Styles, di dalam keluarga Microsoft Office, dapat digunakan untuk merencanakan dokumen yang akan kita buat. Jika ada rekan-rekan sedang menyusun dokumen yang lumayan besar dan terstruktur, seperti buku, skripsi, thesis, report, laporan, dan lain-lain, maka rekan-rekan dapat menggunakan styles untuk merencanakan dan "mempermudah hidup" :)
Sebagai contoh kasus, misalnya kita sedang dalam proses pengerjaan penulisan tugas akhir. Berikut adalah bagaimana merencanakan dan menyusun dokumen dengan menggunakan styles.
A. Styles dapat digunakan untuk menformat dokumen dengan lebih cepat dan teratur.
Yang dimaksud di sini adalah, jika kita sedang menulis laporan, biasanya ada beberapa bagian dari teks yang kita tuliskan akan memiliki format yang sama. Misalnya, judul bab (Align: Center, FontStyle: Bold, Size: 14, AllCaps), atau sub-bab (buletted: 2 level, FontStyle: Bold), atau sub-sub-bab (buletted: 3 level, FontStyle: Bold), termasuk indentation-nya , seperti di gambar (tidak mencantumkan konten).

Format-format itu bisa kita rekam di dalam styles untuk kita gunakan kembali nantinya. Untuk merekamnya, bisa dengan mengikuti langkah simple sebagai berikut:
Sorot teks yang sudah terformat, lalu klik di toolbar style, ketikkan nama style yang diinginkan, misalnya "bambangBab" untuk judul bab, "bambangSub1 untuk sub bab level 1.
Sesudah melakukan proses perekaman styles tersebut, styles yang sudah direkam dapat dilihat di list of styles dengan mengklik drop down arrow pada styles toolbar.
Untuk selanjutnya, jika rekan ingin menggunakan styles tersebut di bagian lain pada dokumen laporan, tinggal sorot saja teks-nya dan pilih style yang diinginkan. Misalnya untuk point ke dua di bab pendahuluan.
Khusus untuk numberring, di beberapa kasus, perlu ada sedikit penyesuaian untuk merestart kembali numberring level satu nya. (Karena ada masukan dari siswa dan rekan bahwa kadang-kadang, pada saat memasuki bab 2 atau bab 3, numberring level satu nya tidak restart, malah melanjutkan numberring dari bab 1), seperti gambar di bawah ini.

Penyesuaian yang akan dilakukan, bisa dengan mengikuti langkah berikut:
- klik ganda di numberring (angka 1.3)
- klik opsi restart numberring dan klik di customize button.
- ganti number level ke level 1, set start level 1 numberring ke 2, dan pilih opsi this point forward.
B. Styles sudah direkam dapat digunakan untuk keperluan lain.
Keperluan yang lain dalam hal ini contohnya adalah pembuatan Table of Content (TOC) atau Index. Sebagai contoh, kita akan lihat pembuatan "Instant" TOC.
- Klik di menu Insert - Reference - Index and Tables
- Pilih tab Table of Content
- Pilih Tab Leader, Formats, dan Level TOC yang ingin ditampilkan.
- Klik tombol Options.
- Hapus angka level TOC yang tersedia, dan atur level TOC kita sendiri sesuai dengan level Styles yang telah kita buat.
- Klik OK, dan Klik OK untuk mengakhiri kotak dialog References.
- Walla... TOC sudah jadi!

Jika misalnya rekan-rekan ingin menambahkan beberapa items ke dalam daftar isi tersebut (misalnya halaman daftar isi itu sendiri, halaman untuk abstraksi, kata pengantar, lembar pengesahan, daftar gambar dan lain sebagainya), yang perlu rekan-rekan lakukan hanya menyorot judul-judulnya dan set style nya (dalam case ini "bambangJudul). Setelah itu... tinggal klik kanan TOC nya dan pilih opsi Update Entire TOC.
Walla.... Rekan-rekan tidak perlu lagi mengetik sendiri TOC laporan nya.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer.
Dalam satu minggu ini, satu teman dan satu famili saya mengeluh karena mereka mengalami problem dengan OS nya, kemudian diinstall ulang, dan dokumen office nya tersapu full format. Sayang sekali memang. Tapi sebetulnya hal seperti itu bisa dihindari. Apalagi mereka ini mempartisi hard disk nya. So, saya sarankan kepada mereka, untuk membiasakan diri mengkonfigurasi office supaya pada saat mereka menyimpan dokumen office, dokumen itu tidak disimpan di lokasi defaultnya (yang tentu saja di partisi yang sama dengan partisi OS).
Biasanya, MS Office menempatkan dokumen-dokumen di folder My Documents (per user) sebagai default locationnya. Berikut adalah cara untuk memindahkan default location.
Jika masih menggunakan MS Office 2003:
- Untuk MS Word, klik di menu Tools - Option. Pilih di opsi tab File Location.
- Untuk MS Excel, klik di menu Tools - Option. Pilih di opsi tab General.
- Untuk MS PowerPoint, klik di menu Tools - Option. Pilih di opsi tab Save.
- Untuk MS Access, klik di menu Tools - Option. Pilih di opsi tab General.
- Untuk MS Publisher, klik di menu Tools - Option. Pilih di opsi tab General.
- Ubah Default File Location untuk Dokumen dengan mem-browse ke folder baru. Sebaiknya folder tersebut berada di partisi yang selain dari partisi OS (partisi D atau E, jika partisi OS nya ada di C).
Jika menggunakan MS Office 2007:
- Klik di Office button, klik di Options (Word Options, Excel Options, dll)
- Pilih opsi tabs Save
- Ubah Default File Location untuk Dokumen dengan mem-browse ke folder baru. Sebaiknya folder tersebut berada di partisi yang selain dari partisi OS (partisi D atau E, jika partisi OS nya ada di C).
Cheers.
Semoga bermanfaat.
Entah kenapa, baru di sesi training kali ini saya mendapati siswa (beberapa siswa sekaligus) yang menemui kesulitan untuk menginstall SQL Server 2000 di pc ber-OS Windows XP dan Windows 2000. Versi SQL server yang lumayan berumur, tapi ternyata masih banyak yang pakai, dan ternyata sesi training nya masih ada. 
Ok... pesan errornya adalah... “A previous program installation created pending file operations on
the installation machine. You must restart the computer before running
setup.”
Well… Pada kasus ini, logikanya adalah... ada proses installasi aplikasi sebelumnya yang belum terselesaikan dengan proses restart. Saya minta siswa untuk meretart pc-nya. Tapi, tetap masih tidak bisa melakukan installasi SQL Server dengan problem yang sama.
Kalau begitu, berarti kemungkinan lain adalah, SQl Server mendeteksi rekaman di registry bahwa ada proses installasi yang ter-pending. Solusi untuk ini adalah, menghapus entry registry yang merujuk ke situ.
- Restart PC.
- Klik Start, pilih Run.
- Ketik: Regedit, Click OK.
NOTE: BackUp registry terlebih dahulu dengan klik di File menu, kemudian klik Export. (atau Export Registry File dari Registry menu di Windows 2000).
- Di Registry Editor, buka registry subkey berikut: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager
- Di Panel sebelah kanan, klik kanan entry PendingFileRenameOperations. Pilih Delete.
- Pada saat Confirm Value Delete, klik Yes.
- Sekarang bisa dicoba untuk melakukan kembali installasi SQL Server 2000-nya. Biasanya berhasil. Kalo masih belum bisa, di-restart dulu.
Cheers.