Live Migration without share storage

Microsoft sepertinya serius berperang dengan VMware dengan menambahkan beberapa fitur andalan pada produk virtualisainya yaitu Hyper-V 3.0. Salah satunya yaitu Live Migration, dimana jika pada hyper-v 2.0 untuk melakukan Live Migration anda membutuhkan System Center Virtual Machine Manager (SCVMM) maka pada Hyper-V 3.0 anda bisa melakukan live migration melalui Hyper-V manager secara langsung. Live migration adalah kemampuan memindahkan sebuah virtual mesin dari satu hyper-v host server ke hyper-v host server yang lain tanpa terjadi downtime.

Live migration tanpa share storage memungkinkan anda untuk memindahkan sebuah virtual mesin beserta file-file yang terkait dari hyper-v host server (server yang terinstall Hyper-v) satu ke hyper-v host server lain dalam sebuah domain. Mungkin yang menjadi pertanyaan bagi yang masih awam pada dunia virtuliasai, kapan live migration harus di lakukan dan kenapa virtual mesin harus di pindah-pindah? Live migration bisa di lakukan ketika anda ingin melakukan maintenance hardware baik upgrade ke server baru atau juga upgrade memory atau juga storage karena server tidak boleh mati jadi harus di pindahkan ke hyper-v host server yang lain dulu, pengoptimalan resource server yang ada, misal anda mempunyai 2 hyper-v host server, pada server pertama utilisasinya sudah mencapai 80% tetapi pada server kedua utilisasi baru 30% dengan begitu anda bisa memindahkan sebagian virtual mesin yang berada pada hyper-v host pertama ke hyper-v host kedua untuk mendapatkankan performa yang maksimal dan tentunya itu semua harus tanpa terjadi downtime karena aplikasi harus tetap bisa di pakai oleh pengguna.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan live migration tanpa share storage, pada contoh ini penulis menggunakan 2 buah hyper-v host server yaitu JKTID3DEMOW801 dan JKTID3DEMOW802. Sekenarionya penulis ingin memindahkan satu virtual mesin Windows server 8 dengan IP 172.18.2.2 dari hyper-v host JKTID3DEMOW801 ke JKTID3DEMOW802, ketika proses live migration terjadi, penulis melakukan ping dengan opsi –t unuk mengetahui apakah terjadi putus koneksi ketika proses migrasi sedang terjadi.

1. Berikut tampilan Hyper-V Manager JKTID3DEMOW801.

Gambar1

Gambar1

2. Berikut tampilan Settings untuk vrtual mesin Windows server 8, perhatikan lokasi dari file .vhdx dari virtual mesin yaitu pada c:\hyper-v\windows server 8\virtual hard disks\Windows server 8.vhdx.

Gambar2

Gambar2

3. Untuk melakukan migarasi klik kanan pada virtual mesin Windows server 8 kemudian pilih Move….

Gambar3

Gambar3

4. Muncul halaman Before you begin klik tombol Next saja.

5. Muncul halaman Choose Move Type, terdapat 2 opsi pilihan, pilih opsi Move the virtual machine kemudian klik tombol Next.

a. Move the virtual machine : opsi ini untuk memindahkan virtual mesin beserta dengan file-file yang terkait ke hyper-v host yang lain.

b. Move the virtual machine’s storage : opsi ini hanya untuk memindahkan file-file virtual mesin ke lokasi share storage.

Gambar4

Gambar4

6. Pada halaman Specify Destination Computer, klik tombol Browse… kemudian muncul Select Computer ketikan JKTID3DEMOW802 lalu klik tombol Check Names, selanjutnya klik tombol OK lalu klik tombol Next. Cat : sebelumnya hyper-v host server JKTID3DEMOW802 sudah di lakukan join domain.

Gambar5

Gambar5

7. Muncul halaman Choose Move Options, terdapat 2 opsi pilihan, pilih opsi Move the virtual machine’s data to a single location kemudian klik tombol Next.

a. Move the virtual machine’s data to a single location : opsi ini akan memindahkan semua file data virtual mesin ke satu lokasi.

b. Move the virtual machine’s data by selecting where to move the items : opsi ini akan memindahkan file data virtual mesin sesuai yang anda inginkan atau telah dipilih.

c. Move only the virtual machines : opsi ini hanya akan memindahkan virtual mesin tanpa memindah virtual hardisk yang telah berada pada share storage.

Gambar6

Gambar6

8. Pada halaman Choose a new location for virtual machine, klik tombol Browse… pilih folder tujuan yang akan di pakai untuk menyimpan file-file yang berkaitan dengan virtual mesin, saya memindahkan ke folder c:\vmotion\From W801\ kemudian klik tombol Select Folder lalu klik tombol Next.

Gambar7

Gambar7

9. Pada halaman Summary atau Completing Move Wizard, akan menampilkan informasi yang telah kita pilih sebelumnya, jika sudah sesaui tinggal klik tombol Finish.

Gambar8

Gambar8

10. Proses migrasi sedang berlangsung, tunggu proses samapai selesai.

Gambar9

Gambar9

Untuk melihat sudah berapa persen prose migrasi berjalan anda bisa cek pada Hyper-v manager seperti pada gambar di bawah.

Gambar10

Gambar10

11. Jika proses migrasi sudah selesai, pindah ke hyper-v host server tujuan JKTID3DEMOW802, seperti terlihat pada gambar di bawah virtual mesin Windows server 8 terlah berhasil dipindahkan.

Gambar11

Gambar11

12. Anda juga bisa mengecek, dimana file data virtual mesin Windows server 8 yang baru, c:\vmotion\from w801\windows server 8.vhdx.

Gambar12

Gambar12

13. Berikut hasil ping 172.18.2.2 –t, seperti terlihat pada gambar di bawah hanya terjadi Request time out (RTO) selama tiga kali, jadi masih bisa di tolerir, dan user yang mengkases ke server harusnya tidak terlalu terpengeruh.

Gambar13

Gambar13

Published Wednesday, July 18, 2012 9:02 AM by Andik susilo

Comments

# re: Live Migration without share storage

Wednesday, July 18, 2012 9:56 AM by Airlangga Bhumintara Amitaba

Sip bro, aku pakai untuk training ya.... :)

# re: Live Migration without share storage

Wednesday, July 25, 2012 8:03 PM by Andik susilo

monggo om, semoga bermanfaat :)

Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems