Snapshot adalah salah satu fitur andalan dari hyper-v, fitur ini mengijinkan anda untuk meng-capture konfigurasi hardware, state dan data pada sebuah virtual machine (VM) yang berjalan pada waktu tertentu. Dengan menggunakan Snapshot ini kita dapat mengembalikan virtual mesin dengan cepat dan mudah ke keadaan sebelumnya dimana kita telah melakukan snapshot.
Sebagai contoh, ketika anda ingin melakukan deployment sebuah aplikasi misalkan saja CRM (Customer Relationship Management), karena biasanya dalam proses deployment anda harus mencoba berbagai konfigurasi agar aplikasi dapat berjalan dengan sempurna, bisa saja aplikasi tersebut malah tidak kompatibel dengan linkungangan perusahaan, tak ingin setelah melakukan instalasi dan konfigurasi ternyata aplikasi mengalami kegagalan atau tidak dapat berjalan dengan semestinya. Karena anda tidak mempunyai backup VM atau melakukan snapshot terpaksa anda harus memulainya dari awal lagi ketika aplikasi tidak berjalan dengan baik atau gagal, itu sungguh hal yang sangat melelahkan dan membosankanbukan? misal dimana harus menginstall dan mengkonfigurasi Windows dari awal dan menambahkan role dan konfigurasinya satu persatu, untuk mengatasi hal tersebut snapshot dapat menjadi jalan keluarnya, dengan snapshot kita dapat meng-capture setiap langkah yang kita lakukan. Jadi jika terjadi sebuah kesalahan atau error, kita bisa mengembalikan posisi VM ke kadaan terakhir sebelum error, dan anda dapat menajalankan proses selanjutnya atau konfigurasi yang berbeda agar apliaksi dapat berjalan dnegan baik. karena hal itu fitur snapshot banyak di pakai pada lingkungan testing dan deployment.
Meskipun begitu bukan berarti snapshot juga tidak bisa diimplementasikan pada lingkungan production. Snapshot dapat di implementasikan pada lingkungan production tetapi ada beberpa hal hal yang harus di perhatikan, sebagain contoh anda dapat mengimplementasikan snapshot sebagai salah sau cara untuk mengembalikan ke posisi semula ketika terjadi sebuh operasi beresiko yang bisa menyebabkan error, seperti menerapkan sebuah update aplikasi pada virtual mesin.
File snapshot akan di simpan dengan ekstensi .avhd yang biasanya tersimpan pada direktori yang sama dimana virtual hardisk .vhd tersimpan. Semakin sering anda melakukan snapshot maka semakin besar juga kapasitas yang di perlukan, untuk itu jika anda mempunyai kapasitas Disk yang terbatas gunakan snapshot secara bijaksana. Peringatan, jangan menghapus file .avhd seraca langsung misal dari windows explorer, jika anda ingin menghapus .avhd sebaiknya menghapus dari Hyper-V manager pilih virtual mesin kemudian delete pada daftar snapshot yang berada pada daftar snapshot. Selain itu jika anda telah mengimplementasikan snapshot pada sebuah virtual mesin, jangan meng-expand / menambah kapasitas hardisk virtual hardisk karena hal itu bisa menyebabkan snapshot yang telah di lakukan tidak akan bisa digunakan.
Beberapa hal yang harus di perhatikan ketika ingin menggunakan snapshot :
- Penggunaaan snapshot pada virtual mesin akan mengurangi kinerja hardisk pada virtual mesin tersebut.
- Ingat, ketika anda menghapus sebuah snapshot, file .avhd tidak langsung otomatis terhapus sampai vitual mesih di shutdown atau Turn Off. Jadi jika anda mempunyai kapasitas Disk yang terbatas, dan ketika anda menghpaus file snapshot ternyata free space hard disk tidak bertambah maka shutdown virtual mesin tersebut dahulu kemudian nyalakan kembali VM kemudian cek kembali free space hardsik.
- Jangan menggunakan snapshot pada virtual mesin yang mempunyai sebuah layanan yang sensitif terhadap waktu (time-sensitive services) misalnya virtual mesin yang menjalajankan sebuah Active Directory atau Domain Controller dan atau ketika performance dari storage sangat rendah.
Berikut langkah-langkah untuk melakukan snapshot, pada contoh ini penulis ingin menunjukan, bagaimana mengembalikan VM ke posisi snapshot yang telah di lakukan, pada kasus ini pernulis telah menginstall role RDS (remote desktop services) dan Web server (IIS) pada virtual mesin, kemudian penulis melakukan snapshot, dengan harapan jika terjadi suatu hal penulis dapat kembali ke posisi ini. Selanjutnya penulis menambahkan sebuah role DHCP Server dan melakukan snapshot. Karena beberapa hal penulis terpakasa harus mengembalikan VM ke posisi semula, yaitu server telah terinstall role RDS dan IIS dan sebelum terintall DHCP Server.
1. Berikut tampilan mesih Hyper-V saya, ada 3 VM (virtual machine) RDS, SCVMM dan Windows Server 8, pada contoh ini saya hanya akan menggunakan VM RDS saja.

Gambar 1
2. Berikut tampilan Server Manager pada virtual mesin RDS, telah terinstall 2 role yaitu Remote Desktop Servuces dan Web Server (IIS).

Gambar 2
3. Kemudian penulis kembali ke Hyper-v Manager, di sini penulis akan melakukan snapshot pada VM RDS, klik Virtual Mesin RDS kemudian klik tombol Action lalu pilih Snapshot.

Gambar 3
4. Proses Snapshot berlangsung, tunggu proes sampai selesai.

Gambar 4
5. Proses Snapshot telah selesai ditunjukan dangan terdapatnya daftar snapshot pada kolom Snapshots, anda juga dapat me-rename snapshot untuk memberi keterangan pada snapshot tersebut, misal RDS & IIS Role Installed.

Gambar 5
6. Snapshot RDS & IIS Role Installed.

Gambar 6
7. Kemudian masuk lagi ke dalam virtual mesin RDS lalu tambahkan tambahkan role DHCP server.

Gambar 7
8. Tampilan Server Manager setelah DHCP server di install.

Gambar 8
9. Selanjutnya lakukan snapshot lagi pada posisi ini, langkahnya sama seperti sebelumnya.
10. Selanjutnya penulis me-rename nama snapshot menjadi add DHCP Role. Perhatikan tanda panah hijau berada di bawah snapshot Add DHCP Role.

Gambar 9
11. Karena beberapa hal, VM harus di kembalikan ke posisi semula, yaiu pada posisi hanya terintall role RDS dan IIS. Klik kanan pada Snapshot RDS & IIS Role Installed kemudian pilih Apply…

Gambar 10
12. Muncul Warning seperti pada gambar di bawah, klik tombol Apply.

Gambar 11
13. Tunggu proses sampai selesai, jika sudah selesai akan terlihat seperti pada gambar di bawah, panah hijau sudah berada di bawah snapshot RDS & IIS Role Installed.

Gambar 12
14. Untuk memastikan bahwa VM telah kembali ke posisi semula masuk ke dalam VM kemudian cek pada Server Manager, ternyata VM sudah kembali ke posisi semula hanya terintall Role Remote Desktop Services dan Web Server (IIS).

Gambar 13