June 2009 - Posts
Daisy (Digital Accessible Information SYstem) adalah nama sebuah konsorsium yang bertujuan mulia dengan membantu orang yang memiliki kekurangan penglihatan. Bekerjasama dengan Microsoft, Daisy membuat sebuah Add-Ins untuk aplikasi Microsoft Office Word yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan dokumennya sebagai file audio dengan format MP3 langsung pada aplikasi Word tanpa harus menginstall software 3rd party lainnya.
Add-Ins yang terus dikembangkan ini diberi nama Daisy Translator. Saat posting ini ditulis versinya sudah mencapai versi 2.1.1 dan bisa didownload di situs resminya yaitu:
http://daisy.org/projects/save-as-daisy-microsoft/
Ukuran filenya lumayan besar, yaitu sekitar 30 MB dan ini belum termasuk file komponen pendukungnya yang otomatis didownload saat instalasi berlangsung. Namun ukuran file yang besar ini rasanya wajar mengingat fungsi dari Add-Ins ini yang menyediakan fitur translasi teks to audio sekaligus Lame MP3 Converter untuk mengkonversi file audio yang dihasilkan menjadi format MP3.
Kebutuhan minimum untuk dapat mengunakan Daisy Translator ini adalah sebagai berikut:
- Microsoft .Net Framework 3.0
- Microsoft Office 2007 (Microsoft Office 2003/XP sebetulnya bisa juga, hanya sebelumnya harus sudah terpasang Add-Ins Microsoft Office Compatibility pack for Word 2007, hal ini dikarenakan Daisy hanya mengenal format file DOCX)
- Microsoft 2007 Primary Interop Assemblies (akan didownload dan diinstall secara otomatis saat instalasi)
- Java runtime 1.5
Cara instalasinya relatif mudah. Setelah file didownload, ekstrak ke sebuah folder lalu jalankan file setupnya. Pastikan sebelumnya bahwa aplikasi Word berada dalam kondisi tertutup.
Pertama kali rutin instalasi akan mendownload komponen Microsoft Office 2007 Primary Interop Assemblies dan dilajutkan dengan menginstall komponen tersebut.

Setelah komponen diinstall, proses instalasi selanjutnya biasa saja, cukup klik tombol Next beberapa kali hingga instalasi selesai.
Berikutnya jalankan aplikasi Word. Dapat dilihat bahwa sebuah tab baru telah ditambahkan yaitu tab Accessibility yang berisikan serangkaian tombol perintah untuk mengatur konfigurasi Daisy.
Jika kita klik pada Office Button, sebuah menu baru juga telah ditambahkan.
Sekarang saatnya testing. Cobalah untuk membuat sebuah dokumen sederhana, misalnya seperti berikut ini.
Sebelum mulai menjalankan proses konversi, simpan dulu dokumen tersebut sebagai file dokumen biasa (DOCX). Daisy akan menolak proses konversi jika sebelumnya file belum kita simpan.
Untuk mengkonversi dokumen tersebut, bisa menggunakan 2 cara. Yaitu menggunakan menu Save-As DAISY pada Office Button atau cara yang kedua menggunakan tombol perintah Save-As Daisy pada tab Accesibility. Cara manapun yang digunakan hasilnya tentu saja sama.
Berikutnya muncul kotak dialog yang berisikan beberapa seting untuk lokasi folder penyimpanan hasil konversi, judul hingga MP3 Bitrate.
Tutup kotak dialog ini dengan menekan tombol Translate dan proses translasi serta konversi akan dijalankan.
Sebuah kotak dialog akan ditampilkan jika proses telah selesai.
Klik tombol OK untuk menutup kotak dialog tersebut.
Sekarang lihat pada folder yang telah kita pilih sebelumnya. Pada folder tersebut terdapat beberapa file. File hasil konversi dokumen kita adalah file Speechgen002 dan file-file lainnya adalah file yang dibutuhkan jika kita kita hendak memutar hasil konversi dengan player khusus untuk Daisy.
Hasil konversi ini, jika saya putar dengan Windows Media Player memang masih belum sempurna, masih terdapat beberapa noise atau kata yang terlalu cepat dibacakan, kecuali jika hasil konversi ini diputar dengan player khusus Daisy. Mudah-mudahan versi selanjutnya sudah menyediakan perbaikannya. Lalu dari sisi pengucapan bahasa juga mungkin menjadi kendala, jika dokumen yang kita buat dalam English jelas tidak masalah, namun jika dokumen dalam bahsa Indonesia jelas hasilnya kacau. Pada tab Accesibility sebetulnya sudah ada fasilitas pemilihan bahasa ini, hanya sayangnya saat saya coba ternyata hasilnya tidak ada perubahan karena dokumen tetap dibacakan dalam logat English.
Di Internet kita juga mungkin mendapatkan banyak software player khusus untuk Daisy ini. List player yang cukup lengkap bisa kita lihat pada alamat berikut ini:
http://daisy.org/tools/tools.php?Cat=playback
Kelebihan yang didapatkan dengan menggunakan player khusus tersebut adalah selain Audio, kita juga akan mendapatkan teks yang menyertai audio tersebut, mirip dengan konsep pada video untuk karaoke. File seperti ini lazim disebut dengan Audio Book. Dan jika sebelumnya kita harus menggunakan software khusus untuk membuat Audio Book tersebut, sekarang cukup menggunakan aplikasi Word 2007 saja :-)
Sebagai penutup, imho dibalik semua kekurangan Add-Ins ini, apa yang dilakukan Microsoft dengan mendukung konsorsium Daisy ini tentunya patut kita dukung sepenuhnya.
“The DAISY Consortium envisions a world where people with print disabilities have equal access to information and knowledge without delay or additional expense”
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Secara tidak sengaja saya menemukan sebuah Add-Ins untuk Microsoft Outlook 2007 yang memungkinkan kita untuk merubah status Facebook lewat aplikasi Outlook 2007. Dan bahkan Add-Ins ini juga bisa melihat status teman-teman kita termasuk memantau aktifitas Facebook lainnya seperti Friends Request, Messages, Poke, dlsb. Imho, dari beberapa software / plugins / add-ins untuk Facebook yang pernah saya coba, tampaknya Add-Ins yang ini cukup bagus dan menjanjikan, terutama karena cara menggunakannya gampang dan tentunya sangat berguna buat para Facebook mania yang dalam aktifitas sehari-harinya berurusan dengan aplikasi Microsoft Outlook 2007, dan yang paling penting adalah Add-Ins ini dirilis secara gratis :-)
Add-Ins yang dinamakan FBLook (Facebook + Outlook) ini dibuat oleh Techhit, sebuah perusahaan yang lumayan banyak membuat beberapa Add-Ins untuk Outlook. Untuk menggunakannya dibutuhkan persyaratan minimum sebagai berikut.
- Windows 2000 / XP / Vista dengan Service Pack terakhir
- Microsoft Office Outlook 2003 SP3 / 2007 SP1
Versinya baru mencapai versi 0.1 alpha dengan ukuran file instalasinya hanya sebesar 320 KB dan bisa didownload pada situs resminya di: http://www.techhit.com/FBLook atau kunjungi juga situs Facebook-nya di:
http://www.facebook.com/apps/application.php?id=7229743486 dan
http://www.facebook.com/pages/TechHit/7886007501
Cara instalasinya sendiri sangat mudah. Tinggal jalankan file setupnya dan ikuti wizard standar khas instalasi di Windows yaitu dengan mengklik serangkaian tombol Next hingga selesai, hanya saja pastikan bahwa saat menginstall Add-Ins ini aplikasi Outlook harus dalam kondisi tertutup.
Setelah instalasi yang relatif singkat, jalankan aplikasi Outlook 2007 dan FBLook akan menambahkan sebuah toolbar baru pada Outlook kita seperti tampak pada screenshot berikut ini.

Pertama kali digunakan FBLook meminta kita untuk login ke account Facebook kita. Klik pada tombol Login to Facebook dan berikutnya sebuah kotak dialog akan muncul meminta kita untuk login ke account Facebook kita. Klik tombol OK hingga Internet Explorer secara otomatis akan terbuka. Langkah selanjutnya adalah beberapa konfirmasi yang membuat Internet Explorer akan terbuka dan menutup beberapa kali. Jangan khawatir salah karena langkah konfigurasinya memang seperti itu. Dan akhirnya FBLook meminta konfirmasi perijinan kita untuk mengakses profile kita serta konten lainnya yang mungkin dibutuhkan.

Proses konfigurasi ini diakhiri dengan pesan bahwa Internet Explorer boleh kita tutup.

Proses konfigurasi ini hanya perlu dilakukan sekali saja. Berikutnya setiap kali kita membuka aplikasi Outlook 2007 maka secara otomatis FBLook akan login juga ke Facebook, tentu saja dengan catatan bahwa PC yang kita gunakan terhubung ke Internet.
Sekarang saatnya mencoba, pada kolom status di Outlook, ketikan status yang kita inginkan.

Cek profile Facebook kita pada Internet Explorer, dan hasilnya status telah berubah mengikuti status yang kita ketikan pada Outlook :-)

Seperti telah disebutkan di awal tulisan, selain merubah status, FBLook juga dapat memperlihatkan notifikasi dari aktifitas profile Facebook kita. Pada screenshot berikut ini terlihat bahwa ada 4 Friends request yang ditujukan untuk saya.
Untuk melihat notifikasi lainnya, klik tombol panah kecil disamping notifikasi tersebut, maka kita dapat melihat New Messages, Pokes, Group / Event Invites, Wall Posts hingga status Facebook dari teman-teman kita seperti tampak pada secreenshot berikut ini.
Sekedar catatan, FBLook ini usianya bisa dibilang masih belia karena versinya saja baru mencapai versi 0.1 alpha, jadi sangat wajar jika terdapat error, bugs, ataupun kesalahan lainnya. Dan mungkin saja Add-Ins ini juga bisa mengakibatkan aplikasi Outlook menjadi tidak berfungsi dengan normal. So.. Use at your own Risk dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya :-)
Beberapa saat setelah menulis posting tentang Mengatur Add-Ins pada Word 2007, seorang rekan langsung bertanya: “Bisakah kita menonaktifkan semua Add-Ins yang terpasang pada aplikasi Office 2007 ?” Pertanyaan yang aneh, namun setelah saya eksplore pada beberapa option, ternyata Microsoft menyediakan fasilitas tersebut, entah tujuannya untuk apa, mungkin saja untuk memperbaiki masalah kompatibilitas saat aplikasi Office mengalami masalah.
Caranya sendiri sangat mudah. Buka salah satu aplikasi, sebagai contoh saya membuka aplikasi Word 2007. Lalu tampilkan kotak dialog Word Options. Berikutnya pada kotak dialog tersebut, klik pada pilihan Trust Center.
Di bagian sebelah kanan, klik tombol Trust Center Settings.
Pada kotak dialog Trust Center yang tampil, klik pilihan Add-Ins disebelah kiri. Dan di sebelah kanan tinggal hilangkan tanda ceklist pada bagian Disable all Application Add-ins. Terlihat bahwa Microsoft pun memberikan catatan bahwa dengan menonaktifkan semua Add-Ins tersebut maka fungsionalitas aplikasi akan mengalami gangguan (may impair functionality).

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Seorang peserta training pernah mengajukan pertanyaan sederhana, yaitu bagaimana caranya untuk menambahkan angka 0 dibelakang angka lainnya pada Excel 2007 ? Misalnya angka 007 ? Karena jika kita menuliskan angka 007 tersebut maka secara otomatis Excel akan merubahnya menjadi angka 7 saja tanpa awalan angka 0. Rasanya semua pengguna Excel pasti tahu jawabannya, yaitu dengan menambahkan simbol ‘ saat menuliskan angka tersebut. Jadi untuk menuliskan angka 007 tersebut, pada sel di Excel kita tulisan ‘007 seperti tampak pada screenshot berikut ini.

Dan hasilnya Excel tetap menyertakan angka 0 dibelakang angka 7.
Namun permasalahan yang dihadapi peserta training tersebut bukan itu, tapi bagaimana caranya menambahkan angka 0 tersebut pada angka yang sebelumnya sudah tertulis ?
Sebagai contoh, misalnya saja kita memiliki tabel yang berisikan beberapa angka seperti berikut ini.

Pada deretan angka tersebut kita ingin menambahkan angka 0 didepannya hingga hasil yang diharapkan adalah 001, 002, dst. Dengan menggunakan cara sebelumnya bisa saja, yaitu dengan menambahkan simbol ‘, namun itu artinya kita harus mengetikan ulang semua angka tersebut secara manual, jika jumlahnya sedikit tentunya tidak masalah, namun jika jumlahnya banyak jelas sangat tidak efisien. Sebagai solusinya kita dapat menggunakan fasilitas format sel. Caranya sebagai berikut ini.
Pada tabel tersebut, sorot / blok sel A1 hingga A5. Lalu pada sel yang telah disorot tersebut, klik-kanan mouse dan pada menu yang muncul klik pada Format Cells. Atau cara cepatnya gunakan tombol shortcut CTRL + 1.
Pada kotak dialog Format Cells yang muncul, pastikan tab Number aktif. Lalu pada daftar Category pilih Custom.
Pada bagian Custom ini kita dapat mengatur format penulisan angka yang kita inginkan secara bebas. Secara default Excel juga telah menyediakan beberapa format penulisan angka yang umum digunakan. Namun untuk kasus peserta training diatas, maka kita harus menuliskan format sendiri.
Klik pada kolom isian dibawah Type: lalu ketikan “00”# seperti tampak pada screenshot berikut ini.
“00” Adalah karakter yang ingin kita tambahkan didepan angka dan simbol # mewakili angka yang sebelumnya sudah tertulis pada tabel.
Klik tombol OK untuk menutup kotak dialog dan hasil akhir yang kita dapatkan dapat dilihat pada screenshot berikut ini.
Bisakah kita menambahkan 4 buah angka 0 ? Jelas bisa, caranya tinggal masuk kembali kedalam kotak dialog Format Cells lalu ganti karakter yang diapit tanda kutip dengan 0000, jadi yang tertulis pada bagian Type: adalah “0000”#.
Bisakah kita menambahkan karakter lain selain angka 0 ? Pasti bisa juga. Pada bagian Type: tersebut, cobalah untuk mengetikan “ABC-”#. Dan hasilnya dapat dilihat pada screenhot berikut ini :-)
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Add-Ins adalah program / software tambahan yang dibenamkan kedalam aplikasi Office 2007 dengan tujuan untuk memperluas fungsinya, beberapa vendor menamakan program tambahan tersebut dengan istilah Plugins. Lantas fungsi apa saja yang bisa didapatkan dengan menggunakan Add-Ins, jawabannya adalah sangat banyak dan jelas beragam, salah satu Add-Ins yang sangat terkenal saat Office 2007 dirilis adalah Add-Ins untuk Save-As PDF, dimana dengan menggunakan Add-Ins tersebut kita dapat menyimpan sebuah file dokumen langsung kedalam format PDF. Add-Ins ini sendiri sudah disertakan secara default pada Office 2007 Service Pack 2 yang baru saja dirilis beberapa waktu lalu.
Tidak menutup kemungkinan jika Add-Ins yang kita pasang terlalu banyak maka kinerja Office akan menurun, untuk itu maka Office 2007 memiliki fasilitas untuk mengatur Add-Ins tersebut. Fasilitas pengaturan ini bisa kita dapatkan pada kotak dialog Options. Agar lebih jelas saya akan gunakan aplikasi Word 2007 sebagai contoh.
Pada aplikasi Word 2007 yang saya gunakan, kebetulan saya memasang beberapa Add-Ins, diantaranya adalah PDF Converter, SnagIt serta Microsoft Office Live Add-In yang bisa digunakan untuk menyimpan dokumen kita langsung pada Live Spaces. Add-Ins PDF Converter yang saya gunakan ternyata menambahkan sebuah tab baru pada Ribbon bar seperti tampak pada screenshot berikut ini
Sementara Microsoft Office Live Add-In menambahkan sebuah menu baru pada menu di Office Button.
Sekarang untuk mengatur Add-Ins yang saya gunakan tersebut, cukup klik pada Office Button di sudut kiri atas bidang aplikasi Word 2007, lalu klik Word Options.
Di sebelah kiri, klik pada pilihan Add-Ins dan disebelah kanan akan terlihat semua Add-Ins yang terpasang pada Office 2007 yang kita gunakan. Beberapa diantara Add-Ins tersebut secara default sudah merupakan bawaan dari Office 2007. Untuk melihat informasi tentang Add-Ins tersebut, klik pada nama Add-Ins-nya dan di bagian bawah akan muncul keterangan berikut deskripsi singkatnya seperti tampak pada screenshot berikut ini.
Pengaturan lebih lanjut untuk Add-Ins tersebut dapat ditemukan di bagian bawah, yaitu pada bagian Manage.
Kita dapat memilih kategori Add-Ins yang ingin kita atur pada daftar pilihan yang disediakan.
Add-Ins yang berupa program / software khusus dan dapat digunakan pada beberapa aplikasi Office 2007, misalnya seperti dalam contoh ini yaitu PDF Converter dan Microsoft Office Live termasuk kedalam kategori COM. Sebagai contoh cobalah pilih COM Add-Ins lalu klik tombol Go disebelahnya.
Word kemudian akan menampilkan kotak dialog COM Add-Ins.
Pada kotak dialog ini kita dapat melihat daftar Add-Ins yang kita install secara manual. Tanda ceklist disebelahnya menunjukan bahwa Add-Ins tersebut aktif. Untuk menonaktifkannya, tentunya cukup dengan menghilangkan tanda ceklistnya.
4 buah tombol disisi kanan kotak dialog tersebut rasanya sudah cukup jelas fungsinya, yaitu tombol OK untuk menyetujui perubahan yang kita lakukan, tombol Cancel untuk membatalkan, tombol Add untuk menambahkan Add-Ins baru dan tombol Remove untuk menghapus Add-Ins secara permanen. Sebagai contoh, saya hilangkan tanda ceklist pada Microsoft Office Live Add-in dan PDF Create 5 Word Addin lalu diikuti dengan menekan tombol OK.
Dan hasilnya adalah, pada Ribbon bar terlihat bahwa tab Nuance PDF telah dihilangkan, demikian juga menu Microsoft Office Live telah dihilangkan pada menu Office Button.

Jadi jika suatu Add-In tidak akan digunakan untuk sementara, jangan langsung dihapus karena mungkin saja Add-ins tersebut akan diperlukan lagi, tapi cukup dengan menonaktifkannya.
Untuk melihat Add-Ins pada aplikasi lainnya caranya kurang lebih sama, misalnya untuk aplikasi Excel maka pengaturan Add-Ins tersebut berada pada bagian Add-Ins didalam Excel Options.
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Pada aplikasi Word 2007, Status Bar yang terletak dibagian paling bawah pada bidang aplikasi Word adalah suatu hal yang cukup penting. Status bar ini menunjukan berbagai macam informasi dari dokumen aktif yang sedang kita kerjakan, misalnya saja menunjukan nomor halaman dan no section, menunjukan aktif/tidaknya beberapa perintah tertentu, menampilkan shortcut untuk memilih jenis tampilan, shorcut untuk pembesaran layar aplikasi hingga informasi status CapsLock juga turut ditampilkan.
Namun seperti kita ketahui bahwa Office 2007 ditujukan untuk mempermudah penggunanya hingga banyak fitur-fitur tingkat lanjut yang tidak ditampilkan secara default agar pengguna yang baru saja mempelajari Office 2007 tidak kebingungan. Demikian halnya dengan status bar. Secara default status bar pada Word 2007 hanya menampilkan nomor halaman, jumlah kata, pengaturan tampilan serta tingkat pembesaran layar saja dan fitur lainnya jelas tidak ditampilkan.
Bagaimana cara menampilkannya ? caranya sangat mudah, cukup klik-kanan pada status bar tersebut dan pada menu Customize Status Bar yang muncul, klik pada informasi yang ingin kita tampilkan.
Demikian dan mudah-mudahan tips singkat ini ada gunanya.
Sesuai dengan namanya, perintah Compare pada aplikasi Word dapat kita gunakan untuk membandingkan dua buah dokumen hingga kita dapat melihat perbedaan dari kedua dokumen tersebut. Bagi saya sendiri, perintah Compare ini biasanya saya gunakan saat menyusun sebuah modul training. Dari beberapa revisi yang saya buat untuk modul training tersebut, adakalanya saya lupa revisi apa saja yang sudah saya lakukan. Demikian halnya dengan seorang penulis, saat mengirimkan naskahnya ke bagian editor, dengan mudah penulis tersebut dapat melihat revisi apa saja yang sudah dilakukan oleh editor dengan membandingkan antara dokumen aslinya dengan dokumen yang sudah direvisi oleh editor.
Agar lebih jelas, berikut ini cara menggunakan perintah Compare tersebut.
Misalkan kita memiliki dua buah file dokumen, yaitu dokumen pertama dengan nama file Dokumen-1 seperti tampak dalam gambar berikut ini.

Dan dokumen kedua dengan nama file Dokumen-2 seperti tampak dalam gambar berikut ini.
Kedua dokumen tersebut sekilas tampak sama, namun jika kita perhatikan lebih lanjut, pada Dokumen-2 terlihat ada beberapa perbedaan, misalnya kata sederhana diganti dengan kata garis besar, demikian juga dengan adanya beberapa kata yang memiliki format yang berbeda.
Kita akan mencoba membandingkan kedua dokumen tersebut dengan menggunakan perintah Compare pada aplikasi Word. Caranya klik tab Review lalu pada group Compare klik tombol Compare. Pada menu pilihan yang muncul terdapat dua buah pilihan perintah yaitu Compare dan Combine. Klik pilihan Compare.
Word akan menampilkan kotak dialog Compare Documents seperti tampak pada gambar berikut ini.
Klik tombol Browse untuk memilih file Dokumen-1 pada bagian Original document serta file Dokumen-2 pada bagian Revised document. Klik juga tombol More >> untuk melihat beberapa seting lanjutan pada kotak dialog ini, yaitu:
- Comparison settings: Menentukan fitur apa saja yang ingin kita bandingkan.
- Show changes at: Menentukan perubahan pada tingkat apa yang ingin kita lihat, apakah berdasarkan karakter (per huruf) atau berdasarkan kata.
- Show changes in: Menentukan dimana kita ingin menempatkan hasil perubahan yang kita setujui, apakah pada dokumen aslinya, atau pada dokumen yang telah direvisi atau pada dokumen yang baru.
Untuk sementara, biarkan dulu semua seting tersebut pada kondisi defaultnya.
Klik tombol OK dan secara otomatis Word akan menampilkan sebuah dokumen baru yang terbagi menjadi beberapa bagian seperti tampak pada gambar berikut ini.
Di sebelah kiri, yaitu pada bagian Summary kita dapat melihat keterangan tentang perubahan yang terdapat diantara kedua dokumen yang kita bandingkan. Dan di sebelah kanan terdapat tampilan dari kedua buah dokumen yang kita bandingkan yaitu Dokumen-1 dan Dokumen-2. Dan pada bagian Compared Document kita dapat melihat perbandingan kedua buah dokumen dalam satu bagian.
Kita dapat mengatur tampilan tersebut dengan menggunakan tombol Show Source Documents pada group Compare.

Kembali lagi pada bagian Compared Document. Cobalah untuk menempatkan kursor pada kata sederhana yang dicoret dan Word akan menampilkan informasi perubahan apa yang telah dilakukan pada kata tersebut berikut dengan waktu saat perubahan tersebut dilakukan.
Perubahan tersebut dapat kita setujui atau kita tolak, caranya yaitu dengan klik-kanan mouse lalu pilih Accept Change untuk menyetujui perubahan atau Reject Change untuk menolak perubahan tersebut.
Jika kita ingin menyetujui semua perubahan, yaitu perubahan berdasarkan dokumen yang kedua (file Dokumen-2), klik tombol Accept pada group Changes lalu pilih Accept All Changes in Document.
Kita juga bisa menolak semua perubahan yang artinya kita akan menggunakan dokumen aslinya yaitu file Dokumen-1. Caranya klik tombol Reject pada group Changes lalu pilih Reject All Changes in Document.
Dan setelah membandingkan serta memeriksa semua perubahan tersebut langkah terakhir adalah menyimpan dokumen tersebut dengan nama file yang baru. Hal ini bisa kita lakukan karena sebelumnya pada kotak dialog Compare Documents kita telah memilih pilihan New document pada bagian Show changes in.

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Brainbench mungkin termasuk salah satu pelopor untuk perusahaan yang menyediakan layanan testing atau uji kemampuan berbasis online dalam menguji skill dan kompetensi kita terhadap bidang tertentu dengan cakupan materi yang sangat luas, dari mulai test kepribadian, bahasa, dan tentunya test dalam bidang IT. Saya mengenal BrainBench ini sekitar tahun 90-an, yaitu saat era Windows 95/98 dimana layanannya masih bersifat gratis alias tidak dipungut bayaran sepeserpun, bahkan jika kita lulus, sertifikat kelulusan tersebut mereka kirimkan juga ke alamat kita secara gratis *** ! Namun sifat gratis tersebut tentunya tidak mengabaikan kualitas karena imho, rangkaian soal-soal yang mereka ujikan termasuk sulit.
Sistem keanggotaan BrainBench bersifat gratis, jadi untuk menjadi member tidak dipungut biaya apapun. Namun sayangnya saat ini untuk mengikuti ujiannya sudah tidak gratis lagi. Namun jangan berkecil hati dulu karena ternyata saya lihat masih ada beberapa materi ujian yang sifatnya masih tetap gratis dan tentunya bisa kita manfaatkan untuk menambah kompetensi kita saat mencari kerja ataupun untuk meningkatkan karir. Jadi rajin-rajinlah berkunjung ke situs resmi BrainBench untuk melihat materi yang mereka berikan secara gratis tersebut karena adakalanya sebuah materi mereka berikan secara gratis untuk periode waktu tertentu saja.
Jika kita lulus ujian, kita tidak secara otomatis mendapatkan sertifikat karena saat ini untuk mendapatkan sertifikat tersebut kita harus membayar lagi. Namun kita tetap mendapatkan sebuah transkrip lengkap untuk materi yang kita ambil tersebut. Selain itu kita juga berhak untuk memasang logo tertentu sebagai bukti bahwa kita telah lulus salah satu materi ujian BrainBench. Logo ini tentunya bisa kita pasang pada curriculum vitae / resume, website, weblog, kartu nama, dlsb. Bagusnya lagi adalah BrainBench juga memberikan fasilitas “Public Transcript”, yaitu berupa link khusus dengan kode tertentu sebagai bukti otentik bahwa kita memang telah lulus ujian. Status kelulusan ini berikut transkrip nilai serta logonya akan berlaku selama 3 tahun. Jadi setelah 3 tahun, otomatis transkrip tersebut akan dihapus dari Public Transcript kita.

Seperti telah saya tulis diatas, BrainBench tidak mengabaikan kualitas dalam hal materi soal yang diujikan. Soal-soalnya terhitung cukup sulit dan penuh dengan variasi yang sebagian besar merupakan studi kasus. Untungnya kita boleh memilih “level” dari skill yang kita miliki hingga soal yang akan diujikan menyesuaikan dengan level skill yang kita pilih tersebut.
Tipe soalnya sendiri sebagian besar adalah pilihan ganda dengan jumlah soal sekitar 40 buah dan waktu pengerjaan tiap soal dibatasi maksimum 3 menit saja. Kita juga memiliki jatah break 15 menit dalam satu kesempatan ujian. Screenshoot berikut ini merupakan salah satu contoh soal untuk ujian Microsoft Security.
Untuk beberapa materi ujian, terdapat juga soal berbentuk simulasi, yaitu kita harus mengerjakan perintah sesuai kondisi yang sesungguhnya pada layar simulasi yang disediakan. Screenshot berikut ini adalah salah satu contoh soal simulasi untuk ujian Microsoft Excel 2007.
Cara mengikuti ujian BrainBench ini adalah sebagai berikut.
- Gunakan browser Internet Explorer (sangat disarankan) untuk masuk ke situs resmi program sertifikasi ini di: http://www.brainbench.com
- Seperti biasa hal pertama yang harus dilakukan adalah register dulu untuk bisa login
- Setelah login, telusuri materi-materi ujian yang disediakan, pilih yang statusnya FREE untuk mengambil materi yang bersifat gratis. Deskripsi lengkap akan ditampilkan untuk materi ujian yang kita pilih.
- Klik Get Test dan kita akan diberikan sebuah PIN. PIN ini digunakan untuk me-resume ujian jika koneksi internet putus saat ujian tengah berlangsung.
- Klik Begin Test dan berikutnya kita akan dipandu step-by-step hingga ujian dimulai.
- Dan setelah ujian selesai, tunggu beberapa saat karena hasilnya akan langsung ditampilkan seperti contoh berikut ini.
- Cek juga di halaman transcript untuk memastikan bahwa materi yang telah kita ambil sudah tercantum disana.
Ada beberapa fitur lain yang disediakan oleh BrainBench ini seperti misalnya kita dapat menuliskan curriculum vitae / resume kita, meng-upload foto hingga menambahkan sertifikasi lain yang telah kita dapatkan pada profile kita.
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
PC Media adalah salah satu majalah komputer yang cukup terkenal di Indonesia. Dan majalah ini ternyata menyediakan program sertifikasi untuk aplikasi Microsoft Office 2007 yang bersifat gratis ! Lalu kenapa Microsoft Office 2007 yang menjadi pilihan ? Jelas karena paket aplikasi ini cukup banyak digunakan dalam lingkungan bisnis / korporat bahkan hingga lingkungan pendidikan. Dan dengan memiliki sertifikasi sebagai bukti bagi skill / keahlian dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office 2007 tersebut jelas merupakan suatu nilai tambah bagi kita.
PC Media menyediakan 4 ujian untuk 4 aplikasi utama dari paket aplikasi Microsoft Office 2007, yaitu Word, Excel, PowerPoint dan Outlook. Masing-masing ujian memiliki sertifikasi yang terpisah serta tidak memiliki masa berlaku. Jadi jika kita berhasil melewati ke-4 ujiannya maka kita akan mendapatkan 4 buah sertifikat. Salah satu kelebihan dari sertifikasi ini adalah tersedianya kode verifikasi khusus sebagai bukti bahwa seseorang memang benar telah lulus dari ujian sertifikasi ini.
Program sertifikasi yang diberi nama Mahir Microsoft Office 2007 ini memiliki kualitas soal ujian yang imho termasuk mudah tapi sulit. Dibilang mudah karena tipe soalnya berbentuk pilihan ganda dengan jumlah sekitar 30 soal, namun dibilang sulit karena dibutuhkan pemahaman dan pengalaman yang luas dalam menggunakan perintah-perintah tertentu pada aplikasi Word, Excel, PowerPoint maupun Outlook.
Berikut ini cara untuk mengambil sertifikasi ini.
- Gunakan browser Internet Explorer (sangat disarankan) untuk masuk ke situs resmi program sertifikasi ini di: http://sertifikasioffice.com
- Seperti biasa kita harus mendaftar dulu untuk pertama kali lalu login.
- Di halaman pembuka setelah login, pilih ujian yang kita inginkan dengan menekan tombol Select pada bagian Daftar Ujian.
- Ujian akan langsung dimulai dan seperti telah disebutkan sebelumnya soal bertipe pilihan ganda dengan jumlah sekitar 30 soal serta waktu pengerjaan 1 menit untuk tiap soal. Jadi total waktunya adalah sekitar 30 menit.
- Saat menjawab soal, selalu perhatikan kisaran waktu yang tersisa disudut kanan atas karena jika waktu telah habis dan kita belum menjawab sama-sekali maka secara otomatis layar akan berpindah ke halaman berikutnya.
- Jika telah selesai, tunggulah beberapa saat karena hasilnya akan langsung ditampilkan seperti berikut ini.
- Jika ternyata kita gagal atau mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, kita bisa mengambil kembali ujian tersebut 1 minggu kemudian.
- Hasil ujian yang pernah kita ambil, baik lulus maupun gagal berikut nilai yang kita peroleh akan selalu tercatat.
- Jika kita berhasil lulus, sebuah logo khusus disediakan oleh PC Media untuk kita tempatkan pada curriculum vitae / resume, weblog, kartu nama, dan lain sebagainya.
- Dan tentunya sebuah sertifikat dalam format PDF juga dapat kita download :-)
Yang terakhir adalah, jika kita lulus, catat baik-baik kode untuk validasi sertifikat kita sebagai bukti otentik bahwa kita memang benar telah lulus ujian sertifikasi ini.
Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Windows Mobile adalah sistem operasi buatan Microsoft untuk perangkat mobile seperti misalnya PDA, PDA-Phone atau SmartPhone. Dan seperti halnya produk / teknologi Microsoft lainnya, terdapat juga program sertifikasi Microsoft untuk Windows Mobile ini yang dibagi menjadi 2 kategori. Kategori pertama adalah sertifikasi dibawah program MCP dengan materi yang mengacu kepada infrastruktur Microsoft Exchange atau mengacu kepada track Developer / Programming. Sertifikasi ini jelas tidak gratis. Dan kategori kedua adalah sertifikasi Windows Mobile Specialist yang dirilis Microsoft secara gratis !
Sertifikasi Windows Mobile Specialist sebetulnya ditujukan untuk para sales / marketing yang dalam ruang lingkup pekerjaannya memasarkan perangkat Windows Mobile. Para sales / marketing tersebut tentunya harus mengetahui teknologi tentang Windows Mobile itu sendiri, oleh karena itu maka sertifikasi ini dikemas Microsoft bersama dengan sebuah E-Learning yang memberikan penjelasan serta gambaran singkat secara global tentang berbagai macam perangkat serta teknologi Windows Mobile. Di akhir setiap chapter dari E-Learning tersebut diberikan sebuah kuis yang harus kita jawab, jika kita berhasil menjawab semua pertanyaan dengan benar maka kita berhak untuk mendapatkan sertifikasi Windows Mobile Specialist ini. Hal ini jelas merupakan sebuah benefit dimana kita mendapatkan ilmu tambahan sekaligus mendapat pengakuan berupa sertifikasi yang berlaku satu tahun lamanya.
Cara mengikuti program E-Learning dan sertifikasi Windows Mobile Specialist ini adalah sebagai berikut.
- Gunakan browser Internet Explorer (sangat disarankan) untuk masuk ke situs resmi program sertifikasi ini di: http://www.windowsmobiletraining.com
- Register dengan menggunakan Live-ID lalu login.
- Di halaman awal, kita bisa mendapatkan banyak informasi hingga sekumpulan resources yang tentunya berhubungan dengan Windows Mobile.
- Untuk langsung mengambil sertifikasi, klik menu Certification.
- Masuk ke halaman Certification. Disini bacalah terlebih dahulu beberapa informasi seputar sertifikasi ini.
- Perhatikan menu di bagian kanan halaman Certification ini. Disana terdapat sekumpulan link untuk sertifikasi Windows Mobile Specialist yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu Specialist Certification dan Small Business Retail Specialist Certification. Pada masing-masing kategori terdapat beberapa materi E-Learning yang harus kita ambil untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.
- Tanda ceklist disebelah kanan judul materi menandakan bahwa kita telah mengikuti materi E-Learning tersebut serta berhasil menyelesaikan kuisnya. Pemilihan materi E-Learning ini bebas dan tidak harus berurutan, namun tentunya disarankan untuk berurutan agar kita lebih mudah untuk mengikutinya.
- Setelah kita memilih materi E-Learning, berikutnya akan ditampilkan halaman pembuka tentang materi apa saja yang akan kita pelajari serta estimasi waktu untuk menyelesaikannya.
- Klik link Next Lesson untuk memulai E-Learning. Pelajari dan perhatikan secara baik setiap presentasi yang ditampilkan karena soal yang akan diajukan dalam kuis akan berhubungan dengan materi E-Learning ini.
- Ikuti materi hingga hingga selesai.
- Berikutnya kita harus menjawab serangkaian pertanyaan dalam sebuah kuis yang harus kita jawab semuanya dengan benar.
- Tipe soal adalah multiple choice atau pilihan ganda. Dan jumlah soalnya juga tidak terlalu banyak, umumnya dibawah 10 soal.
- Jika semua soal telah dijawab dengan benar, maka kita telah berhasil menyelesaikan materi tersebut.

- Lanjutkan dengan materi lainnya hingga selesai. Dan jika semua materi pada satu kategori telah kita selesaikan semuanya, maka kita harus mengikuti final-kuis dengan jumlah soal sekitar 32 soal.
- Dan jika kita telah menyelesaikan final-kuis tersebut dengan nilai diatas passing score yang ditetapkan, maka jelas kita sudah berhak untuk mendapatkan sertifikat Windows Mobile Specialist :-)
- Lanjutkan dengan meng-klik link Get Certificate untuk mendapatkan sertifikat kita.
- Pastikan bahwa nama yang akan tercetak di sertifikat telah benar dan klik link Submit.
- Dan tahap terakhir tentunya adalah kita dapat mendownload sertifikasi tersebut yang dikemas dalam format PDF :-)

Demikian dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya.
Saya pernah merasakan betapa sulitnya mencari pekerjaan setelah lulus sekolah. Disamping faktor keberuntungan, dengan hanya mengandalkan ijasah semata saya harus bersaing juga dengan ratusan hingga ribuan lulusan lainnya yang juga mencari pekerjaan. Untuk meningkatkan daya saing, mungkin saya bisa mengambil Sertifikasi IT dari berbagai vendor terkenal, seperti misalnya sertifikasi Microsoft, Cisco, Oracle, dlsb. namun biaya untuk sertifikasi tersebut jelas tidak murah, apalagi jika dihitung sekalian dengan biaya trainingnya.
Berdasar hal itulah saya menulis rangkaian tulisan ini, yaitu tulisan tentang beberapa program sertifikasi yang bersifat gratis alias tidak membutuhkan biaya kecuali biaya untuk akses Internet karena program sertifikasi ini berbasis online.
Mudah-mudahan rangkaian tulisan ini bisa membantu teman-teman di komunitas ini, terutama teman-teman mahasiswa yang sudah lulus maupun yang sebentar lagi lulus dan sedang mencari lapangan pekerjaan. Setidaknya lumayan untuk sedikit mempercantik curriculum vitae / resume dan mudah-mudahan bisa sedikit meningkatkan daya saing juga dibandingkan dengan hanya mengandalkan ijasah sekolah semata.
Dan tentunya dengan mengikuti program sertifikasi apapun, pengetahuan juga akan bertambah karena jelas kita harus belajar lagi :-)
Rangkaian tulisan ini terbagi menjadi 4 posting, yaitu:
- Part 1: Pengantar
- Part 2: Windows Mobile Specialist
- Part 3: Mahir Microsoft Office 2007
- Part 4: BrainBench
Silakan mengikuti tulisan selanjutnya dan mudah-mudahan ada gunanya.
Salah satu fitur menarik pada Word 2007 adalah kita dapat membuat outline presentasi sederhana untuk kemudian digunakan pada PowerPoint. Membuat outline presentasi pada Word ini menurut saya lebih cepat dibandingkan membuatnya langsung pada PowerPoint, terutama karena pada Word kita menyusun outline tersebut dalam format berbentuk halaman sehingga semua konten untuk presentasi akan terlihat lebih terstruktur dan lebih mudah untuk di-edit / disunting jika misalnya terdapat kesalahan. Hanya saja ada beberapa syarat serta batasan dalam membuat outline tersebut, yaitu:
- Hanya untuk presentasi yang sederhana.
- Teks harus menggunakan style Heading, jadi misalnya judul slide adalah Heading 1, isi slide Heading 2, dan seterusnya.
- Obyek selain teks, yaitu gambar, diagram, chart serta tabel tidak dapat digunakan, jadi untuk menambahkan obyek-obyek tersebut harus pada aplikasi PowerPointnya.
Contoh cara membuat outline tersebut adalah sebagai berikut.
- Buat sebuah dokumen baru pada Word 2007. Sebagai contoh, cobalah untuk menuliskan teks berikut ini yang merupakan outline presentasi kita.
- Berikan style Heading 1 untuk teks Attendee Profile, Facilities serta Course Materials. Ini adalah judul setiap slide dari presentasi yang akan kita buat. Lanjutkan dengan memberikan style Heading 2 untuk teks lainnya yang merupakan isi setiap slide tersebut. Contoh hasilnya tampak pada gambar berikut ini.
Langkah selanjutnya adalah kita harus menambahkan tombol perintah untuk menyalin teks tersebut kedalam PowerPoint. Caranya sebagai berikut.
- Klik Office Button di sudut kiri atas bidang aplikasi Word lalu klik Word Options.
- Pada kotak dialog Word Options yang tampil, klik Customize di bagian kiri. Lalu di bagian kanan, pada bagian Choose commands from, pilih All Commands. Dan pada daftar dibawahnya pilih perintah Send to Microsoft Office PowerPoint.
- Klik tombol Add hingga perintah tersebut dimasukan ke daftar perintah dibagian kanan.
- Tutup kotak dialog ini dengan menekan tombol OK.
Sekarang pada Quick Access toolbar terlihat sebuah tombol perintah baru telah ditambahkan, yaitu tombol perintah Send to Microsoft Office PowerPoint.
Tekan tombol perintah tersebut. Dan secara otomatis aplikasi PowerPoint langsung ditampilkan dengan sebuah presentasi yang berisikan 3 buah slide seperti tampak pada gambar berikut ini.
Setelah outline jadi, tentunya dengan mudah kita tinggal menghias presentasi tersebut ataupun menambahkan beberapa obyek lain sebagai pelengkap :-)
Sampai sini mungkin timbul pertanyaan, kenapa perintah tersebut tidak menyalin konten berupa teks biasa melainkan hanya headingnya saja ? Jawabannya adalah karena konten pada kedua aplikasi tersebut jelas sangat berbeda. Konten pada aplikasi Word adalah sebuah dokumen utuh yang lengkap dengan segala pernak-pernik atau aksesorisnya, sementara konten pada aplikasi PowerPoint berupa garis besarnya saja yang tidak mungkin dijabarkan dengan detail seperti halnya dokumen Word. Oleh karena itulah fitur penyalinan konten secara otomatis dari Word ke PowerPoint ini hanya melibatkan headingnya saja.
Demikian dan mudah-mudahan tips singkat ini ada gunanya.
Isi berita yang tertera di sisi kanan situs MCP Membersite cukup menggembirakan namun sekaligus mengejutkan. Mulai tanggal 1 Juni 2009, para pemegang sertifikasi MCP bisa mendownload semua sertifikat yang pernah diambilnya dalam format digital PDF atau XPS. Berita ini jelas menggembirakan, karena sebelumnya sertifikat yang bisa didownload dalam format digital hanya sertifikat untuk track MCTS atau MCITP, namun sekarang, bahkan sertifikat MCT pun bisa didownload :-)
Lalu, apa tujuan Microsoft dengan merilis format sertifikasi digital ini? jawabannya jelas untuk menghemat pengeluaran serta tentunya mendukung dunia agar tetap Green :-) Namun konsekuensi dari tersedianya format digital tersebut, mulai bulan Juli di tahun ini setiap peserta ujian sertifikasi yang telah lulus tidak lagi mendapatkan sertifikat versi cetak yang biasanya dikirim ke alamat kita karena Microsoft akan memberlakukan skema pembayaran untuk sertifikat versi cetak tersebut. Jadi kesimpulannya adalah: jika kita lulus ujian maka sertifikat langsung available dalam format PDF/XPS yang bisa kita download seketika, namun untuk mendapatkan sertifikat versi cetaknya, ya mesti order dulu berikut membayar sejumlah uang lagi.
Aturan baru ini saya rasa cukup fair, setidaknya untuk saat ini, terutama mengingat harga ujian sertifikasi Microsoft yang terhitung paling rendah dibandingkan dengan harga ujian sertifikasi vendor lainnya. Selain itu, nyatanya semua sertifikat yang saya dapatkan juga malah numpuk dan tersimpan di lemari, toh kalaupun ada keperluan untuk melampirkan sertifikat, misalnya untuk proyek tertentu, sertifikat tersebut umumnya hanya dilampirkan via email, dan jika mesti dikirimkan langsung pun tetap saja mesti difotocopy karena jelas tidak mungkin sertifikat aslinya yang dikirimkan :D
Dan format PDF rasanya sangat cocok untuk keperluan lampiran email tersebut atau jika perlu difotocopy, ya tinggal dicetak pake printer Laser. Jika ingin dipajang di kamar misalnya, ya tinggal diprint pake printer warna yang hires. so.. untuk saya sendiri sih kayanya gak ada masalah dengan adanya aturan baru tersebut.
Hanya saja someday bisa jadi suatu kebanggaan juga untuk orang-orang yang memiliki sertifikat dalam versi cetak aslinya… hehehehe… :-)
Quick Reference Card, sesuai dengan namanya adalah panduan singkat dan cepat untuk perintah-perintah dasar yang umum digunakan dalam aplikasi Microsoft Office. Saya berkenalan dengan Quick Reference Card ini sejak jamannya Microsoft Office 2000. Jika tidak salah dulu perusahaan penerbitan Sybex yang menyertakan Quick Reference Card ini pada buku-buku Microsoft Office terbitan mereka. Dan mulai Microsoft Office 2003, secara tidak sengaja saya menemukan sekumpulan Quick Reference Card bikinan CustomGuide. Demikian juga saat Microsoft Office 2007 dirilis, CustomGuide juga membuatkan Quick Reference Card-nya.
Untungnya Quick Reference Card ini dirilis secara gratis bahkan bebas untuk disebarluaskan asalkan tetap mencantumkan sumber aslinya. Dan untuk mempermudah serta menghemat waktu daripada men-download satu persatu, Quick Reference Card untuk Microsoft Office 2007 sudah saya gabungkan dalam satu file PDF yang isinya adalah:
- Office 2007
- Word 2007
- Excel 2007
- PowerPoint 2007
- Outlook 2007
- OneNote 2007
- Access 2007
- Publisher 2007
- InfoPath 2007
- Visio 2007
- Project 2007
- SharePoint 2007
Silakan download pada link berikut ini:
http://mugi.or.id/media/p/2596.aspx Atau kunjungi situs pembuatnya pada link berikut ini:
http://customguide.com.
Mudah-mudahan ada gunanya.