April 2009 - Posts
Seperti yang pernah saya tulis disini, Microsoft akhirnya merilis juga Service Pack 2 untuk paket aplikasi Microsoft Office 2007. Banyak perbaikan dan peningkatan, terutama dari sisi kinerja serta peningkatan untuk dukungan format file yang lebih variatif yang terdapat dalam Service Pack 2 ini.
Informasi lengkap tentang Service Pack 2 ini berikut link untuk men-downloadnya (sekitar 290 MB), bisa dilihat pada link berikut ini:
http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyId=B444BF18-79EA-46C6-8A81-9DB49B4AB6E5&displaylang=en
Daftar lengkap semua perbaikan serta peningkatan yang dimuat didalam Service Pack 2 ini bisa di-download pada link berikut ini (dalam format XLSX):
http://download.microsoft.com/download/C/2/C/C2C36159-600C-4EEA-B80A-F988EE7A418F/2007%20Office%20Service%20Pack%202%20Changes.xlsx
Language Pack atau Paket Bahasa untuk Service Pack 2 ini juga sudah tersedia dan bisa diambil pada link berikut ini:
http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyId=E1203DB2-1CC9-4809-9B6E-3F232CB8899F&displaylang=en
Mudah-mudahan ada gunanya.
Akhirnya, setelah memperpanjang status MCT (Microsoft Certified Trainer) saya minggu kemarin, hari ini datang juga email konfirmasi untuk login ke situs TechNet Plus. Yap.. mulai tahun ini, setiap MCT akan mendapatkan layanan ini secara GRATIS untuk satu tahun kedepan.. :-)
Apa sebenarnya TechNet Plus itu ? Seperti kita ketahui bahwa Technet adalah “gudangnya resource” untuk produk dan teknologi Microsoft yang bisa diakses secara gratis di alamat:
http://technet.microsoft.com/id-id/default.aspx. Sementara Technet Plus adalah versi berbayar dari Technet tersebut. Selain itu perbedaan lainnya adalah pelanggan Technet Plus akan mendapatkan:
- Full-Version software untuk bahan pembelajaran kita tanpa ada limitasi waktu
- Kesempatan untuk mencoba Software Beta sebelum dirilis ke publik
- Technical Information Library
- Professional Support Incidents
- Managed newsgroups
- Online concierge Chat
- Technical training resources
- Microsoft E-Learning Courses
Technet Plus sendiri menyediakan dua layanan dengan biaya yang berbeda, yaitu:
- TechNet Plus Direct dengan biaya tahunan sekitar $349
- TechNet Plus Single User dengan biaya tahunan sekitar $599
Perbedaan dari kedua layanan tersebut adalah pelanggan Single User mendapatkan resource dalam bentuk DVD sementara pelanggan Direct harus mendownload resource tersebut. Dan mulai tahun ini MCT diberikan penghargaan untuk secara otomatis mendapatkan layanan sebagai pelanggan Direct yang artinya saya harus mendownload dulu software / resource yang saya butuhkan. Contoh tampilan situs downloadnya sebagai berikut ini, lengkap dengan Product Key-nya :D
Buat saya, gebrakan Microsoft di tahun ini yang memberikan fasilitas Technet Plus untuk para pemegang sertifikasi MCT ini termasuk luar biasa. At least, kesempatan untuk belajar dan memperdalam skill serta knowledge menjadi lebih mudah.
Mudah-mudahan fasilitas ini tidak hanya untuk tahun ini saja, tapi bisa berlanjut juga untuk tahun-tahun berikutnya. Dan mudah-mudahan juga dengan adanya fasilitas ini saya bisa lebih banyak share lagi ke komunitas ini.
Well.. ini kado yang indah di akhir minggu ini.. :-)
Berhubung sebentar lagi Office 2007 Service Pack 2 akan segera dirilis secara resmi (mudah-mudahan tepat waktu), ada baiknya jika kita mengetahui versi atau build number Office 2007 yang ter-install di komputer kita. Ada beberapa cara untuk mengetahui versi ini. Cara pertama tentunya adalah cara yang paling umum dilakukan, yaitu dengan melihat kotak dialog About dimana kita dapat melihat versi Office 2007 secara global.
Pada Office 2007, informasi About ini letaknya agak tersembunyi. Untuk melihatnya, jalankan salah satu aplikasi Office, misalnya Word 2007. Klik Office Button lalu klik Word Options. Pada kotak dialog Word Options yang tampil, pilih Resource di kolom sebelah kiri. berikutnya perhatikan di kolom sebelah kanan, di bagian yang paling bawah terdapat informasi About berikut tombol untuk mengaksesnya. Kita tidak perlu menekan tombol tersebut karena versi Office yang kita gunakan sudah tampak disana. Tampak dalam gambar berikut ini bahwa saya menggunakan Office 2007 dengan versi atau buid number 12.0.4518.1014.
Cara lainnya adalah cara untuk mengetahui versi yang lebih detail, yaitu versi untuk tiap-tiap aplikasi Office 2007. Untuk melihatnya gunakan Windows Explorer lalu browse ke folder dimana kita meng-install Office 2007 ini. Secara default lokasi instalasi Office 2007 berada di C:\Program Files\Microsoft Office\ dan yang harus kita lihat adalah file executable-nya yang berada di folder C:\Program Files\Microsoft Office\Office12\. Berikutnya tinggal dekatkan pointer mouse ke salah satu file executable, misalnya ke file executable Word 2007 yang bernama WINWORD. Perhatikan informasi yang muncul saat pointer mouse kita dekatkan ke file tersebut. Disana akan terlihat versi Office yang kita gunakan yaitu di bagian File version.
Dari gambar tersebut terlihat bahwa versi Word 2007 yang saya gunakan adalah 12.0.4518.1014.
Sekedar informasi tambahan berikut ini adalah tabel yang berisikan daftar versi / build number Office 2007 yang resmi dirilis oleh Microsoft yang saya ambil dari situs http://blogs.technet.com. Pada daftar tersebut terlihat ada file MSO.DLL. File ini terdapat di folder C:\Program Files\Common Files\Microsoft Shared\OFFICE12\.
Demikian dan mudah-mudahan ada gunanya.
Dari beberapa sumber di Internet didapatkan berita bahwa Microsoft akan merilis Office 2007 Service Pack 2 pada tanggal 28 April tahun ini. Selain perbaikan beberapa bugs dan (mungkin) peningkatan di sisi security juga, SP2 ini akan berisikan beberapa update yang tampaknya cukup berguna bagi para pengguna Office. Diantaranya yang menurut saya termasuk gebrakan dari Microsoft adalah adanya dukungan untuk format file yang umum digunakan pada platform OpenSource yaitu Open Document Format (ODF). Mahluk apa itu ODF ? bisa dibaca pada tulisan ini. Lalu fitur untuk menyimpan file dalam format PDF / XPS sudah disertakan sehingga pengguna tidak perlu lagi untuk menginstall add-in lainnya. Peningkatan lainnya yang mungkin berguna adalah fasilitas untuk meng-ungroup SmartArt Graphics.
Masih menurut beberapa berita yang saya baca, katanya SP2 ini juga tidak akan di-integrasikan (slipstreaming) kedalam paket instalasi Office 2007. Karena sebuah un-installer akan turut disertakan sehingga pengguna dapat kembali lagi ke SP1 tanpa harus melakukan instalasi ulang Office 2007 secara keseluruhan. Jika berita ini benar, maka pengguna yang membeli Office 2007 setelah SP2 dirilis tetap harus mendownload lalu meng-install SP2 ini secara terpisah.
Di beberapa situs Torrent terkenal serta beberapa situs Undeground, “leaked version” dari Office 2007 SP2 ini dengan ukuran file sekitar 287 MB sudah beredar dengan build number 12.0.6416.1000, yang jika kita bandingkan dengan build number dari Office 2007 SP1 (12.0.6331.5000) memang tampak meyakinkan.
Namun tentunya sangat tidak disarankan untuk mendownload sekarang. Walaupun build numbernya tampak meyakinkan tapi kita harus tetap waspada karena bisa saja didalamnya telah disusupi entah kode-kode jahat, virus ataupun trojan yang bisa membahayakan system kita. Toh SP2 ini akan dirilis secara resmi sebentar lagi dan gratis ***.
Daftar beberapa perbaikan serta peningkatan fitur untuk produk desktop yang dimuat dalam Office 2007 SP2 adalah sebagai berikut.
Access
- The ability to export reports to Excel has been added.
- Fixes for issues with the import data wizards, report printing and previewing, macros, Excel integration, and date filters.
- Updates to Access Developer Extensions are now included in SP2.
Excel
- The charting mechanism has improved robustness and targeted performance improvements.
- A chart object model has been added to Word and PowerPoint.
- Improved printing of graphical content, especially on PCL printers.
Groove
- Improved form tools.
- Synchronization reliability has been improved.
InfoPath
- Increased compatibility between InfoPath forms and other Microsoft products, such as Groove and Outlook.
OneNote
- SharePoint synchronization has been improved which helps reduce the load on SharePoint servers and produce fewer errors.
Outlook
- Performance in startup, shutdown, view rendering, and folder switch has been improved.
- Calendar updates, search, and RSS are more reliable.
- The object model has been improved.
PowerPoint
- Resaving of files is faster.
- Several printer-specific problems have been fixed.
- The Microsoft Office Excel Chart Object Model has been more fully integrated.
Project
- The scheduling engine, Active Cache, and Gantt charts all have improvements.
- There is additional reliability with earlier versions of the .mpp format.
Publisher
- Fixes have been made in the following areas: print preview, compatibility with Internet Explorer 8, e-mail on Windows Vista, and saving to the Content library.
Visio
- Improved compatibility with other Microsoft products in several key scenarios, such as inserting Visio drawings as linked objects in PowerPoint or Word, exporting reports to Excel, and saving drawings as Web pages for browsing in Internet Explorer 8.
Word
- Fidelity of PDF and XPS output has been enhanced.
- Fuller integration of the Microsoft Office Excel Chart Object Model.
Daftar diatas diambil dari situs Microsoft Update Product Team Blog.
Microsoft masih merupakan salah satu vendor IT terbesar saat ini, dan mengikuti program Sertifikasi dari Microsoft jelas merupakan suatu nilai tambah untuk meningkatkan daya saing bagi seseorang yang sudah maupun yang hendak berkarir di bidang IT. Dengan melihat hal tersebut, maka BeLogix Indonesia, PT. sebagai salah satu penyelenggara training IT di kota Bandung kembali menyelenggarakan kompetisi GRATIS pada tanggal 17 - 20 Juni 2009 dimana pemenangnya akan mendapatkan hadiah utama berupa kesempatan untuk mengikuti ujian Sertifikasi Microsoft GRATIS! disamping kesempatan untuk mendapatkan hadiah menarik lainnya.
Kompetisi ini diusahakan untuk rutin diadakan setiap tahun, dan tahun ini adalah yang ke-8 kalinya dari sejak diadakan pertama kali pada tahun 2001. Tujuan utama dari kompetisi ini adalah untuk memberikan gambaran serta meningkatkan rasa keingintahuan masyarakat tentang program Sertifikasi Microsoft.
Untuk mengikuti kompetisi ini tidak ada syarat apapun yang diberlakukan. Setiap orang yang memang tertarik untuk mengikuti dan mengetahui tentang apa itu program Sertifikasi Microsoft dipersilahkan untuk mendaftar. Namun setiap peserta diwajibkan untuk membayar uang deposit sejumlah Rp. 20.000,-. Uang deposit ini akan dikembalikan kepada peserta pada saat pelaksanaan kompetisi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keseriusan peserta tersebut dalam mengikuti kompetisi ini.
Dan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat maka kompetisi ini tidak diperkenankan untuk diikuti oleh orang yang telah memiliki Sertifikat Microsoft serta orang yang merupakan pemenang kompetisi sebelumnya.
Setiap peserta akan menggunakan komputer untuk menjawab serangkaian soal yang mengacu pada salah satu track ujian Sertifikasi Microsoft. Tipe soal mengikuti tipe soal pada ujian Sertifikasi Microsoft yang sesungguhnya, seperti misalnya Multiple Choice, Drag & Drop, Hot Spot, dan lain sebagainya.
Berikut ini beberapa foto pada pelaksanaan kompetisi tahun-tahun sebelumnya. Terlihat bahwa semua peserta tampak serius dalam menjawab rangkaian soal yang ditampilkan pada layar monitor.
Jumlah soal pada kompetisi ini adalah 30 soal dengan batas waktu pengerjaan 45 menit. Pemenang akan ditentukan berdasarkan score tertinggi serta waktu pengerjaan tercepat. Soal yang diujikan mengacu pada materi MCTS 70-620: Configuring Vista Client, dengan gambaran materi sebagai berikut:
- Install and upgrade Windows Vista
- Configure and troubleshoot post-installation system settings
- Configure Windows Vista security features
- Configure Windows Vista network connectivity
- Configure applications included with Windows Vista
- Maintain and optimize systems that run Windows Vista
- Configure and troubleshoot mobile computers and devices
Berikut ini foto beberapa pemenang pada kompetisi tahun-tahun sebelumnya.
Dan untuk tahun ini, Andakah pemenangnya ?
Di Bagian 2 dari rangkaian tulisan ini, kita sudah mengenal fasilitas Form pada Word 2007 berikut cara menggunakannya pada sebuah formulir sederhana. Pada bagian 3 yang merupakan bagian terakhir ini, kita akan membahas cara memproteksi formulir tersebut dengan menggunakan perintah Protect Document.
Buka kembali dokumen formulir yang telah kita simpan sebelumnya.
Klik menu Review pada Menu-bar lalu klik Protect Document pada Ribbon-bar dan pilih Restrict Formatting and Editing.
TaskPane untuk Restrict Formatting and Editing akan terbuka disamping kanan bidang aplikasi Word 2007. Pada bagian 2. Editing Restrictions, pastikan terdapat tanda ceklist pada Allow only this type of editing in the document. Lalu pada daftar dibawahnya pilih Filling in forms.

Arti dari pengaturan tersebut adalah kita menerapkan penguncian / proteksi pada dokumen kita agar tidak dapat di-edit kecuali untuk pengisian Form saja.
Langkah terakhir adalah menyetujui proses penguncian tersebut dengan menekan tombol Yes, Start Enforcing Protection pada bagian 3. Start enforcement.
Kotak dialog Start Enforcing Protection akan terbuka dan meminta kita untuk mengisi password. Akhiri dengan menekan tombol Ok.
Simpan kembali lalu tutup dokumen formulir tersebut.
Sekarang cobalah untuk membuka kembali dokumen formulir tersebut. Perhatikan bahwa semua icon pada Ribbon-bar berada dalam kondisi non-aktif dan tidak dapat digunakan. Dan kita juga tidak dapat melakukan perubahan apapun pada dokumen kecuali mengisi field-field yang telah kita seting sebelumnya.
Perhatikan juga bagian Jenis Kelamin dan Umur, terlihat bahwa formulir kita sekarang terlihat lebih interaktif :-)
Jangan lupa untuk menggunakan Table Styles agar formulir kita tampak lebih cantik dan tentunya terlihat lebih Professional.
Jika kita ingin melakukan perubahan pada formulir tersebut kita harus membuka dulu proteksinya. Caranya adalah klik kembali menu Review pada Menu-bar lalu klik Protect Document pada Ribbon-bar dan pilih Restrict Formatting and Editing. Pada TaskPane yang terbuka klik tombol Stop Protection.
Masukan password yang sesuai.
Setelah itu kita dapat melakukan editing / perubahan pada seisi dokumen karena proteksinya telah dihilangkan. Setelah perubahan selesai, aktifkan lagi proteksinya agar formulir tersebut dapat digunakan kembali.
Dan rangkaian tulisan tentang membuat formulir dengan Word 2007 ini selesai sampai disini. Silakan untuk dipelajari lebih lanjut dan mudah-mudahan ada gunanya :-)
Pada tulisan sebelumnya kita sudah mengenal pembuatan formulir pada Word 2007 dengan bantuan Tabs atau Tabel. Sebenarnya dengan bantuan Tabs atau Tabel saja formulir kita sudah tampak lebih professional, baik dari segi desain maupun dari segi kerapihan, namun sayangnya saat formulir tersebut akan kita isi, kesalahan dapat saja terjadi, terutama jika kita mengisinya dengan buru-buru. Kesalahan seperti apa yang mungkin terjadi ? Perhatikan contoh formulir berikut ini.
Pada contoh tersebut terlihat bahwa formulir telah terisi dengan benar, namun mungkin karena buru-buru mengisinya maka kata Nama dan Jenis Kelamin terhapus secara tidak sengaja. Bayangkan jika formulir ini merupakan formulir yang penting dalam urusan bisnis kita, kesalahan seperti ini tentunya tidak kita harapkan.
Untuk menghindari terjadinya kesalahan tersebut kita dapat menggunakan fasilitas Form pada Word. Form ini kemudian kita gunakan bersama dengan perintah Protect Document untuk mengunci bagian-bagian tertentu dalam formulir kita agar tidak berubah. Kegunaan lainnya dari fasilitas Form ini adalah kita dapat membuat formulir kita tampak lebih interaktif.
Pada Word 2003 fasilitas Form ini dapat dengan mudah kita akses pada menu utamanya, namun pada Word 2007, secara default fasilitas Form ini tidak ditampilkan. Untuk menampilkannya seperti biasa kita harus membuka kotak dialog Word Options. Simak tulisan-tulisan sebelumnya untuk membuka kotak dialog Word Options ini.
Pada kotak dialog Word Options yang telah terbuka, pilih Customize lalu pada bagian Choose commands from pilih All Command. Pada daftar dibawahnya cari Insert Form Field lalu klik tombol Add untuk menambahkan perintah ini kedalam Quick Access toolbar. Akhiri dengan menekan tombol Ok.
Sekarang pada Quick Access toolbar telah ditambahkan sebuah icon baru untuk menggunakan fasilitas Form yaitu Insert Form Field.
Agar lebih jelas dalam menggunakan fasilitas Form ini, buatlah formulir sederhana dalam sebuah tabel seperti berikut ini.
Tempatkan kursor pada kolom kosong disebelah kanan kolom Nama. Lalu klik icon Insert Form Field hingga kotak dialog Form Field akan terbuka.
Pada kotak dialog ini kita dapat memilih tipe data isian pada formulir kita. Untuk Nama tentunya tipe data yang kita pilih adalah Text. Berikutnya klik tombol Options untuk membuka kotak dialog Text Form Field Options. Disini terdapat banyak pengaturan yang dapat kita pilih sesuai kebutuhan.
- Type - Menentukan tipe data dengan lebih spesifik. Beberapa pilihan yang ada disini misalnya Regular text untuk teks biasa ; Number untuk data angka ; Date untuk data jenis tanggal, dlsb.
- Default text - Adalah teks default yang akan ditampilkan pada kolom isian formulir kita. Teks default ini setidaknya merupakan bantuan untuk mengisi data yang tepat pada kolom tersebut. Nilai default ini akan berubah jika Type juga berubah, misalnya jika Type adalah Date maka bagian ini akan berubah menjadi Default date, dan demikian seterusnya.
- Maximum length - Pilihan ini hanya aktif jika kita menggunakan pilihan Regular text pada bagian Type. Gunanya sudah jelas yaitu menentukan jumlah karakter maksimum yang dapat diisikan pada formulir kita.
- Text format - Menentukan format untuk tipe data yang kita pilih. Misalnya untuk Regular Text maka kita dapat memilih format besar kecilnya huruf yang digunakan (Uppercase / Lowercase / etc.). Jika kita memilih Date maka di bagian format ini kita dapat menentukan format penulisan tanggal seperti misalnya DD/MM/YY.
Sebagai contoh pilihlah seting seperti berikut ini dan abaikan seting yang lainnya.
Akhiri dengan menekan tombol Ok. Perhatikan bahwa pada kolom disebelah Nama telah muncul sebuah field kosong dengan warna yang berbeda. Field inilah yang nanti akan kita isi dengan data.
Berikutnya ketikan teks Pria lalu Wanita pada kolom disebelah kanan kolom Jenis Kelamin.
Tempatkan kursor sebelum kata Pria lalu klik icon Insert Form Field hingga kotak dialog Form Field terbuka. Pilih Check box dan tekan tombol Ok. Lakukan hal yang sama untuk kata Wanita.
Hasilnya seperti berikut ini. Terlihat bahwa kita telah membuat dua buah field kosong untuk pemilihan Pria atau Wanita.
Terakhir, tempatkan kursor pada kolom kosong di sebelah kanan kolom Umur. Klik icon Insert Form Field hingga kotak dialog Form Field terbuka. Pilih Drop-down lalu tekan tombol Options.
Kotak dialog Drop-Down Form Field Options akan terbuka. Ketikan teks 11 - 20 Tahun pada bagian Drop-down item lalu klik tombol Add untuk menambahkan teks tersebut kedalam Items in drop-down list. Lanjutkan dengan teks 21 - 30 Tahun dan 31 - 40 Tahun. Tombol Move dapat kita gunakan untuk merubah susunan teks dan tombol Remove untuk menghapus teks dari daftar yang ada. Setelah selesai tekan tombol Ok.
Hasil akhir dari formulir kita tampak pada gambar berikut ini. Terlihat bahwa sebuah field baru telah ditambahkan di sebelah kolom Umur.
Untuk merubah options pada field yang sudah jadi, tinggal klik-ganda pada field tersebut untuk menampilkan kembali kotak dialog Field Options. Pelajari lebih lanjut setiap options yang ada disana.
Sampai tahap ini, untuk sementara formulir kita telah selesai dan kita dapat menyimpannya pada hardisk, baik dalam format file DOC ataupun DOCX seperti biasanya.
Tulisan berikutnya akan membahas tentang cara memproteksi dokumen formulir tersebut.
…bersambung..
Semua orang pasti mengenal sebuah tipe dokumen berbentuk isian yang umum disebut dengan Formulir, bahkan seorang bayi yang baru lahir pun sudah berhadapan dengan tipe dokumen ini, yaitu saat dia harus membuat cap telapak kakinya pada sebuah formulir khusus :D.
Mengingat sangat luasnya penggunaan tipe dokumen ini, maka Microsoft pun merilis sebuah aplikasi khusus untuk membuat formulir yang dinamakan dengan InfoPath. Aplikasi ini terdapat dalam paket aplikasi Microsoft Office dan tersedia sejak versi 2003. Namun sayangnya InfoPath hanya tersedia pada paket Office Professional dan Enterprise yang tentunya memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan paket lainnya.
Sebagai alternatif dari InfoPath, tentu saja kita bisa mendayagunakan Word untuk urusan pembuatan formulir ini, memang fitur yang akan kita dapatkan tidak akan secanggih fitur dalam InfoPath, namun untuk urusan pembuatan formulir sederhana yang umum digunakan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan korporat sekalipun, Word sudah mencukupi.
Sebagai contoh kita akan mencoba membuat formulir sederhana dengan isi sebagai berikut:
Salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam pembuatan formulir menggunakan Word adalah tidak sejajarnya teks yang kita ketikan, terutama untuk simbol titik dua (“:”) dan teks setelah titik dua. Hal ini disebabkan sistem operasi saat ini yang menggunakan model TrueType Fonts (TTF) dengan lebar setiap karakter huruf yang tidak sama satu sama lain. Umumnya pengguna Word menggunakan bantuan tombol spacebar pada keyboard, namun hasil yang didapat malah berantakan. Contohnya seperti berikut ini.
Hasil seperti ini tentu saja tidak kita harapkan, apalagi jika formulir yang kita buat untuk urusan bisnis. Sebagai solusinya, kita dapat menggunakan bantuan Tabs. Umumnya cukup digunakan 2 buah Tab saja, yaitu 1 Tab untuk simbol titik dua dan 1 Tab lagi untuk teks setelah simbol titik dua.
Penggunaan Tabs lebih lanjut dapat dilihat pada tulisan sebelumnya di link berikut ini:
Alternatif lainnya selain dari penggunaan Tabs adalah menggunakan bantuan Tabel.
Agar formulir kita terlihat lebih professional, gunakan fitur Table Styles. Pada Word 2007 tersedia beberapa desain tabel siap pakai lengkap dengan komposisi warnanya hingga dengan cepat kita dapat mempercantik tabel kita. Caranya cukup letakan kursor didalam tabel dan perhatikan pada Menu-Bar akan muncul menu baru yaitu Design dan Layout yang berada dibawah kategori Table Tools.
Klik Design lalu pada Ribbon-Bar di bagian Table Styles tinggal pilih desain tabel yang kita inginkan.
Dan sekarang formulir yang kita buat sudah tampak lebih professional :-)
…bersambung..
Saat bekerja dengan tabel pada aplikasi Word, kita mungkin pernah melakukan kesalahan saat entri data seperti tampak dalam gambar berikut ini.
Tabel tersebut telah selesai, demikian juga dengan desainnya yang sudah cantik. Namun perhatikan pada kolom tanggal, disana terdapat kesalahan sederhana karena ternyata bulan-nya tidak berurutan. Untuk memperbaikinya, aplikasi Word sebenarnya punya perintah Sort yang berfungsi untuk mengurutkan data secara otomatis, namun kondisi data seperti itu sangat tidak mungkin untuk diurutkan secara otomatis. Kecuali jika data tersebut berupa angka atau suatu kata dengan huruf depan yang jelas.
Lantas, bagaimana cara memperbaikinya ? Kebanyakan pengguna biasanya menggunakan cara konvensional, yaitu dengan operasi Cut-Paste, atau bisa juga dihapus secara manual lalu menyisipkan baris baru, ketik ulang, dst… dst… Cara-cara seperti itu memang tidak salah, namun bayangkan jika kita bekerja dengan suatu tabel data yang kompleks dengan puluhan baris dan puluhan kolom ?
Jika kita perhatikan lagi tabel diatas, untuk memperbaiki kesalahan entri data tersebut sebetulnya kita hanya perlu memindahkan baris tertentu ke lokasi yang lain. Dan untungnya aplikasi Word punya cara cepat untuk itu :-)
Kita hanya perlu menggunakan kombinasi tombol shortcut SHIFT + ALT + KURSOR pada keyboard kita untuk memindahkan suatu baris tertentu ke lokasi yang lain. Bahkan kita tidak perlu memblok terlebih dahulu baris tersebut untuk melakukan proses pemindahan ini.
Jadi untuk tabel diatas, cukup tempatkan kursor mouse di baris ketiga, yaitu baris yang diawali dengan data 10 - 11 Februari. Lalu tekan dan tahan tombol SHIFT + ALT pada keyboard diikuti dengan tombol KURSOR ATAS.
Nah apa yang kita dapatkan sekarang setelah menggunakan kombinasi tombol shortcut tersebut ? Tentunya susunan baris dalam tabel kita telah berurutan :-)
Trik yang sangat mudah dan sederhana ini sempat saya presentasikan pada Event MUGI di STBA tanggal 4 April 2009 yang baru lalu. Tujuannya adalah agar pengguna aplikasi Office mulai mengenal dan membiasakan berbagai macam kombinasi tombol shortcut keyboard yang tentunya dapat mempermudah pekerjaan kita.
Mudah-mudahan ada gunanya.
Arti kata “Leak” jika kita lihat di kamus adalah kebocoran. Di dunia Internet, khususnya di kalangan komunitas underground, Leak bisa diartikan sebagai distribusi ilegal dari sebuah software yang sebetulnya masih dalam tahapan internal testing. Software yang diberi gelar Leaked Version ini biasanya mulai menyebar lewat situs-situs jaringan Peer2Peer (P2P) seperti misalnya situs-situs Torrent yang kebanyakan berasal dari daerah China atau Russia.
Gencarnya promo Microsoft untuk sistem operasi terbaru mereka yaitu Windows 7 membuat banyak orang yang penasaran untuk mencobanya. Dan hal inilah yang menyebabkan beredar juga Windows 7 yang memiliki gelar Leaked Version.
Lantas kenapa kita mesti hati-hati dengan Leaked Version tersebut ? Alasannya sudah jelas. Yang utama adalah karena software tersebut masih berada dalam pengawasan Internal yang tentunya masih mengandung banyak bugs, error ataupun masalah-masalah lainnya yang membuat software tersebut memang belum layak untuk dirilis. Alasan lainnya adalah orang yang menyebarkannya bisa saja punya tujuan yang tidak baik, tidak menutup kemungkinan bahwa dia menyimpan script-script berbahaya bahkan trojan sekalipun yang kemudian dibungkus dengan indah dalam sebuah software yang dinantikan oleh banyak orang yang penasaran !
Untuk Windows 7 sendiri, sejauh ini memang telah banyak beredar Leaked Version-nya, baik di situs-situs P2P, di situs-situs file sharing bahkan di situs blog pribadi. Beberapa Leaked Version tersebut diantaranya adalah:
- Windows 7 Build 6519
- Windows 7 Build 6801
- Windows 7 Build 6956
- Windows 7 Build 7000 Beta
- Windows 7 Build 7022
- Windows 7 Build 7048
- Windows 7 Build 7057
- Windows 7 Build 7068
- Windows 7 Build 7070
Sekarang apa yang kita inginkan ? Apakah kita mau nekad mencoba Windows 7 Leaked Version yang sudah pasti ilegal dan memiliki kemungkinan berisi kode-kode jahat yang bisa mengancam keamanan data kita ataukah kita memilih untuk bersabar ?
Semuanya tentu saja kembali ke masing-masing pengguna itu sendiri :-)
Windows 7 Demo Toolkit (WDT) adalah sebuah paket yang bisa digunakan untuk mendemokan Windows 7. Sebagai dasar pengoperasiannya, WDT menggunakan apa yang dinamakan dengan Foundation Suite, dimana didalamnya berisikan rutin instalasi Windows 7 yang siap untuk dikonfigurasi, beberapa demo script, serta sekumpulan software pendukung lainnya seperti misalnya Windows Live Essentials, Internet Explorer 8, Office 2007 hingga Forefront.
WDT ini tersedia dalam 2 cita rasa, yaitu 32 bit dan 64 bit yang dikemas dalam bentuk image ISO yang siap pakai. Saat tulisan ini dibuat versi Windows 7 yang digunakan masih versi Beta Build 7000 yang beberapa waktu lalu sempat dirilis Microsoft untuk didownload publik secara gratis. Rencananya, setelah Windows 7 RC dirilis maka versi Windows 7 untuk WDT ini juga akan di-upgrade dengan versi RC tersebut.
WDT ini tersedia lewat layanan Microsoft Connect. Silakan kunjungi link berikut ini untuk mendownloadnya sekaligus untuk mendapatkan informasi tambahan lainnya.
http://connect.microsoft.com/InvitationUse.aspx?ProgramID=%202978&SiteID=409&InvitationID=%20WDT-TDGR-8H8H
Dan seperti halnya situs-situs Microsoft lainnya, tentu saja layanan Microsoft Connect ini juga membutuhkan Live ID.
Berikut ini screenshot dari daftar download WDT di situs Microsoft Connect.

Nah.. buat yang bergelut di bidang IT training dan sudah mulai melakukan pemanasan untuk menyusun modul training Windows 7 atau barangkali ada yang mulai mencoba menawarkan proyek dengan Windows 7, mungkin WDT ini bisa berguna hehehe… :D
Sementara saya sendiri malah belum mendownloadnya, soalnya sizenya relatif besar dan kebetulan juga bandwidth ditempat saya yang lagi agak seret :-(
Mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Ingin tau lebih banyak tentang fitur-fitur unggulan Windows 7 ? Silakan telusuri koleksi video screencast di situs Technet Microsoft:
http://technet.microsoft.com/en-us/windows/dd320282.aspx
Koleksi Screencast tersebut dapat kita nikmati dengan bantuan dari teknologi Silverlight. Atau bila perlu, bisa didownload juga dalam format WMV.
Saat tulisan ini dibuat, beberapa fitur yang bisa kita dapatkan di situs Technet tersebut adalah:
- User State Migration Tool
- BranchCache
- DirectAccess
- User Account Control
- Windows Troubleshooting Platform
- AppLocker
- Explore Deployment Image Servicing and Management (DISM)
- Enterprise Application Compatibility
- Problem Steps Recorde
- BitLocker and BitLocker to Go
- Windows PowerShell 2.0
- dan tentunya masih akan terus bertambah.
Sekarang tinggal sediakan sedikit waktu luang serta secangkir kopi hangat dan segeralah meluncur kesana. Jangan lupa juga untuk terus memantau situs tersebut lewat RSS agar tidak ketinggalan jika ada Screencast baru yang ditambahkan disana :-)
Pada tulisan sebelumnya kita sudah mengenal operasi Tab dengan menggunakan klik-mouse pada Horisontal Ruler. Untuk mengatur ukuran penempatan Tab yang lebih presisi serta penambahan variasi lainnya, kita dapat menggunakan kotak dialog Tabs.
Ada 2 cara untuk menampilkan kotak dialog Tabs ini. Pertama adalah dengan klik-ganda pada simbol Tabs di Horisontal Ruler atau dengan menambahkan icon Tabs pada Quick Access toolbar. Caranya sebagai berikut ini.
- Klik tombol Office Button di sudut kiri atas aplikasi Word lalu klik Word Options.
- Di bagian kiri klik Customize. Lalu pada bagian Choose commands from pilih All Commands. Pada daftar command yang tersedia, cari perintah Tabs lalu klik tombol Add untuk menambahkan perintah tersebut pada Quick Access toolbar.
- Akhiri dengan menekan tombol Ok.
- Kita lihat pada Quick Access toolbar telah ditambahkan icon baru untuk membuka kotak dialog Tabs.
Terserah cara manapun yang kita gunakan karena kedua cara tersebut akan membuat Word menampilkan kotak dialog Tabs seperti gambar berikut ini.
Penjelasan dari kotak dialog tersebut adalah sebagai berikut.
Tab stop position
Merupakan lokasi Tab pada Horisontal Ruler yang dapat kita tentukan secara bebas. Disini kita dapat menempatkan Tab pada ukuran yang lebih presisi. Cara menempatkannya adalah cukup ketikan ukuran posisi Tab yang kita inginkan pada kolom yang kosong lalu klik tombol Set hingga ukuran tersebut masuk ke daftar dibawahnya. Kita dapat memasukan hingga beberapa ukuran sekaligus.
Untuk menghapus ukuran, klik terlebih dahulu ukuran yang akan kita hapus pada daftar lalu klik tombol Clear. Sementara tombol Clear All kita gunakan untuk menghapus semua nilai ukuran yang ada.
Alignment
Menentukan jenis Tab yang akan kita gunakan, yaitu Left Tab, Center Tab, Right Tab, Decimal Tab dan Bar Tab. Penjelasan tentang jenis-jenis Tab ini dapat dilihat pada tulisan sebelumnya disini.
Leader
Adalah karakter yang mengikuti Tab yang kita telah kita tempatkan. Contoh penggunaan Leader ini dapat kita temukan pada sebuah Daftar Isi, dimana ada karakter berupa titik-titik sebelum nomor halaman pada daftar isi tersebut. Agar lebih jelas memahami Leader ini, cobalah untuk membuat sebuah posisi Tab dengan ukuran misalnya 8 cm lalu pilih Alignment Right dan pilih Leader 2.
Sekarang pada dokumen kita terlihat simbol Right Tab telah ditambahkan pada Horisontal Ruler. Cobalah untuk mengetikan sembarang kata lalu tekan tombol Tab pada keyboard. Dan contoh hasilnya akan tampak seperti gambar berikut ini.
Secara default Word menempatkan Leader pada pilihan 1 yaitu None. Pada kotak dialog tersebut juga terlihat bahwa Word telah menempatkan lokasi Tab pada ukuran 1,27 cm secara default.
Penutup
Demikian 2 tulisan saya tentang kegunaan dari Tab ini. Mudah-mudahan ada gunanya.
Tulisan berikut ini sebagai jawaban pertanyaan yang diajukan saat break dari salah seorang peserta seminar di STBA, 04 April 2009 yang lalu. Pertanyaannya adalah: “Apa sebetulnya kegunaan dari Tab pada aplikasi Word ?”
Tab digunakan untuk menandai lokasi tertentu sebagai tempat penghentian obyek pada dokumen Word sehingga obyek tersebut akan berada pada posisi yang rata. Kita dapat menentukan arah perataannya, apakah rata kiri, kanan ataupun tengah. Lalu apa bedanya dengan perintah Alignment yang juga mengatur perataan obyek dalam dokumen Word kita ?
Alignment mengatur perataan obyek berdasarkan paragraf, sementara Tab tidak. Agar lebih jelas untuk melihat perbedaan tersebut cobalah untuk membuat 3 buah piramid berisikan angka 1,2 dan 3 pada dokumen Word kita, contohnya seperti berikut ini.
Bisakah kita membuatnya dengan menggunakan perintah Alignment ? Jelas bisa saja, namun tentunya membutuhkan waktu yang relatif lama, sementara dengan bantuan Tab kita dapat membuat piramid tersebut dengan lebih mudah dan lebih cepat.
Jenis Tab
Pada aplikasi Word ada 5 jenis tab yang bisa kita gunakan, yaitu:
Left Tab - Menentukan posisi obyek agar rata kiri.
Center Tab - Menentukan posisi obyek agar rata tengah.
Right Tab - Menentukan posisi obyek agar rata tengah.
Decimal Tab - Menentukan posisi angka dibelakang koma pada nilai desimal agar rata.
Bar Tab - Tab yang ini tidak mengatur posisi obyek, namun menyisipkan sebuah vertikal bar di posisi tertentu.
Ruler
Ruler atau penggaris adalah alat bantu ukur pada bidang aplikasi Word 2007. Ada 2 jenis ruler yaitu Vertical Ruler dan Horisontal Ruler.
Dalam hubungannya dengan Tab, ruler digunakan untuk melihat dimana posisi Tab berada. Jika pada Word yang kita gunakan ruler-nya tidak ada, maka kita harus mengaktifkannya terlebih dahulu. Klik menu View lalu pada Ribbon-bar di bagian Show/Hide beri tanda centang pada Ruler untuk menampilkan ruler tersebut.
Dengan adanya ruler maka posisi Tab terlihat dengan jelas. Contohnya seperti berikut ini.
Cara Cepat Menggunakan Tab
Dengan bantuan ruler, kita dapat membuat sekaligus mengatur Tab dengan mudah. Perhatikan disudut kiri atas tempat pertemuan Horisontal Ruler dan Vertical Ruler. Disana terdapat sebuah kotak kecil dengan simbol Tab didalamnya. Klik beberapa kali didalam kotak tersebut untuk mencari jenis Tab yang akan kita gunakan. Sebagai contoh saya memilih Right Tab.
Setelah kita memilih jenis Tab yang akan digunakan, langkah berikutnya menempatkan Tab tersebut. Caranya cukup dengan klik mouse pada ukuran tertentu di Horrisontal Ruler sesuai dengan kebutuhan kita. Sebagai contoh, saya menempatkan Right-Tab tersebut pada ukuran 4,25 cm di Horisontal Ruler.
Sekarang saatnya kita mencoba posisi Tab tersebut. Tekan tombol Tab pada keyboard maka kursor secara otomatis akan berpindah ke posisi dimana Tab tersebut berada, yaitu pada ukuran 4,25 cm. Jika kita ketikan teks disana maka akhir dari teks tersebut akan selalu berada pada ukuran 4,25 cm. Cobalah untuk menekan Enter lalu tekan tombol Tab kembali pada keyboard. Ketikan lagi sembarang teks dan lanjutkan dengan beberapa teks lagi. hasil akhirnya kita dapat melihat bahwa semua teks yang kita ketikan akan selalu berada pada posisi rata kanan di 4,25 cm.
Memindahkan Posisi Tab
Jika ternyata posisi Tab tidak sesuai dengan harapan kita, tentu saja kita dapat memindahkannya. Caranya cukup dengan menggeser simbol Tab tersebut pada Horisontal Ruler. Dan perhatikan bahwa jika simbol Tab kita geser maka obyek yang menyertai Tab tersebut juga akan ikut bergeser :-)
Menghapus Tab
Untuk menghapus Tab caranya sangat mudah, tinggal klik pada simbol Tab tersebut, tahan lalu geser keluar area Horisontal Ruler.
Menggunakan Multiple Tab
Kita dapat menggunakan beberapa Tab sekaligus dalam satu baris dokumen. Kembali lagi ke contoh piramid diatas, disana saya menggunakan 3 buah Center-Tab sekaligus. Jadi gunakanlah Tab berapa buah pun dalam dokumen kita, tujuannya tentu saja agar dokumen kita tampak lebih rapih dengan posisi teks / obyek yang rata dan sejajar sehingga dapat menimbulkan kesan professional.
Pada event MUGI di STBA tanggal 4 April 2009 kemarin, saya mengawali presentasi dengan menyampaikan salam pembuka menggunakan Excel 2007 yang membacakan sendiri isi sel yang saya ketikan ! Sebetulnya saya sedikit meniru salam pembuka ala Andri Yadi saat presentasi di Unpas beberapa waktu lalu, hanya saja saat itu Andri menggunakan VSTO sementara saya tidak menggunakan bantuan apapun, baik VSTO, Makro ataupun Add-in lainnya, saya hanya menggunakan perintah Built-in atau perintah yang memang sudah disediakan oleh Excel 2007.
Sesuai dengan kegunaannya, perintah tersebut namanya Speak Cells. Secara default perintah ini tidak ditampilkan oleh Excel. Untuk menampilkannya, klik tombol Office Button di sudut kiri atas aplikasi Excel lalu klik Excel Options.
Di bagian kiri klik Customize. Lalu pada bagian Choose commands from pilih All Commands. Pada daftar command yang tersedia, masukan semua perintah Speak Cells dengan meng-klik tombol Add untuk menambahkan perintah tersebut pada Quick Access toolbar.

Akhiri dengan menekan tombol Ok.
Kita lihat pada Quick Access toolbar telah ditambahkan beberapa icon baru untuk perintah Speak Cells, yaitu:
- Speak Cells - Sama dengan tombol Play, untuk meminta Excel mulai membacakan isi sel kita.
- Speak Cells - Stop Speaking Cells - Menghentikan proses pembacaan isi sel.
- Speak Cells by Columns - Menentukan proses pembacaan searah kolom, yaitu dari atas kebawah.
- Speak Cells by Rows - Menentukan proses pembacaan searah baris, yaitu dari kiri ke kanan.
- Speak Cells on Enter - Memulai proses pembacaan dengan menekan tombol Enter.
Sekarang saatnya mencoba perintah tersebut, ketikan entri apapun pada sel di Excel. Misalnya seperti berikut ini.
Tempatkan kursor pada sel yang pertama, yaitu pada sel A1. Lalu pada Quick Access toolbar klik tombol Speak Cells by Columns dan klik tombol Speak Cells. Dan Excel akan mulai membacakan isi sel kita ! Jangan lupa untuk mengatur volume suara terlebih dahulu.
Gitu aja dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya :-)