Office Technician

just another office technician weblog

August 2009 - Posts

Microsoft Research AutoCollage 2008

icon-autocollageAfaik, gambar collage adalah istilah untuk perpaduan beberapa gambar hingga menjadi sebuah gambar tunggal dengan desain yang indah atau artistik. Gambar collage ini dapat dibuat dengan bantuan software khusus untuk mengolah gambar digital semacam Adobe Photoshop, namun tentunya dibutuhkan keahlian bahkan bakat untuk menggunakan software tersebut hingga dapat menghasilkan suatu gambar collage yang bagus. Bagaimana kalau kita tidak memiliki Photoshop yang harganya sangat mahal itu dan juga tidak memiliki keahlian ? Jawabannya adalah sebuah software yang bernama Microsoft Research AutoCollage 2008.

Sesuai dengan namanya, software ini memang khusus diperuntukan untuk membuat gambar collage secara otomatis dan untuk menggunakannya bahkan tidak memerlukan keahlian apapun, cukup pilih folder tempat gambar-gambar yang akan digabungkan berada lalu tekan tombol Create dan sebuah gambar collage pun akan terbentuk dengan bagus dan indah :-)

Software ini dibuat oleh Cambridge Innovation Development yang bernaung dibawah group Microsoft Research. Freeware ? sayangnya tidak. Harganya sekitar $19.95 atau mungkin sekitar 200 ribuan jika dirupiahkan. Namun imho sangat wajar jika software ini tidak gratis karena memang hasilnya juga bisa dibilang luar biasa.

Bila tertarik untuk membelinya bisa berkunjung ke situs Microsoft Store di:
http://store.microsoft.com/microsoft/AutoCollage-2008/product/8D6DDFB5

Atau sekedar untuk having fun sambil ngabuburit menunggu waktu buka puasa tiba, kita bisa mendownload versi trialnya di:
http://research.microsoft.com/en-us/um/cambridge/projects/autocollage/

Perbedaan dari versi penuh dan versi trialnya hanyalah adanya penambahan watermark pada gambar yang dihasilkan, namun watermark ini posisinya terletak agak dibawah dan mungkin bisa kita abaikan atau kita potong saja :D

Bagaimana cara menggunakannya ? Seperti telah disebutkan diatas, cara menggunakannya sangat mudah. Setelah download dan install, jalankan software tersebut hingga tampilan utamanya akan terbuka seperti tampak pada gambar berikut ini:

image

Berikutnya pilih jumlah gambar yang akan kita gabungkan dengan menggeser slider di bagian Actions. Minimum adalah 7 gambar dan maksimum 50 gambar. Lalu pada bagian Image Browser, tentukan lokasi folder tempat gambar yang akan kita gabungkan berada.

image   image

Gambar yang kita pilih akan dimasukan satu persatu pada bidang aplikasi utama seperti tampak pada gambar berikut ini.

image

Langkah terakhir tinggal menekan tombol Create di bagian Actions.

image

Proses Creating AutoCollage akan dijalankan dan saat proses berlangsung gambar-gambar pada bidang aplikasi utama akan dibuat beranimasi.

image

Tunggu beberapa saat dan contoh hasil akhirnya tampak pada gambar berikut ini.

image

Sampai sini dapat kita lihat betapa mudahnya membuat sebuah gambar collage dengan bantuan software ini. Urusan watermark yang ada dibawah gambar hasilnya silakan diatur-atur sendiri bagaimana baiknya :-)

Jika hasilnya kurang memuaskan, ada pengaturan lebih lanjut yang bisa kita atur di bagian Options. Beberapa pengaturan yang bisa kita lakukan misalnya menentukan ukuran output gambar yang dihasilkan, ranking gambar, face detection serta overlap gambar.

Fitur ranking gambar menentukan gambar mana yang akan mendapat prioritas utama atau yang ditampilkan dengan paling jelas atau paling besar pada hasilnya nanti. Contohnya tampak pada gambar berikut ini.

image

Fitur face detection mengatur wajah mana yang harus ditampilkan pada sebuah foto agar tampak jelas pada hasil penggabungannya. Contohnya tampak pada gambar berikut ini, bingkai kotak disekeliling wajah menunjukan bagian yang akan dibuat jelas.

image

Dan akhirnya dengan sedikit utak-atik pada bagian Options tersebut, didapat hasil akhir seperti berikut ini.

image

So.. selamat berkreasi sambil ngabuburit dan mudah-mudahan tulisan singkat ini ada gunanya :-)

Posted: Aug 27 2009, 04:25 PM by Aris | with 4 comment(s)
Filed under:
Preview Office 2010: Kustomisasi Ribbon (Part 2)

icon-office(2) Pada Office 2010 kustomisasi Ribbon ini terdapat didalam Options pada tiap-tiap aplikasi. Dan jika diperhatikan, Options pada Office 2010 ini memiliki daftar pilihan yang sedikit berbeda dengan Office 2007. Sebagai contoh, gambar berikut ini memperlihatkan perbandingan Options pada aplikasi PowerPoint 2007 (gambar kiri) dengan PowerPoint 2010 (gambar kanan). Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa PowerPoint 2007 hanya menyediakan pilihan Customize. Sementara pada PowerPoint 2010 pilihan Customize tersebut dipecah menjadi 2 bagian yaitu pilihan Customize Ribbon dan Quick Access Toolbar.

image

Pilihan Customize Ribbon digunakan untuk menempatkan berikut mengatur tombol-tombol perintah pada sebuah Ribbon yang baru dan pilihan Quick Access Toolbar jelas untuk menempatkan tombol-tombol perintah pada Quick Access Toolbar seperti halnya Office 2007. Contoh cara penggunaan fitur Customize Ribbon tersebut adalah sebagai berikut.

Dalam contoh ini saya menggunakan aplikasi Outlook 2010. Pada aplikasi Outlook 2010 yang sudah terbuka, klik pada Office Button untuk menampilkan Backstage View lalu klik pada pilihan Options. Berikutnya pada kotak dialog Options yang terbuka, di bagian kiri klik pada pilihan Customize Ribbon.

image 

Sekarang pindah ke bagian kanan yang terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian Choose commands from dan bagian Customize the Ribbon.

image

Seperti halnya pada Office 2007, bagian Choose commands from digunakan untuk menampilkan tombol-tombol perintah yang terdapat pada aplikasi Outlook tersebut, ada beberapa pilihan yang disediakan, misalnya pilihan Popular Commands untuk menampilkan daftar tombol perintah yang umum digunakan atau pilihan All Commands untuk menampilkan daftar semua tombol perintah yang ada.

Bagian Customize the Ribbon menampilkan daftar semua Tab berikut Ribbon dan Group yang terdapat pada aplikasi Outlook 2010. Lalu di bagian bawahnya terdapat beberapa buah tombol yaitu tombol New Tab untuk membuat Tab baru, tombol New Group untuk membuat Group baru serta tombol Rename untuk merubah nama Tab maupun Group.

Sebagai contoh saya melakukan klik pada tombol New Tab. Dan hasilnya sebuah Tab baru dengan nama New Tab (Custom) serta sebuah Group baru dengan nama New Group (Custom) telah ditambahkan pada daftar tersebut.

image

Dengan menggunakan tombol New Group dan tombol Rename, saya membuat beberapa Group tambahan serta merubah namanya agar lebih mudah dan lebih familiar. Lalu dengan menggunakan tombol Move Up yang terletak di bagian paling kanan, saya tempatkan Tab yang baru tersebut di bagian paling atas. Hasilnya tampak pada gambar berikut ini.

image

Berikutnya adalah menempatkan tombol-tombol perintah dari bagian Choose commands from kedalam Group yang sesuai. Proses penempatan tombol-tombol perintah ini sama halnya dengan penempatan tombol-tombol perintah pada Quick Access Toolbar dalam Office 2007. Hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

image

Langkah terakhir tentunya adalah menutup kotak dialog Outlook Options tersebut dengan meng-klik tombol Ok. Dan hasil akhirnya dapat dilihat pada gambar berikut ini. Terlihat bahwa sebuah Tab baru dengan nama Personal telah ditambahkan sebelum Tab-tab lainnya.

image

Jika diinginkan, Tab-tab default yang terdapat pada aplikasi Office 2010 bahkan dapat dinon-aktifkan, yaitu dengan menghilangkan tanda checklist di sebelah nama Tab-nya pada kotak dialog Options sebelumnya. Contoh hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini. Terlihat bahwa dalam aplikasi Outlook tersebut hanya terdapat satu buah Tab saja :-)

image

Demikian sekedar preview singkat tentang salah satu fitur baru yang akan terdapat pada Office 2010. Mudah-mudahan ada gunanya.

Posted: Aug 21 2009, 11:09 AM by Aris | with no comments
Filed under:
Preview Office 2010: Kustomisasi Ribbon (Part 1)

icon-office(2)Ada sebuah fitur bagus pada Office 2003 yaitu kita dapat menempatkan tombol-tombol perintah yang kita inginkan pada sebuah Toolbar baru atau bahkan jika diperlukan kita juga dapat melakukan kustomisasi tombol-tombol perintah pada Toolbar default yang disediakan. Fitur kustomisasi ini jelas sangat berguna untuk membantu pekerjaan kita, terutama jika pekerjaan yang kita hadapi setiap harinya menggunakan tombol-tombol perintah yang relatif sama.

Sayangnya pada Office 2007 fitur kustomisasi ini malah dihilangkan, kecuali jika kita mau bermain-main dengan coding XML yang jelas harus dilakukan oleh seorang developer. Satu-satunya cara bagi pengguna biasa untuk menempatkan tombol-tombol perintah yang diinginkan hanyalah menempatkannya pada lokasi Quick Access Toolbar yang memiliki tempat sangat terbatas, yaitu diantara Office Button dengan Document Title. Dan semakin banyak tombol perintah yang kita tempatkan pada Quick Access Toolbar tersebut malah membuat tampilan aplikasi menjadi kurang rapih dan tidak ter-organisir seperti tampak pada gambar berikut ini.

image

Hasilnya banyak pengguna setia Office yang merasa kecewa dengan ditiadakannya fitur kustomisasi ini dan tampaknya tim pengembang Office dari Microsoft menyadarinya hingga pada Office 2010 fitur kustomisasi ini kembali disediakan. Dengan sangat mudah kita dapat membuat Tab serta Ribbon sendiri lalu menambahkan tombol-tombol perintah yang kita inginkan kedalam Ribbon tersebut dan tentunya tanpa harus berurusan dengan XML :-)

Namun sebelum kita melihat seperti apa kustomisasi Ribbon yang terdapat pada Office 2010 tersebut, ada baiknya jika kita meninjau sejenak struktur Ribbon pada Office 2010 yang secara garis besar masih sama dengan struktur Ribbon pada Office 2007 seperti tampak pada gambar berikut ini.

image

… bersambung …

Posted: Aug 21 2009, 11:05 AM by Aris | with no comments
Filed under:
Preview Office 2010: Backstage View (Part 3)

icon-office(2) Bagian kelima pada Backstage View adalah bagian Share. Sesuai dengan namanya, bagian ini digunakan untuk membagi atau mendistribusikan dokumen yang kita buat, misalnya kita dapat mengirimkannya lewat Email, mengirimkannya lewat layanan Internet Fax, menyimpannya pada SharePoint hingga mem-publish dokumen kedalam Blog. Pengaturan format penyimpanan dokumen juga terdapat dalam bagian ini, dimana kita dapat mendistribusikan dokumen dalam format PDF ataupun dalam format lainnya yang tentunya disesuaikan dengan siapa yang akan menerima / membuka dokumen kita tersebut.

image

Bagian terakhir memiliki nama yang menyesuaikan dengan aplikasinya. Sebagai contoh untuk aplikasi Word maka nama bagian ini adalah Word seperti tampak pada gambar berikut ini.

image

Pada bagian terakhir ini terdapat tombol Options untuk mengatur seting aplikasi lebih lanjut serta beberapa perintah tambahan yang cukup berguna, misalnya untuk melihat versi serta status lisensi ataupun aktivasi, melihat informasi sistem, memeriksa update, online support, dlsb. Tombol Exit untuk menutup aplikasi juga terdapat pada bagian ini.

Demikian sekilas tentang fitur baru yang dinamakan dengan Backstage View pada Office 2010. Apa yang terdapat dalam rangkaian tulisan ini tentunya mengacu pada Office 2010 versi Technical Preview. Dan mungkin saja pada versi finalnya nanti bisa berbeda dengan apa yang saya tulis ini.

Mudah-mudahan ada gunanya :-)

Posted: Aug 18 2009, 05:39 PM by Aris | with no comments
Filed under:
Preview Office 2010: Backstage View (Part 2)

icon-office(2) Bagian keempat pada Backstage View adalah bagian Print yang tentunya digunakan untuk melakukan perintah pencetakan. Sebelumnya, banyak pengguna aplikasi Office yang mungkin bosan dengan tampilan kotak dialog Print yang rasanya tidak pernah berubah (termasuk saya). Selain bosan, kotak dialog Print yang merupakan penghubung antara kita dengan Printer ini sebetulnya relatif kurang ramah dengan pengguna kelas pemula. Dan Microsoft tampaknya menyadari hal ini, hingga pada Office 2010, kita akan mendapatkan pengalaman baru saat hendak mencetak sebuah dokumen dengan menggunakan tampilan pengaturan Print yang sama sekali baru. Tampilan pengaturan ini jelas lebih mudah untuk dipahami dan mudah juga untuk digunakan bahkan oleh pemula sekalipun. Contoh tampilan pengaturan fasilitas Print pada aplikasi Word 2010 dapat dilihat pada gambar berikut ini.

image

Dan gambar berikut ini adalah contoh tampilan pengaturan fasilitas Print pada aplikasi Excel 2010.

image

Dari kedua gambar terlihat bahwa seting untuk Print ini juga telah disatukan sekaligus dengan mode tampilan Print Preview yang tentunya akan lebih mempermudah proses pencetakan dibandingkan dengan harus berpindah-pindah dari satu kotak dialog ke kotak dialog lainnya. Selain itu pengaturan pada bagian Print ini juga telah disusun secara hirarki dari atas ke bawah, sesuai urutan pengaturan pencetakan yang umum digunakan, yaitu

  1. Number of Copies untuk mengatur jumlah salinan pencetakan.
  2. Printer untuk memilih tipe printer yang akan digunakan.
  3. Print What untuk memilih bagian dokumen yang akan dicetak.
  4. Other Settings untuk mengatur beberapa seting tambahan, misalnya orientasi kertas, ukuran kertas, dlsb.

Dan setelah semua pengaturan selesai, tinggal klik pada tombol Print untuk memulai proses pencetakan. Sangat mudah sekali :-)

… bersambung …

Posted: Aug 18 2009, 05:38 PM by Aris | with no comments
Filed under:
Preview Office 2010: Backstage View (Part 1)

icon-office(2) Office 2010 mulai melupakan user interface berbasis menu klasik yang biasa kita kenal. Pada Office 2007, sebuah drop-down menu masih kita dapatkan saat kita melakukan klik pada Office Button dimana drop-down menu yang merupakan menu utama ini berisikan sejumlah perintah dasar pada aplikasi-aplikasi Office seperti misalnya Open, Save, Print, dlsb. Pada Office 2010, saat kita melakukan klik pada Office Button, tampilan menu ini telah digantikan dengan sebuah tampilan baru yang lebih menarik, lebih lengkap dan lebih mudah untuk dipahami. Tampilan yang baru ini disebut dengan Backstage View.

Backstage View dapat dianalogikan dengan sebuah pusat kendali dokumen. Lewat tampilan yang didesign dengan menarik dan informatif ini, pengguna dapat dengan mudah melakukan beragam operasi standar yang umum dilakukan, seperti misalnya membuka dan menutup file-file dokumen, menyimpan dokumen dalam format lain, melihat property dokumen, mencetak dokumen, hingga finalisasi dokumen. Pada beberapa aplikasi Office yang umum digunakan seperti misalnya Word, Excel dan PowerPoint, Backstage View ini terbagi menjadi beberapa bagian.

Bagian pertama adalah bagian Info serta 4 tombol standar aplikasi Windows yaitu tombol Save, Save As, Open dan Close. Secara default, setiap kali kita membuka Backstage View maka tampilan Info ini yang akan terbuka. Dan sesuai dengan namanya, bagian Info ini memuat berbagai macam informasi penting berikut pengaturannya untuk file dokumen yang sedang aktif.

image

Bagian kedua adalah bagian Recent Documents yang merupakan jalan pintas untuk membuka beberapa file dokumen terakhir yang kita kerjakan. Dan seperti halnya pada Office 2007, pada Office Office 2010 ini juga belum ada fasilitas previewnya, mudah-mudahan pada versi finalnya nanti Microsoft akan menyertakan fasilitas preview pada bagian Recent ini.

image

Bagian ketiga adalah tombol New yang sudah sangat jelas kegunaannya, yaitu untuk membuat dokumen baru yang masih kosong ataupun menggunakan Office Online Templates. Fitur untuk menulis ke blog juga masih disertakan. Jika ada waktu luang, saya akan coba untuk menguji fitur ini dalam tulisan yang lain.

image

… bersambung …

Posted: Aug 18 2009, 05:31 PM by Aris | with no comments
Filed under:
Preview Office 2010: Ribbon untuk Semua Aplikasi

icon-office(2) Ribbon yang merupakan user interface baru yang mulai diperkenalkan pada Office 2007 tidak terdapat pada semua aplikasi pada Office 2007 tersebut. Hanya aplikasi dasar saja yang sudah menggunakan Ribbon ini, yaitu Word, Excel, PowerPoint dan Access. Sementara aplikasi lainnya masih tetap menggunakan user interface standar yang menggunakan struktur menu biasa. Dan pada Office 2010 ini Ribbon tampaknya mulai diterapkan pada semua aplikasinya. Setidaknya dari beberapa aplikasi dasar yang saya coba, yaitu Word, Excel, PowerPoint, Access, Outlook, Publisher, OneNote dan Visio terlihat sudah menggunakan Ribbon sebagai user interfacenya.

Seperti apa tampilan Ribon pada aplikasi-aplikasi tersebut ? Berikut ini screenshotnya.

Access 2010 Technical Previewimage

Excel 2010 Technical Previewimage

OneNote 2010 Technical Previewimage

Outlook 2010 Technical Previewimage

PowerPoint 2010 Technical Previewimage

Publisher 2010 Technical Previewimage

Visio 2010 Technical Previewimage

Word 2010 Technical Previewimage 

Dari kumpulan screenshot tersebut dapat dilihat keindahan user interface pada Office 2010 yang dipadu dengan struktur tombol-tombol perintah yang tampak mudah untuk dipahami dan digunakan. Selain itu, bentuk Office Button juga tidak berbentuk bundar lagi melainkan mengikuti bentuk dari tab hingga tampak lebih serasi :)

Posted: Aug 12 2009, 02:34 PM by Aris | with no comments
Filed under:
Edisi 32-bit dan 64-bit pada Office 2010

icon-office(2) Ada berapa edisi untuk paket aplikasi Microsoft Office 2010 ? jelas belum diketahui, namun yang pasti bahwa setiap edisi Office 2010 ini akan tersedia dalam dua cita rasa, yaitu 32-bit dan 64-bit sehingga Office 2010 ini akan menjadi versi Office pertama yang memiliki 2 jenis media instalasi untuk platform yang berbeda, karena seperti kita ketahui bahwa hingga versi Office terakhir yaitu Office 2007, media instalasinya tetap bersifat tunggal, jadi untuk diinstall pada platform 32-bit maupun 64-bit tetap menggunakan media instalasi yang sama.

Dengan adanya 2 cita rasa ini, maka skenario upgrade dari Office 2007 ke Office 2010 hanya berlaku untuk platform 32-bit saja. Sementara untuk pengguna Office 2007 pada Windows versi 64-bit tidak dapat melakukan upgrade ke Office 2010 64-bit. Informasi tentang skenario upgrade ini saya dapatkan pada situs Microsoft Connect seperti berikut ini:

  • A 32-bit 2007 Office system installation can be upgraded to 32-bit Office 2010.
  • A 2007 Office system running on a 64-bit Windows operating system cannot be upgraded to 64-bit Office 2010.

Mudah-mudahan informasi singkat ini ada gunanya.

Posted: Aug 12 2009, 11:37 AM by Aris | with no comments
Filed under:
Kebutuhan Minimum Sistem untuk Office 2010

image Berikut ini adalah kebutuhan minimum sistem yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi Microsoft Office 2010. Kebutuhan minimum sistem ini tentunya baru berlaku untuk versi Technical Preview-nya. Bagaimana untuk versi finalnya nanti, jelas masih belum diketahui, namun tampaknya masih relatif sama dan jika ada perbedaan pun mungkin tidak terlalu signifikan. Yang harus diperhatikan adalah kebutuhan minimum sistem operasi yang diperlukan, versi Technical Preview mensyaratkan minimum sistem Operasi Windows XP dengan Service Pack 3 dan tidak menutup kemungkinan bahwa versi finalnya nanti sistem operasi yang disyaratkan minimum adalah Windows Vista :-)

Selengkapnya kebutuhan minimum sistem untuk dapat menjalankan aplikasi Microsoft Office 2010 ini adalah sebagai berikut.

  • Computer and processor: 500 MHz processor or higher
  • Memory: 256 megabytes (MB) of RAM or higher
  • Hard disk: 2 gigabytes (GB). A part of this disk space is free after installation if the original download package is removed from the hard disk.
  • Drive: CD-ROM drive or DVD drive
  • Display: 1024 x 768 or higher-resolution monitor
  • Operating system: Windows® XP with Service Pack 3 (SP3) (32-bit), Windows Vista® with SP1 (32-bit or 64-bit), Windows® Server 2003 R2 with SP2 (32-bit or 64-bit), Windows® Server 2008 with SP1 (32-bit or 64-bit), Windows® 7 (32-bit or 64-bit). Terminal Server and Windows on Windows (WOW) (which allows installing 32-bit versions of Office 2010 on 64-bit operating systems) are supported.
  • Additional: Requirements and product functionality can vary based on the system configuration and operating system.
Posted: Aug 12 2009, 11:05 AM by Aris | with no comments
Filed under:
Microsoft Office 2010 Technical Preview Program

icon-office(2)

Lewat layanan Microsoft Connect serta situs Backstage with Office 2010, para user yang telah mendaftar sebelumnya dan telah mendapatkan sebuah invitation, diberikan kesempatan untuk mendownload paket aplikasi Microsoft Office 2010 Technical Preview. Setelah mendownloadnya, tentunya para user tersebut bisa langsung mencoba serta merasakan kecanggihan aplikasi-aplikasi didalam paket aplikasi Microsoft Office 2010 ini yang menurut rencana akan segera hadir di tahun depan. Harapan dari Microsoft bagi para user tersebut tentunya untuk mendapatkan berbagai macam feedback, baik feedback positif maupun feedback negatif, yang jelas merupakan input yang sangat berharga sebelum produk ini resmi dirilis ke pasaran.

image

Bagaimana caranya memberi feedback ? bisa dengan mengikuti beragam topik Newsgroup yang ada di situs Microsoft Connect, mengikuti berbagai macam forum resmi atau cara yang paling mudah adalah menggunakan fitur Microsoft Office Send a Smile yang secara otomatis akan ikut terinstall saat kita melakukan instalasi Office 2010 Technical Preview ini. Fitur Send a Smile tersebut akan menempatkan 2 buah icon pada notification area di taskbar Windows seperti tampak pada gambar berikut ini.

image

Saat mencoba menggunakan aplikasi-aplikasi pada Microsoft Office 2010 versi Technical Preview ini, jika user merasa puas atau bermaksud hendak mengirimkan feedback positif maka user tinggal meng-klik icon Send a Smile hingga sebuah kotak dialog Send a Smile akan terbuka. Pada kotak dialog inilah user dapat menuliskan komentarnya pada kolom yang disediakan berikut tampilan screenshotnya. Dan dengan meng-klik tombol Submit maka feedback tersebut akan dikirimkan ke pihak Microsoft.

image

Dan bukan hanya feedback positif saja, dengan cara yang sama, user juga dapat mengirimkan komentar untuk pengalaman yang mungkin kurang menyenangkan saat mencoba aplikasi ini, yaitu dengan meng-klik icon Send a Frown.

Dengan adanya Technical Preview Program serta adanya kemudahan dalam menyampaikan feedback ini, mudah-mudahan paket aplikasi Microsoft Office 2010 ini akan menjadi sebuah paket aplikasi bisnis yang memang layak untuk ditunggu !

Links:
Backstage with Office 2010 (http://www.office2010themovie.com/)
Microsoft Connect: http://connect.microsoft.com/

Posted: Aug 12 2009, 11:02 AM by Aris | with no comments
Filed under: