Office Technician

just another office technician weblog

January 2009 - Posts

Merubah Resolusi Standar pada Remote Desktop Connection

Seperti kita ketahui bahwa selain tampilan 1 layar penuh (Full-Screen), tampilan Remote Desktop Connection (RDC) pada Windows hanya menyediakan resolusi standar saja, seperti misalnya 640x480 ; 800x600 ; 1024x768.

image

Jika diinginkan, sebetulnya kita juga dapat menggunakan resolusi lain diluar resolusi standar tersebut, termasuk menggunakan resolusi layar yang tidak umum digunakan :-)
Caranya sangat sederhana, yaitu:

  • Pilih resolusi layar berapapun, asalkan jangan fullscreen.
  • Seting koneksi RDC kita harus disimpan dulu, pilihan untuk menyimpan ini ada di bagian Connection Settings. Lokasi untuk menyimpan filenya bebas alias terserah mau disimpan dimanapun.

image

  • File seting koneksi tersebut akan memiliki ekstensi RDP. Buka file RDP tersebut dengan Notepad.
  • Setelah file terbuka, perhatikan bagian desktopwidth dan desktopheight. Angka dibelakangnya menunjukan resolusi layar untuk RDC. Silakan ganti angka tersebut bebas sesuai keinginan kita !

image

Saya sendiri menggunakan resolusi 960 x 720, karena kebetulan laptop yang saya gunakan layarnya Semi-Wide dengan resolusi max 1280x800. Jadi kalo saya pake 800x600 layar RDC-nya terlalu kecil, dan kalo saya pake 1024x768 malah overlap, jadinya setelah coba-coba maka resolusi yang pas adalah 960x720.

Tweak sederhana ini bisa digunakan pada Windows versi apapun, asalkan yang mendukung RDP tentu saja :D

Mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.

Posted: Jan 27 2009, 05:44 PM by Aris | with no comments
Filed under: ,
Membuat Sub-Bullet dengan Cepat pada Office 2007

Pada beberapa aplikasi Office 2007, kita dapat membuat sub-bullet dengan cepat, yaitu dengan menggunakan tombol TAB pada keyboard. Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar berikut ini.

image

Jika kita blok kata Motherboard, Processor dan RAM, lalu diikuti dengan menekan tombol TAB pada keyboard maka sub-bullet secara otomatis akan dibuatkan oleh Word 2007.

image

Dengan cara yang sama, kita blok juga kata Soundcard, Speaker dan Joystik lalu  tekan tombol TAB lagi. Dan hasil akhirnya adalah sebagai berikut:

image

Untuk kembali lagi ke bullet awal, kita bisa menggunakan shortcut SHIFT + TAB.

Dengan demikian, kegunaan tombol TAB dan SHIFT + TAB dalam hubungannya dengat bullet dapat dilihat pada gambar berikut ini.

image

Tips ini sering saya gunakan saat membuat sebuah presentasi pada waktu yang relatif sempit. Urusan design biarlah belakangan, yang penting struktur dokumennya jadi dulu :-)

Sedikit tambahan, tips ini hanya bisa digunakan pada aplikasi Word, PowerPoint dan OneNote.

Mudah-mudahan ada gunanya.

Posted: Jan 27 2009, 03:34 PM by Aris | with no comments
Filed under: ,
Mendayagunakan Perintah Replace pada Word 2007

image Kita semua pasti tahu bahwa perintah Replace pada Word 2007 digunakan untuk mengganti huruf, kata atau kalimat tertentu dalam dokumen secara otomatis tanpa harus kita ganti satu persatu. Perintah ini dapat diakses dengan menekan tombol Replace pada Ribbon-bar atau dengan menggunakan shortcut Ctrl+H untuk menampilkan kotak dialog Replace. Cara menggunakan perintah Replace ini juga sangat sederhana, contohnya dapat dilihat pada gambar berikut ini dimana kita meminta Word untuk mengganti semua kata kalkulator dengan kata mesin hitung.

image

Kegunaan perintah Replace tersebut tidak selesai sampai disini. Jika kita tekan tombol More maka Word akan menampilkan beberapa fitur tambahan untuk lebih mendayagunakan perintah replace ini.

image

Agar lebih jelas, berikut ini beberapa contoh dalam menggunakan fitur-fitur tambahan untuk perintah Replace ini.

CONTOH 1

Perhatikan contoh dokumen berikut ini.

image

Jika kita menginginkan agar semua kata computer memiliki format Bold serta Italic, caranya adalah sebagai berikut:

  • Pada kolom Find What ketikan computer.
  • Pada kolom Replace with ketikan computer juga.
  • Tekan tombol More untuk menampilkan fitur lanjutan dari perintah Replace. Lalu tekan tombol Format dan pilih Font.

image

  • Kotak dialog Replace Font akan tampil. Pilih Bold Italic pada bagian Font style lalu tekan tombol Ok.

image

  • Perhatikan keterangan yang muncul dibawah kolom Replace with, yaitu Font: Bold, Italic

image

  • Akhiri proses ini dengan menekan tombol Replace All.

Dan hasil akhirnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

image 

CONTOH 2

Dokumen berikut ini berisikan daftar lagu MP3 pada sebuah folder, lengkap dengan ukuran filenya.

image

Agar daftar lagu terlihat lebih rapih maka kita harus menghapus beberapa kalimat yang cukup mengganggu, yaitu path lagu tersebut (D:\Data\Music\),  ekstensi file (MP3) serta ukuran filenya.

Menghapus D:\Data\Music\ jelas sangat mudah. Cukup ketikan D:\Data\Music\ pada kolom Find what dan kosongkan kolom Replace with. Artinya kita meminta Word untuk mengganti kalimat D:\Data\Music\ dengan kalimat kosong. Akhiri dengan menekan tombol Replace All untuk melaksanakan perintah penggantian tersebut.

image

Dengan cara yang sama, dengan mudah kita juga bisa menghapus kata .Mp3, namun bagaimana caranya menghapus ukuran filenya yang bervariasi ? Caranya sebagai berikut.

  • Pada kolom Find what ketikan .Mp3=.
  • Tekan tombol More untuk menampilkan fitur lanjutan.
  • Tekan tombol Special lalu pilih Any Digit. Artinya kita meminta Word untuk mencari sembarang angka.

image

  • Hasilnya pada kolom Find what akan muncul simbol ^# yang merupakan simbol Word untuk Any Digit.

image

  • Jika kita hitung, ukuran file lagu tersebut terdiri dari 7 buah angka. Maka ulangi proses diatas hingga kita mendapatkan 7 buah simbol Any Digit.

image

  • Akhiri dengan menekan tombol Replace All.

Hasil akhirnya daftar lagu kita akan terlihat rapih seperti tampak dalam gambar berikut ini.

image

 

CONTOH 3

Bagaimana mengganti beberapa kata berikut ini menjadi Batman ?

image

Jika jumlah hurufnya sama, sebetulnya kita bisa menggunakan cara yang sama seperti pada Contoh 2, yaitu dengan menggunakan Special lalu pilih Any Letter. Namun berhubung jumlah hurufnya tidak sama, maka kita harus menggunakan Wildcard. Caranya sebagai berikut.

  • Tempatkan kursor pada kolom Find what lalu beri tanda centang pada opsi Wildcard di bagian Search Options.

image

  • Lalu pada kolom Find what ketikan B*man. Artinya kita meminta Word untuk mencari semua kata yang diawali huruf B dan diakhiri dengan kata man. Perhatikan juga status yang muncul di bawah kolom Find What yang menjelaskan bahwa pencarian menggunakan Wildcards.
  • Setelah itu tinggal ketikkan Batman pada kolom Replace with.

image

  • Akhiri proses dengan menekan tombol Replace All.

Dan hasil akhirnya tentu saja seperti gambar berikut ini.

image

Demikian beberapa contoh penerapan fitur lanjutan pada perintah Replace. Disini kita bisa melihat bahwa dengan menguasai penggunaan perintah Replace maka proses koreksi / perbaikan untuk sebuah dokumen bisa berlangsung lebih mudah dan tentunya lebih cepat dibandingkan dengan melakukan koreksi manual.

Silakan untuk dicoba dan ditelusuri lebih lanjut untuk penggunaan perintah Replace ini. Jika bingung, ada fasilitas Help pada Word yang jelas sangat membantu.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.

Posted: Jan 20 2009, 09:18 AM by Aris | with 1 comment(s)
Filed under: ,
Membangun Internet-Kiosk dengan Windows SteadyState

Internet-Kiosk atau PC-Kiosk adalah istilah untuk PC yang biasanya ditempatkan di lokasi publik. PC ini bisa digunakan oleh siapa saja untuk keperluan akses Internet. Karena lokasinya yang berada di tempat terbuka serta bisa digunakan oleh siapa saja, maka sudah jelas harus ada penerapan security policy yang bagus. Selain itu ancaman virus, spyware, trojan juga harus mendapat perhatian berhubung PC ini tidak akan diawasi terus-terusan juga tidak akan dimaintain secara berkala.

Solusi yang biasa digunakan adalah menggunakan software seperti Deep Freeze. Software yang umum digunakan di lingkungan Warnet ini memiliki fungsi utama untuk mengunci Windows pada kondisi (state) tertentu, sehingga jika PC restart / reboot maka kondisinya akan selalu kembali kondisi semula. Cuman sayangnya DeepFreeze ini termasuk kedalam tipe software berbayar dengan harga yang cukup mahal. Sebagai alternatifnya, daripada kita menggunakan DeepFreeze versi ilegal / versi yang di-crack, kita bisa menggunakan Windows SteadyState.

SteadyState memiliki fungsi yang hampir sama dengan DeepFreeze, yaitu untuk membatasi hak akses user dalam Windows serta mengunci sistem Windows pada kondisi tertentu. Fiturnya tentu saja tidak selengkap DeepFreeze ataupun software-software lain yang sejenis, namun sisi bagusnya adalah software buatan Microsoft ini adalah gratis dan tentunya bebas digunakan tanpa harus membayar lisensi apapun :-)

Situs resminya bisa dilihat disini:
http://www.microsoft.com/windows/products/winfamily/sharedaccess/default.mspx

Download programnya bisa kesini:
http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=d077a52d-93e9-4b02-bd95-9d770ccdb431&displaylang=en

Konfigurasi SteadyState ini bisa dibilang sangat sederhana dan sama sekali tidak rumit. Imho, lebih rumit mengatur konfigurasi DeepFreeze daripada SteadyState. Agar lebih jelas, berikut ini tahapan singkat pengaturan konfigurasi SteadyState untuk sebuah Internet-Kiosk.

Tahap 1
Tahap pertama tentu saja menyiapkan PC :-) Hardisk rasanya cukup dibagi dengan 1 partisi karena untuk sebuah Internet-Kiosk rasanya yang dibutuhkan hanya Windows dan Internet Explorer saja.

Tahap 2
Berikutnya adalah instalasi Windows berikut mengatur konfigurasinya selengkap mungkin. Misalnya drivernya dilengkapi, pengaturan network, proxy, dlsb. Pokoknya Windowsnya betul-betul dalam kondisi siap pakai untuk koneksi Internet. Beberapa hal lain juga harus diperhatikan, seperti misalnya pengaturan screensaver serta power management.

Tahap 3
Buat 1 user baru, sebaiknya user yang baru ini jangan diberi password. Sebagai contoh kita buat 1 user baru dengan nama tamu. Hati-hati dengan user yang sudah ada sebelumnya. Saat instalasi Windows, secara default akan dibuatkan 1 user, namun hak akses user ini adalah Administrator jadi jangan gunakan user yang ini. Setelah user dibuat, sebaiknya login dulu dengan user tersebut agar dibuatkan folder profilenya oleh Windows.

Tahap 4
Tahap ini adalah instalasi Steady State. Tidak ada yang aneh dalam proses instalasi ini, cukup tekan tombol Next beberapa kali hingga instalasi selesai. Hanya saja pastikan bahwa Windows yang kita gunakan adalah Genuine, karena jika tidak tentunya kita tidak dapat melewati proses instalasi ini.

Tahap 5
Setelah instalasi selesai tinggal jalankan Steady State. Pertama kali dijalankan akan tampil Getting Started guide yang berisi panduan singkat tentang beberapa fitur dalam SteadyState.

image 

Tahap 6
Pada tahap ini kita akan mengatur konfigurasi SteadyState.
Layar utama SteadyState terbagi menjadi 2 bagian utama yaitu:

  • Global Computer Settings
  • User Settings

Global Computer Settings berisikan 3 seting utama, yaitu pengaturan batasan hak akses terhadap Windows secara keseluruhan, pengaturan automatic updates, dan pengaturan proteksi hardisk.

image

Klik Set Computer Restrictions. Disini kita bisa menentukan batasan-batasan apa saja yang ingin kita terapkan. Karena tujuannya adalah untuk Internet-Kiosk maka kita aktifkan saja semuanya agar lebih aman :-) Dan tentu saja batasan-batasan ini tidak harus selalu diaktifkan semuanya, tentunya tetap disesuaikan dengan kebutuhan kita.

image

Setelah selesai klik tombol Ok untuk kembali ke layar utama. Pesan peringatan Windows bahwa Windows harus direstart kita abaikan saja.

Berikutnya adalah pengaturan batasan akses untuk user. Pengaturannya terdapat dalam bagian User Settings. Jika sebelumnya kita sudah membuat user maka secara otomatis nama user tersebut akan ditampilkan disini. Namun jika belum, SteadyState menyediakan pilihan Add User untuk menambahkan user baru. Sebagai contoh dapat dilihat bahwa user tamu secara otomatis telah ditambahkan.

image

Untuk mengatur batasan akses untuk user tamu tersebut, cukup dengan klik pada nama user tamu tersebut.

Seting untuk user ini terbagi menjadi 4 bagian, yaitu:

1. General
Bagian General Settings mengatur penguncian profile user agar tidak mengalami perubahan. Berhubung kita akan menggunakan fasilitas penguncian seluruh system Windows, maka fitur ini kita buat disable. Bagian Session Timer berfungsi untuk mengatur logoff otomatis setelah selang waktu tertentu atau jika PC tidak digunakan selama waktu tertentu. Gunakan fitur Session Timers ini sesuai kebutuhan.

image

2. Windows Restrictions
Bagian ini digunakan untuk mengatur batasan hak akses user terhadap komponen utama Windows. Pengaturannya tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan. Jika kita gak mau repot, Steady State menyediakan template siap pakai, mulai dari No Restrictions hingga High Restrictions. Sebagai contoh kita pilih High Restrictions agar semua batasannya diberlakukan.

image

3. Feature Restrictions
Fungsi bagian ini hampir sama dengan Windows Restrictions, hanya saja yang kita atur adalah batasan hak akses untuk aplikasi Internet Explorer dan Microsoft Office. Sebagai contoh, disini kita pilih High Restrictions juga.

image

4. Block Program
Sesuai dengan judulnya, bagian ini digunakan untuk memblok aplikasi / program tertentu agar tidak bisa dijalankan oleh user. Disini kita bisa memblok aplikasi standar Windows ataupun memblok aplikasi lain yang bisa ditambahkan dengan menekan tombol Browse.

image

Setelah selesai bermain-main di User Settings ini, tekan tombol Ok untuk kembali ke tampilan utama.

Tahap terakhir adalah mengunci Windows agar saat restart maka kondisinya akan tetap kembali ke kondisi semula. Untuk mengunakannya cukup klik pada bagian Protect the Hard Disk. Status yang tampil disana adalah Off karena kita memang belum mengaktifkannya.

image

Pilih On hingga muncul kotak dialog yang memberitahukan bahwa jika kita menggunakan fitur ini maka sebuah file cache yang berukuran cukup besar akan dibuat.

image

Tekan tombol Yes dan tunggu beberapa saat hingga muncul kotak dialog lagi yang memberitahukan bahwa Windows akan di-restart.

Setelah restart, login kembali sebagai Administrator. Perhatikan informasi di tray yang memberitahukan bahwa Windows Disk Protection sudah aktif.

image

Jalankan kembali SteadyState dan masuk lagi ke bagian Protect the Hardisk. Ada beberapa seting tambahan yang bisa kita atur:

  • Remove all changes at restart - Perubahan yang terjadi akan selalu diabaikan saat PC restart.
  • Retain changes temporarily - Perubahan akan disimpan sementara selama waktu tertentu.
  • Retain all changes permanently - Perubahan akan disimpan secara permanen.

image 

Untuk sebuah Internet-Kiosk, tentunya pilihan pertama yang kita pilih, yaitu Remove all changes at restart.

Perhatikan juga seting berikut ini.

image

Change cache file size digunakan jika kita ingin merubah besarnya file cache. Secara default SteadyState akan menggunakan 50% dari space hardisk yang tersedia. Atur bagian ini sesuai kebutuhan atau biarkan saja nilai defaultnya.

image

Do not warn the administrator.. sebaiknya kita aktifkan juga agar setiap kali user login maka Windows tidak akan menampilkan pesan peringatan apapun.

Tekan tombol Ok untuk kembali ke layar utama.

Proses konfigurasi SteadyState telah selesai. Tinggal restart kembali PC lalu login sebagai user. Perhatikan perbedaannya, kita akan melihat bahwa banyak fitur Windows yang tidak bisa digunakan, termasuk satu-satunya aplikasi yang bisa digunakan juga hanya Internet Explorer. Dan sampai tahapan ini, tentunya Internet-Kiosk kita telah siap beroperasi.. :-)

Catatan Tambahan:

  • Hati-hati dengan perubahan hardware pada PC yang telah diproteksi. Jika kita ingin merubah hardware atau menambahkan hardware baru, maka non-aktifkan dulu fitur Windows Disk Protectionnya, hal ini untuk mencegah munculnya Add New Hardware Wizard setiap kali user logon ke Windows.
  • Eksplor lebih lanjut dan pelajari setiap seting yang mengatur batasan user pada bagian Windows serta Feature Restrictions. Ada kalanya kita tidak membutuhkan semua batasan tersebut, namun hanya beberapa saja diantaranya.
  • Versi SteadyState yang digunakan dalam tulisan ini adalah SteadyState versi 2.5 dengan sistem operasi Windows XP Pro SP3. Untuk Windows Vista, cara konfigurasinya sama saja.
  • Setelah kita menggunakan fitur Windows Disk Protection, tentunya waktu startup Windows akan lebih lama dari biasanya, karena adanya proses untuk mengembalikan Windows ke kondisi semula. Sebagai gambaran, saat saya mencoba SteadyState ini pada sebuah Celeron 1.8 dengan RAM 512 MB, waktu startup Windows sebelum menggunakan Windows Disk Protection adalah sekitar 32 detik. Dan setelah menggunakan Windows Disk Protection waktu startupnya sekitar 2 menit. Perbedaan waktu yang tidak terlalu besar ini rasanya masih wajar dan masih bisa diterima.

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.

Posted: Jan 19 2009, 09:04 AM by Aris | with no comments
Filed under: ,
Performance Index Windows 7 Beta vs Windows Vista

Ini cuman sekedar iseng, memanfaatkan sebuah laptop yang kebetulan nganggur, lantas dibantai seisi hardisknya. Terus buat partisi tunggal lalu install Vista Ultimate SP1 dan dilihat Performance Indexnya.

Setelah main-main dengan Vista selesai, hardisk lalu dibantai lagi lalu install Windows 7 Beta (build 7000) dan tentunya dilihat juga Performance Indexnya.

Hasilnya bisa dilihat pada gambar berikut ini.

Performance Index Windows Vista Ultimate SP1

image

Performance Index Windows 7 Beta (Build 7000)

image

Kerjaan iseng ini dilakukan pada Laptop Acer Aspire 4315 dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Processor Intel Celeron 530 (1.73 GHz, FSB 533 MHz, L2 1 MB)
  • RAM 512 MB DDR2
  • Hardisk 80 GB

Nilai Performance Index didapatkan setelah refresh 2 kali. Juga tidak dilakukan tweaking apapun pada kedua OS tersebut. Demikian juga dengan drivernya, tidak diupdate alias dibiarkan saja apa adanya sesuai dengan driver bawaan asli Windows.

Imho, walaupun nilai Windows 7 masih dibawah Vista, tapi rasanya cukup fair mengingat OS ini masih dalam status Beta. Mudah-mudahan pada versi finalnya nanti Windows 7 ini benar-benar punya performance yang jauh lebih cepat dibandingkan Vista pada kondisi hardware yang sama.

Antivirus untuk Windows 7 Beta

Status Windows 7 memang masih beta dan entah kapan dirilis secara resmi. Namun setelah Microsoft merilis versi beta ini ke kalangan publik untuk di download, beberapa pengembang software Antivirus terkemuka sudah mulai bereaksi alias bersiap menyambut kehadiran sistem operasi yang baru ini.

Berikut ini beberapa diantaranya:

Norton 360 3.0.0.110 Beta 2 / 2.0.0.242

Kaspersky Anti-Virus for Workstations 8.0.0.1015 Technical Preview for Windows 7 / 6.0.3.837

AVG Antivirus Professional 8.0 Build 233a1415

AVG Internet Security 8.0 Build 233a1415

Posted: Jan 16 2009, 09:02 AM by Aris | with no comments
Filed under:
Skill IT yang Paling Diminati untuk Tahun 2009

Baru saja dapat info link bagus dari Naren, yaitu artikel tentang 9 hottest IT skill untuk tahun 2009 yang didapat berdasarkan survey dari para responden Computer World. Kata hottest disini tentunya mengarah ke “paling dibutuhkan / paling diminati oleh perusahaan”.
Ke-9 skill tersebut adalah sebagai berikut ini.

1. Programming / Application Development
2. Help Desk / Technical Support
3. Project Management
4. Networking
5. Business Intelligence
6. Security
7. Web 2.0
8. Data Center
9. Telecommunications

Seperti Naren bilang, sisi bagusnya adalah Microsoft punya track sertifikasi untuk sebagian besar dari the hottest IT skills tersebut :-) Sebagai contoh untuk skill Help Desk / Technical Support, Microsoft punya track sertifikasi MCDST untuk Windows XP atau MCITP Enterprise Support Technician untuk Windows Vista, dan kedua sertifikasi tersebut hingga saat ini memang masih banyak dibutuhkan di kalangan perusahaan. Jadi sangat wajar jika banyak responden yang memilih keahlian Help Desk / Technical Support untuk dimasukan kedalam the Hottest Skill tersebut.

Lantas apa untungnya kita memiliki sertifikasi berkaitan dengan 9 skill tersebut ? Jawabannya jelas untuk membedakan diri kita dengan yang lain. 9 skill diperebutkan oleh setiap orang agar mendapat tempat di perusahaan dan tentunya dengan memiliki sertifikasi Microsoft kita sudah berusaha untuk selangkah lebih maju dibandingkan dengan orang yang belum memiliki sertifikasi.

Posted: Jan 14 2009, 08:56 AM by Aris | with no comments
Filed under:
My First Ebook: Mengenal Sertifikasi Microsoft

mengenal-sertifikasi-microsoft_cover

Memanfaatkan momen akhir tahun, dimana kerjaan agak nyantai + banyak hari libur juga :D Lantas mencoba untuk share sesuatu dengan memposting serangkaian tulisan tentang Sertifikasi Microsoft, dan setelah rangkaian tulisannya selesai, malah kepikiran buat dibikin ebook aja sekalian, setidaknya agar lebih mudah untuk dibaca, barangkali aja ada yang membutuhkan :-)

Ini ebook pertama saya di komunitas, pepatah bilang tak ada gading yang tak retak, demikian juga dengan ebook ini yang pastinya masih jauh dari apa yang namanya bagus apalagi sempurna. So.. segala kritik, saran bahkan celaan untuk ebook ini dipersilahkan saja karena memang itu yang dibutuhkan untuk lebih berkembang.

Silakan juga disebarluaskan ebook-nya jika memang perlu, asalkan tentu saja mencantumkan sumber aslinya.

Demikian dan mudah-mudahan ada gunanya.

Daftar Isi:

  • Mengenal Sertifikasi Microsoft
  • Sertifikasi Microsoft Klasik
  • Sertifikasi Microsoft Generasi Baru
  • Skema Upgrade pada Sertifikasi Microsoft
  • Keuntungan Memiliki Title Sertifikasi Microsoft
  • Mengenal Soal Ujian Sertifikasi Microsoft
  • Persiapan Menghadapi Ujian Sertifikasi  Microsoft
  • Prosedur Pendaftaran Ujian Sertifikasi Microsoft
  • Proses Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Microsoft
  • Mengenal Sertifikasi Microsoft selain Program Sertifikasi MCP
  • Lampiran 1 Daftar Kode Ujian Microsoft
  • Lampiran 2 Daftar APTC di Indonesia

download

Posted: Jan 03 2009, 07:56 PM by Aris | with 8 comment(s)
Filed under: ,