan 6,8 GB. Besaran file ini yang akan kita bandingkan dengan file vitual mesin dengan menggunakan tipe disk differencing.

Gambar2

Gambar2

3. Setelah selesai menginstall sistem operasi, shutdown virtual mesin kemudian copy file .VHDnya Windows 2008 R2 Ent.vhd ke folder lain misal C:\VHDs\Base.

4. Kemudian jangan lupa untuk merubah atribut file tersebut ke Read-only, klik kanan pada file tersebut pilih Properties kemudian centang pada Read-only lalu klik tombol OK.

Perubahan attribute file ke Read-only untuk menghindari agar file tersebut tidak mengalami perubahan baik disengaja atau tidak disengaja, salah satunya tidak sengaja ter-attach ke virtual mesin, jika hal itu terjadi maka akan muncul peringatan bahwa attribute file Read-only.

Gambar3

Gambar3

5. Setelah proses di atas selesai, delete virtual mesin yang di buat sebelumnya Windows 2008 R2 Ent. Klik kanan pada virtual mesin Windows 2008 R2 Ent kemudian pilih Delete lalu OK dan OK.

6. Langkah selanjutnya membuat Virtual mesin baru yang akan menggunakan tipe disk Differencing. Untuk membuat virtual mesin baru dari Hyper-V manager pilih menu ActionNew pilih virtual machine.

7. Jika muncul halaman Before you begin klik tombol Next, selanjutnya pada halaman Specify Name and Location tentukan nama virtual mesin dan dimana file virtual mesin akan di simpan. Misal, Name : SCVMM dan Location : C\VHDs\SCVMM\ lalu klik tombol Next.

Gambar4

Gambar4

8. Muncul halaman Assign Memory, tentukan besaran memori yang akan di alokasikan Memory : 2048 MB lalu klik tombol Next.

Gambar5

Gambar5

9. Pada halaman Configure Networking pilih tipe koneksi jaringan, Connection : Internal kemudian klik tombol Next.

Gambar6

Gambar6

10. Pada halaman Connect Virtual Hardisk, pilih Attch a Virtual hard disk later, karena kita ingin menambahkan virtual disk belakangan dengan tipe differencing.

Gambar7

Gambar7

11. Muncul halaman Summary klik tombol Next.

12. Langkah Selanjutnya menambahkan virtual hardisk baru klik kanan pada virtual SCVMM mesin kemudian pilih Settings…

Gambar8

Gambar8

13. Pada menu Hardware pilih IDE Controller 0 kemudian pilih Hard Drive lalu klik Add.

Gambar9

Gambar9

14. Setelah itu muncul halaman Hard Drive klik tombol New.

Gambar10

Gambar10

15. Pada halaman Before you begin langsung klik tombol Next saja.

16. Muncul halaman Choose Disk Type, di sini bagian yang utama jangan lupa untuk memilih Differencing kemudian klik Next.

Gambar11

Gambar11

17. Pada halaman Specify Name and Location beri nama name : SCVMM virtual hardisk dan kemudian tentukan lokasi location : C:\VHDs\SCVMM dari virtual hardisk akan di simpan kemudian klik tombol Next.

Gambar12

Gambar12

18. Muncul halaman Configure Disk, tentukan lokasi file .vhd C:\VHDs\base\Windows 2008 R2 Ent.vhd masternya lalu klik tombol Next.

Gambar13

Gambar13

19. Selanjutnya akan kembali ke halaman Hard Disk kemudian klik tombol OK.

Gambar14

Gambar14

20. Selanjutnya coba jalankan virtual mesin, seperti terlihat pada gambar di bawah virtual mesin sudah berjalan, dan kita tidak perlu menginstall sistem operasinya lagi.

Gambar15

Gambar15

21. Anda juga bisa mengecek melalui Windows Explorer, seperti terlihat virtual mesin yang baru dengan sistem operasi Windows Server 2008 R2 kapasitasnya cuma sebesar 176 MB (176,750 KB) yang harusnya sekitar 6.8 GB, sangat menghemat sekali bukan… J

Gambar16

Gambar16

Published Tuesday, April 10, 2012 3:13 PM by Andik susilo

Comments

# Panduan Hyper-V untuk pemula

Thursday, May 31, 2012 11:23 AM by Andik Susilo Blog's

Arikel ini di tujukan kepada yang masih awam tentang Hyper-V atau ingin belajar Hyper-V. Pada arikel

# Panduan Hyper-V untuk pemula

Thursday, May 31, 2012 11:23 AM by Andik Susilo Blog's

Arikel ini di tujukan kepada yang masih awam tentang Hyper-V atau ingin belajar Hyper-V. Pada arikel

# Panduan Hyper-V untuk pemula | HDR03086

Thursday, October 25, 2012 5:48 PM by Panduan Hyper-V untuk pemula | HDR03086

Pingback from  Panduan Hyper-V untuk pemula | HDR03086

Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems