Sesuai rencana, mulai hari ini Office 2010 Beta sudah dapat di-download untuk kalangan publik lewat situs Microsoft Download Center. Office 2010 Beta ini memiliki build number 14.0.4536.1000 dan tentunya tersedia dalam 2 cita rasa yaitu 32-bit dan 64-bit. Edisi Office yang disediakan untuk di-download oleh kalangan publik ini adalah edisi Office Professional Plus yang memuat hampir sebagian besar aplikasi utama Office yaitu Word, PowerPoint, Outlook, Excel, OneNote, Access, Publisher, InfoPath, SharePoint Workspace dan Communicator.
Yang menarik adalah Microsoft menyediakan 2 link download yang mengarah ke situs yang berbeda, yaitu link untuk kalangan Developer dan link untuk kalangan IT Pro.
Penasaran untuk mencoba ? Silakan segera mendownloadnya dari situs Microsoft Download Center lewat link berikut ini:
http://www.microsoft.com/office/2010/en/download-office-professional-plus/default.aspx
Paket aplikasi Office 2010 Beta dan Office Web Applications Beta akhirnya sudah dapat di-download walaupun masih untuk kalangan terbatas yaitu bagi para pelanggan Technet atau MSDN. Versi beta terbaru dari Office ini juga sudah tersedia di situs Microsoft Connect dan dapat didownload bagi yang sudah mendaftar sebelumnya dan sudah mendapatkan invitation.
Untuk kalangan publik, versi beta ini juga tentunya akan segera tersedia. Hal ini sudah terlihat dari berubahnya tampilan situs http://officebeta.microsoft.com/en-us/ yang kini sudah menampilkan link yang mengarah ke halaman download, hanya saja tentunya link tersebut belum aktif sepenuhnya. Dan seperti halnya versi Technical Preview-nya, versi Beta ini juga tentunya tersedia dalam dua cita rasa, yaitu 32-bit dan 64-bit.
Links:
http://officebeta.microsoft.com/en-us/
http://connect.microsoft.com/
https://technet.microsoft.com/en-us/subscriptions/downloads/default.aspx
https://msdn.microsoft.com/en-us/subscriptions/securedownloads/default.aspx
Bagi para pengguna program Windows Live Writer (WLW), seting awal saat pertama kali menjalankan WLW tersebut cukup menyita waktu, apalagi jika kita harus melakukan seting pada banyak blog yang kita miliki. Jika suatu saat kita melakukan install ulang komputer ataupun bermaksud untuk menggunakan WLW tersebut di komputer yang lain, maka kita harus melakukan semua seting tersebut dari awal lagi. Solusinya agar kita tidak perlu melakukan seting ulang tersebut adalah menggunakan sebuah tool kecil yang bernama Windows Live Writer Backup (WLW Backup). Tool ini akan membackup seting WLW, plugin yang terpasang serta arsip posting ataupun posting yang masih berupa draft di komputer kita.
WLW Backup dirilis secara gratis pada komunitas OpenSource Microsoft yaitu CodePlex. Ukuran filenya hanya sekitar 600 KB dan dapat di-download pada situs resminya di alamat:
http://wlwbackup.codeplex.com/. Versi terakhirnya adalah versi 3.0.0.5 yang sudah merupakan versi final.
WLW Backup ini membutuhkan .NET Framework 3.5 SP1 dan dapat dijalankan pada Vista atau Windows 7, baik pada platform 32-bit maupun 64-bit. Cara penggunaannya sendiri sangat mudah. Setelah kita download, jalankan file instalasinya lalu jalankan programnya. Interfacenya sangat sederhana seperti tampak pada gambar berikut ini.
Berikutnya tinggal mengatur komponen apa saja yang akan dibackup dengan meng-klik pada bagian Settings, Posts dan Plugins. Setelah selesai, tinggal klik pada tombol Backup lalu tentukan dimana kita akan menyimpan file hasil backup tersebut dan proses backup akan dijalankan hingga selesai.
Untuk merestore file backup tersebut, tentunya tinggal klik pada tombol Restore, pilih lokasi tempat file backup berada dan proses Restore akan dijalankan hingga selesai. Jangan lupa untuk meng-install terlebih dahulu program WLW-nya sebelum melakukan proses restore ini.
Dan sebetulnya tanpa menggunakan WLW Backup pun kita masih dapat melakukan proses backup dan restore yaitu dengan menggunakan fitur Windows Easy Transfer yang terdapat pada Vista dan Windows 7, namun tool ini jelas lebih efisien jika kita hanya membutuhkan backup dan restore untuk program WLW saja.
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Automatic Hyphenation adalah fitur pada aplikasi Word yang berfungsi untuk memangkas atau memotong suatu kata yang terlalu panjang di akhir baris secara otomatis. Keuntungan dari penggunaan Automatic Hyphenation ini adalah jarak antar kata pada dokumen akan tampak lebih rapih terutama jika kita menggunakan perataan paragraf justify atau rata kiri dan kanan. Fitur ini sebetulnya sudah terdapat pada Word versi terdahulu, namun dalam tulisan ini saya akan membahas penggunaan Automatic Hyphenation pada Word 2007. Untuk mempermudah pembahasan, perhatikan contoh penggalan dokumen berikut ini.
Pada contoh penggalan dokumen tersebut, dapat dilihat bahwa pada baris pertama terdapat banyak sekali jarak antar kata yang terlalu besar hingga membuat teks menjadi tampak kurang rapih walaupun sudah menggunakan perataan justify. Untuk merapihkannya, klik tab Page Layout pada ribbon lalu pada group Page Setup klik tombol Hyphenation dan klik pada pilihan Automatic.
Hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini, dapat dilihat bahwa secara otomatis kata yang terlalu panjang diakhir baris akan dipotong dan pindah ke baris berikutnya yang tentunya membuat dokumen menjadi tampak lebih rapih dari sebelumnya.
Dan dengan diaktifkannya fitur Automatic Hyphenation ini maka pada proses pengetikan selanjutnya untuk setiap kata yang terlalu panjang di akhir kalimat, secara otomatis akan terpotong juga untuk menjaga kerapihan pada jarak antar setiap kata.
Referensi yang lebih lengkap untuk fitur Hyphenation ini dapat dilihat pada situs resmi Microsoft Office di alamat:
http://office.microsoft.com/en-us/word/HA100963951033.aspx
Mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Ini sebuah trik yang saya temukan secara tidak sengaja. Jika kita perhatikan, hampir semua mouse saat ini memiliki tombol scroll yang dapat digunakan untuk menggulung layar aplikasi keatas maupun kebawah. Dan pada beberapa aplikasi Office 2007 yang sudah menggunakan interface dengan ribbon-bar seperti Word, Excel dan PowerPoint, ternyata tombol scroll ini punya kegunaan lain, yaitu untuk berpindah dari satu tab ke tab yang lainnya pada ribbon tersebut. Cobalah untuk mendekatkan pointer mouse pada ribbon lalu putar tombol scroll tersebut, dan kita dapat berpindah ke tab-tab lainnya secara cepat :-)
Mungkin ada saatnya kita harus menyembunyikan teks pada dokumen yang sedang kita buat, misalnya saja jika kita hendak mengirimkan dokumen tersebut ke pihak lain dan ada beberapa teks pada dokumen tersebut yang tidak boleh diketahui oleh pihak penerima dokumen tersebut. Sebetulnya kita bisa saja menghapus teks yang tidak ingin diketahui tersebut, namun itu artinya akan merubah semua struktur dokumen dan membuat pekerjaan menjadi tidak efisien. Sebagai solusinya kita dapat menggunakan sebuah Add-in gratis dari CodePlex yang dinamakan dengan Word 2007 Redaction Tool. Add-in ini sudah mencapai versi 1.1 dan baru saja diupdate pada awal September ini. Cara menggunakan Add-in ini adalah sebagai berikut.
Download Add-in yang berukuran 6 MB ini di situs resminya, yaitu di:
http://redaction.codeplex.com/
Setelah download selesai, jalankan instalasi seperti biasa. Di awal instalasi Add-in ini akan meminta persetujuan kita untuk menginstall komponen .NET Framework Client Profile dan komponen VSTO 3.0 Runtime Service Pack 1 yang dilanjutkan dengan mendownload beberapa file yang dibutuhkan untuk menginstall komponen tersebut.
Setelah semua proses instalasi selesai, buka Word 2007, dan perhatikan pada tab Review akan terdapat sebuah group perintah baru yaitu group Redact.
Sekarang cara menggunakannya. Misalnya saja kita memiliki dokumen surat yang akan kita kirimkan ke pihak lain seperti gambar berikut ini.
Jika kita tidak menginginkan pihak penerima surat untuk mengetahui besarnya hutang yang harus dibayar tersebut, maka sorot teks Rp. 150.000.000,- lalu klik tombol Mark yang terdapat didalam group perintah Redact. Lanjutkan dengan teks yang lainnya. Dan hasilnya seperti gambar berikut ini.
Untuk menyorot banyak teks yang tersebar pada dokumen kita juga dapat menggunakan fasilitas Find and Mark seperti gambar berikut ini untuk mempercepat pekerjaan kita.
Setelah proses Mark selesai, pada group perintah Redact, klik tombol panah kecil dibawah tombol Mark lalu klik pada pilihan Redact Document.
Secara otomatis sebuah dokumen baru dengan teks yang telah disembunyikan akan dibuat. Dan sebagai tambahan fitur, Add-in ini secara otomatis menawarkan fasilitas Document Inspector untuk memeriksa beberapa properties pada dokumen kita. Untuk menjalankan Document Inspector ini tinggal klik pada tombol Inspect atau klik pada tombol Close untuk mengabaikannya.
Dan hasil akhirnya tampak pada gambar berikut ini.

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Setiap kali kita membuka aplikasi Word 2007, maka font default yang digunakan adalah Calibri, dan Style Set untuk formatting juga menggunakan huruf Calibri. Beberapa pengguna yang beralih dari Word 2003 ke Word 2007 mungkin kurang terbiasa dengan Style Set dengan huruf Calibri ini, apalagi jika di lingkungan kerja kita ternyata masih banyak yang menggunakan Windows XP serta Office 2003. Huruf Calibri jelas tidak terdapat pada Windows XP dan Office 2003 yang menggunakan font default Times New Roman, sehingga style dokumen yang kita buat mungkin akan sedikit berbeda formatnya jika dibuka di komputer dengan Office 2003 tersebut. Sebagai solusinya kita dapat merubah Style Set default pada Word 2007 agar menggunakan Style Set Word 2003. Caranya sebagai berikut.
Buka Word 2007, perhatikan bahwa huruf default yang digunakan serta huruf pada Style Set-nya adalah huruf Calibri.
Pada tab Home, didalam group Styles, klik tombol Change Styles lalu klik Style Set dan klik pada pilihan Word 2003.
Berikutnya klik kembali tombol Change Styles lalu klik Fonts dan klik pada pilihan Office Classic.
Langkah terakhir adalah klik tombol Change Styles lalu klik pilihan Set as Default.
Tutup aplikasi Word 2007 lalu buka kembali. Dan sekarang setiap kali kita membuka Word 2007 maka font default yang digunakan adalah Times New Roman dan tentunya dengan Style Set Word 2003 yang juga menggunakan font Times New Roman.
Mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Afaik, gambar collage adalah istilah untuk perpaduan beberapa gambar hingga menjadi sebuah gambar tunggal dengan desain yang indah atau artistik. Gambar collage ini dapat dibuat dengan bantuan software khusus untuk mengolah gambar digital semacam Adobe Photoshop, namun tentunya dibutuhkan keahlian bahkan bakat untuk menggunakan software tersebut hingga dapat menghasilkan suatu gambar collage yang bagus. Bagaimana kalau kita tidak memiliki Photoshop yang harganya sangat mahal itu dan juga tidak memiliki keahlian ? Jawabannya adalah sebuah software yang bernama Microsoft Research AutoCollage 2008.
Sesuai dengan namanya, software ini memang khusus diperuntukan untuk membuat gambar collage secara otomatis dan untuk menggunakannya bahkan tidak memerlukan keahlian apapun, cukup pilih folder tempat gambar-gambar yang akan digabungkan berada lalu tekan tombol Create dan sebuah gambar collage pun akan terbentuk dengan bagus dan indah :-)
Software ini dibuat oleh Cambridge Innovation Development yang bernaung dibawah group Microsoft Research. Freeware ? sayangnya tidak. Harganya sekitar $19.95 atau mungkin sekitar 200 ribuan jika dirupiahkan. Namun imho sangat wajar jika software ini tidak gratis karena memang hasilnya juga bisa dibilang luar biasa.
Bila tertarik untuk membelinya bisa berkunjung ke situs Microsoft Store di:
http://store.microsoft.com/microsoft/AutoCollage-2008/product/8D6DDFB5
Atau sekedar untuk having fun sambil ngabuburit menunggu waktu buka puasa tiba, kita bisa mendownload versi trialnya di:
http://research.microsoft.com/en-us/um/cambridge/projects/autocollage/
Perbedaan dari versi penuh dan versi trialnya hanyalah adanya penambahan watermark pada gambar yang dihasilkan, namun watermark ini posisinya terletak agak dibawah dan mungkin bisa kita abaikan atau kita potong saja :D
Bagaimana cara menggunakannya ? Seperti telah disebutkan diatas, cara menggunakannya sangat mudah. Setelah download dan install, jalankan software tersebut hingga tampilan utamanya akan terbuka seperti tampak pada gambar berikut ini:
Berikutnya pilih jumlah gambar yang akan kita gabungkan dengan menggeser slider di bagian Actions. Minimum adalah 7 gambar dan maksimum 50 gambar. Lalu pada bagian Image Browser, tentukan lokasi folder tempat gambar yang akan kita gabungkan berada.
Gambar yang kita pilih akan dimasukan satu persatu pada bidang aplikasi utama seperti tampak pada gambar berikut ini.

Langkah terakhir tinggal menekan tombol Create di bagian Actions.
Proses Creating AutoCollage akan dijalankan dan saat proses berlangsung gambar-gambar pada bidang aplikasi utama akan dibuat beranimasi.
Tunggu beberapa saat dan contoh hasil akhirnya tampak pada gambar berikut ini.
Sampai sini dapat kita lihat betapa mudahnya membuat sebuah gambar collage dengan bantuan software ini. Urusan watermark yang ada dibawah gambar hasilnya silakan diatur-atur sendiri bagaimana baiknya :-)
Jika hasilnya kurang memuaskan, ada pengaturan lebih lanjut yang bisa kita atur di bagian Options. Beberapa pengaturan yang bisa kita lakukan misalnya menentukan ukuran output gambar yang dihasilkan, ranking gambar, face detection serta overlap gambar.
Fitur ranking gambar menentukan gambar mana yang akan mendapat prioritas utama atau yang ditampilkan dengan paling jelas atau paling besar pada hasilnya nanti. Contohnya tampak pada gambar berikut ini.
Fitur face detection mengatur wajah mana yang harus ditampilkan pada sebuah foto agar tampak jelas pada hasil penggabungannya. Contohnya tampak pada gambar berikut ini, bingkai kotak disekeliling wajah menunjukan bagian yang akan dibuat jelas.

Dan akhirnya dengan sedikit utak-atik pada bagian Options tersebut, didapat hasil akhir seperti berikut ini.

So.. selamat berkreasi sambil ngabuburit dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya :-)
Pada Office 2010 kustomisasi Ribbon ini terdapat didalam Options pada tiap-tiap aplikasi. Dan jika diperhatikan, Options pada Office 2010 ini memiliki daftar pilihan yang sedikit berbeda dengan Office 2007. Sebagai contoh, gambar berikut ini memperlihatkan perbandingan Options pada aplikasi PowerPoint 2007 (gambar kiri) dengan PowerPoint 2010 (gambar kanan). Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa PowerPoint 2007 hanya menyediakan pilihan Customize. Sementara pada PowerPoint 2010 pilihan Customize tersebut dipecah menjadi 2 bagian yaitu pilihan Customize Ribbon dan Quick Access Toolbar.
Pilihan Customize Ribbon digunakan untuk menempatkan berikut mengatur tombol-tombol perintah pada sebuah Ribbon yang baru dan pilihan Quick Access Toolbar jelas untuk menempatkan tombol-tombol perintah pada Quick Access Toolbar seperti halnya Office 2007. Contoh cara penggunaan fitur Customize Ribbon tersebut adalah sebagai berikut.
Dalam contoh ini saya menggunakan aplikasi Outlook 2010. Pada aplikasi Outlook 2010 yang sudah terbuka, klik pada Office Button untuk menampilkan Backstage View lalu klik pada pilihan Options. Berikutnya pada kotak dialog Options yang terbuka, di bagian kiri klik pada pilihan Customize Ribbon.
Sekarang pindah ke bagian kanan yang terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian Choose commands from dan bagian Customize the Ribbon.
Seperti halnya pada Office 2007, bagian Choose commands from digunakan untuk menampilkan tombol-tombol perintah yang terdapat pada aplikasi Outlook tersebut, ada beberapa pilihan yang disediakan, misalnya pilihan Popular Commands untuk menampilkan daftar tombol perintah yang umum digunakan atau pilihan All Commands untuk menampilkan daftar semua tombol perintah yang ada.
Bagian Customize the Ribbon menampilkan daftar semua Tab berikut Ribbon dan Group yang terdapat pada aplikasi Outlook 2010. Lalu di bagian bawahnya terdapat beberapa buah tombol yaitu tombol New Tab untuk membuat Tab baru, tombol New Group untuk membuat Group baru serta tombol Rename untuk merubah nama Tab maupun Group.
Sebagai contoh saya melakukan klik pada tombol New Tab. Dan hasilnya sebuah Tab baru dengan nama New Tab (Custom) serta sebuah Group baru dengan nama New Group (Custom) telah ditambahkan pada daftar tersebut.

Dengan menggunakan tombol New Group dan tombol Rename, saya membuat beberapa Group tambahan serta merubah namanya agar lebih mudah dan lebih familiar. Lalu dengan menggunakan tombol Move Up yang terletak di bagian paling kanan, saya tempatkan Tab yang baru tersebut di bagian paling atas. Hasilnya tampak pada gambar berikut ini.
Berikutnya adalah menempatkan tombol-tombol perintah dari bagian Choose commands from kedalam Group yang sesuai. Proses penempatan tombol-tombol perintah ini sama halnya dengan penempatan tombol-tombol perintah pada Quick Access Toolbar dalam Office 2007. Hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Langkah terakhir tentunya adalah menutup kotak dialog Outlook Options tersebut dengan meng-klik tombol Ok. Dan hasil akhirnya dapat dilihat pada gambar berikut ini. Terlihat bahwa sebuah Tab baru dengan nama Personal telah ditambahkan sebelum Tab-tab lainnya.

Jika diinginkan, Tab-tab default yang terdapat pada aplikasi Office 2010 bahkan dapat dinon-aktifkan, yaitu dengan menghilangkan tanda checklist di sebelah nama Tab-nya pada kotak dialog Options sebelumnya. Contoh hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini. Terlihat bahwa dalam aplikasi Outlook tersebut hanya terdapat satu buah Tab saja :-)
Demikian sekedar preview singkat tentang salah satu fitur baru yang akan terdapat pada Office 2010. Mudah-mudahan ada gunanya.
Ada sebuah fitur bagus pada Office 2003 yaitu kita dapat menempatkan tombol-tombol perintah yang kita inginkan pada sebuah Toolbar baru atau bahkan jika diperlukan kita juga dapat melakukan kustomisasi tombol-tombol perintah pada Toolbar default yang disediakan. Fitur kustomisasi ini jelas sangat berguna untuk membantu pekerjaan kita, terutama jika pekerjaan yang kita hadapi setiap harinya menggunakan tombol-tombol perintah yang relatif sama.
Sayangnya pada Office 2007 fitur kustomisasi ini malah dihilangkan, kecuali jika kita mau bermain-main dengan coding XML yang jelas harus dilakukan oleh seorang developer. Satu-satunya cara bagi pengguna biasa untuk menempatkan tombol-tombol perintah yang diinginkan hanyalah menempatkannya pada lokasi Quick Access Toolbar yang memiliki tempat sangat terbatas, yaitu diantara Office Button dengan Document Title. Dan semakin banyak tombol perintah yang kita tempatkan pada Quick Access Toolbar tersebut malah membuat tampilan aplikasi menjadi kurang rapih dan tidak ter-organisir seperti tampak pada gambar berikut ini.
Hasilnya banyak pengguna setia Office yang merasa kecewa dengan ditiadakannya fitur kustomisasi ini dan tampaknya tim pengembang Office dari Microsoft menyadarinya hingga pada Office 2010 fitur kustomisasi ini kembali disediakan. Dengan sangat mudah kita dapat membuat Tab serta Ribbon sendiri lalu menambahkan tombol-tombol perintah yang kita inginkan kedalam Ribbon tersebut dan tentunya tanpa harus berurusan dengan XML :-)
Namun sebelum kita melihat seperti apa kustomisasi Ribbon yang terdapat pada Office 2010 tersebut, ada baiknya jika kita meninjau sejenak struktur Ribbon pada Office 2010 yang secara garis besar masih sama dengan struktur Ribbon pada Office 2007 seperti tampak pada gambar berikut ini.

… bersambung …
Bagian kelima pada Backstage View adalah bagian Share. Sesuai dengan namanya, bagian ini digunakan untuk membagi atau mendistribusikan dokumen yang kita buat, misalnya kita dapat mengirimkannya lewat Email, mengirimkannya lewat layanan Internet Fax, menyimpannya pada SharePoint hingga mem-publish dokumen kedalam Blog. Pengaturan format penyimpanan dokumen juga terdapat dalam bagian ini, dimana kita dapat mendistribusikan dokumen dalam format PDF ataupun dalam format lainnya yang tentunya disesuaikan dengan siapa yang akan menerima / membuka dokumen kita tersebut.
Bagian terakhir memiliki nama yang menyesuaikan dengan aplikasinya. Sebagai contoh untuk aplikasi Word maka nama bagian ini adalah Word seperti tampak pada gambar berikut ini.
Pada bagian terakhir ini terdapat tombol Options untuk mengatur seting aplikasi lebih lanjut serta beberapa perintah tambahan yang cukup berguna, misalnya untuk melihat versi serta status lisensi ataupun aktivasi, melihat informasi sistem, memeriksa update, online support, dlsb. Tombol Exit untuk menutup aplikasi juga terdapat pada bagian ini.
Demikian sekilas tentang fitur baru yang dinamakan dengan Backstage View pada Office 2010. Apa yang terdapat dalam rangkaian tulisan ini tentunya mengacu pada Office 2010 versi Technical Preview. Dan mungkin saja pada versi finalnya nanti bisa berbeda dengan apa yang saya tulis ini.
Mudah-mudahan ada gunanya :-)
Bagian keempat pada Backstage View adalah bagian Print yang tentunya digunakan untuk melakukan perintah pencetakan. Sebelumnya, banyak pengguna aplikasi Office yang mungkin bosan dengan tampilan kotak dialog Print yang rasanya tidak pernah berubah (termasuk saya). Selain bosan, kotak dialog Print yang merupakan penghubung antara kita dengan Printer ini sebetulnya relatif kurang ramah dengan pengguna kelas pemula. Dan Microsoft tampaknya menyadari hal ini, hingga pada Office 2010, kita akan mendapatkan pengalaman baru saat hendak mencetak sebuah dokumen dengan menggunakan tampilan pengaturan Print yang sama sekali baru. Tampilan pengaturan ini jelas lebih mudah untuk dipahami dan mudah juga untuk digunakan bahkan oleh pemula sekalipun. Contoh tampilan pengaturan fasilitas Print pada aplikasi Word 2010 dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Dan gambar berikut ini adalah contoh tampilan pengaturan fasilitas Print pada aplikasi Excel 2010.
Dari kedua gambar terlihat bahwa seting untuk Print ini juga telah disatukan sekaligus dengan mode tampilan Print Preview yang tentunya akan lebih mempermudah proses pencetakan dibandingkan dengan harus berpindah-pindah dari satu kotak dialog ke kotak dialog lainnya. Selain itu pengaturan pada bagian Print ini juga telah disusun secara hirarki dari atas ke bawah, sesuai urutan pengaturan pencetakan yang umum digunakan, yaitu
- Number of Copies untuk mengatur jumlah salinan pencetakan.
- Printer untuk memilih tipe printer yang akan digunakan.
- Print What untuk memilih bagian dokumen yang akan dicetak.
- Other Settings untuk mengatur beberapa seting tambahan, misalnya orientasi kertas, ukuran kertas, dlsb.
Dan setelah semua pengaturan selesai, tinggal klik pada tombol Print untuk memulai proses pencetakan. Sangat mudah sekali :-)
… bersambung …
Office 2010 mulai melupakan user interface berbasis menu klasik yang biasa kita kenal. Pada Office 2007, sebuah drop-down menu masih kita dapatkan saat kita melakukan klik pada Office Button dimana drop-down menu yang merupakan menu utama ini berisikan sejumlah perintah dasar pada aplikasi-aplikasi Office seperti misalnya Open, Save, Print, dlsb. Pada Office 2010, saat kita melakukan klik pada Office Button, tampilan menu ini telah digantikan dengan sebuah tampilan baru yang lebih menarik, lebih lengkap dan lebih mudah untuk dipahami. Tampilan yang baru ini disebut dengan Backstage View.
Backstage View dapat dianalogikan dengan sebuah pusat kendali dokumen. Lewat tampilan yang didesign dengan menarik dan informatif ini, pengguna dapat dengan mudah melakukan beragam operasi standar yang umum dilakukan, seperti misalnya membuka dan menutup file-file dokumen, menyimpan dokumen dalam format lain, melihat property dokumen, mencetak dokumen, hingga finalisasi dokumen. Pada beberapa aplikasi Office yang umum digunakan seperti misalnya Word, Excel dan PowerPoint, Backstage View ini terbagi menjadi beberapa bagian.
Bagian pertama adalah bagian Info serta 4 tombol standar aplikasi Windows yaitu tombol Save, Save As, Open dan Close. Secara default, setiap kali kita membuka Backstage View maka tampilan Info ini yang akan terbuka. Dan sesuai dengan namanya, bagian Info ini memuat berbagai macam informasi penting berikut pengaturannya untuk file dokumen yang sedang aktif.

Bagian kedua adalah bagian Recent Documents yang merupakan jalan pintas untuk membuka beberapa file dokumen terakhir yang kita kerjakan. Dan seperti halnya pada Office 2007, pada Office Office 2010 ini juga belum ada fasilitas previewnya, mudah-mudahan pada versi finalnya nanti Microsoft akan menyertakan fasilitas preview pada bagian Recent ini.

Bagian ketiga adalah tombol New yang sudah sangat jelas kegunaannya, yaitu untuk membuat dokumen baru yang masih kosong ataupun menggunakan Office Online Templates. Fitur untuk menulis ke blog juga masih disertakan. Jika ada waktu luang, saya akan coba untuk menguji fitur ini dalam tulisan yang lain.

… bersambung …
Ribbon yang merupakan user interface baru yang mulai diperkenalkan pada Office 2007 tidak terdapat pada semua aplikasi pada Office 2007 tersebut. Hanya aplikasi dasar saja yang sudah menggunakan Ribbon ini, yaitu Word, Excel, PowerPoint dan Access. Sementara aplikasi lainnya masih tetap menggunakan user interface standar yang menggunakan struktur menu biasa. Dan pada Office 2010 ini Ribbon tampaknya mulai diterapkan pada semua aplikasinya. Setidaknya dari beberapa aplikasi dasar yang saya coba, yaitu Word, Excel, PowerPoint, Access, Outlook, Publisher, OneNote dan Visio terlihat sudah menggunakan Ribbon sebagai user interfacenya.
Seperti apa tampilan Ribon pada aplikasi-aplikasi tersebut ? Berikut ini screenshotnya.
Access 2010 Technical Preview
Excel 2010 Technical Preview
OneNote 2010 Technical Preview
Outlook 2010 Technical Preview
PowerPoint 2010 Technical Preview
Publisher 2010 Technical Preview
Visio 2010 Technical Preview
Word 2010 Technical Preview
Dari kumpulan screenshot tersebut dapat dilihat keindahan user interface pada Office 2010 yang dipadu dengan struktur tombol-tombol perintah yang tampak mudah untuk dipahami dan digunakan. Selain itu, bentuk Office Button juga tidak berbentuk bundar lagi melainkan mengikuti bentuk dari tab hingga tampak lebih serasi :)
Ada berapa edisi untuk paket aplikasi Microsoft Office 2010 ? jelas belum diketahui, namun yang pasti bahwa setiap edisi Office 2010 ini akan tersedia dalam dua cita rasa, yaitu 32-bit dan 64-bit sehingga Office 2010 ini akan menjadi versi Office pertama yang memiliki 2 jenis media instalasi untuk platform yang berbeda, karena seperti kita ketahui bahwa hingga versi Office terakhir yaitu Office 2007, media instalasinya tetap bersifat tunggal, jadi untuk diinstall pada platform 32-bit maupun 64-bit tetap menggunakan media instalasi yang sama.
Dengan adanya 2 cita rasa ini, maka skenario upgrade dari Office 2007 ke Office 2010 hanya berlaku untuk platform 32-bit saja. Sementara untuk pengguna Office 2007 pada Windows versi 64-bit tidak dapat melakukan upgrade ke Office 2010 64-bit. Informasi tentang skenario upgrade ini saya dapatkan pada situs Microsoft Connect seperti berikut ini:
- A 32-bit 2007 Office system installation can be upgraded to 32-bit Office 2010.
- A 2007 Office system running on a 64-bit Windows operating system cannot be upgraded to 64-bit Office 2010.
Mudah-mudahan informasi singkat ini ada gunanya.
More Posts
Next page »