Sertifikasi Microsoft: Sulit vs Mudah
Sebelum saya lanjutkan, mohon maaf jika judulnya mungkin kurang tepat, karena saya sendiri merasa demikian. Tapi tetap saya pasang juga karena judul harus yang eye-catching (katanya).
Tulisan ini sekedar menyambung apa yang sudah dituliskan Suhu Aris Lesmana, beliau sudah menyampaikan beberapa point yang penting mengenai sertifikasi, mulai dari keuntungannya, jenisnya, cara ujiannya, sampai ada beberapa contoh soalnya. Lebih lengkapnya rekans bisa mendownload e-book nya. Dan topik ini saya tuliskan lagi dengan latar belakang pertanyaan-pertanyaan dari siswa-siswa di kelas dan kunjungan saya ke UPI: Bedah Windows 7, beberapa waktu lalu.
Pertama yang ingin saya sampaikan adalah mengenai keuntungan (benefit) dengan kita memiliki sertifikasi (saya akan fokus ke Microsoft). Hal yang paling nyata adalah “we will be Internationally recognized”. Hal ini jika dibandingkan dengan (mohon maaf) gelar yang kita dapat dari kuliah, yang terkesan hanya berlaku di Indonesia. Pengalaman saya sendiri, banyak moment ketika saya menghadapi interview international via telepon, ST yang saya punya malah menjadi bahan diskusi. Jadi, untuk rekans yang kiranya punya keinginan untuk bekerja secara internasional, maka memiliki sertifikasi adalah sesuatu yang perlu dimiliki – tentu saja dibarengi dengan penguasaan bahasa internasional (Inggris, Mandarin, dll).
Sertifikasi juga akan menjadikan kita “berbeda” – punya nilai plus – dibandingkan dengan lulusan PTN/PTS yang lain, karena kita punya skill yang disertifikasi. Nilai plus karena kita punya sesuatu untuk bisa lebih dipertimbangkan terserap oleh perusahaan “calon tempat kita bekerja”. Nilai plus ini juga bisa berarti kita punya kesempatan menegosiasikan fee yang nantinya akan kita dapat. Beberapa siswa bahkan sengaja ikut training, ujian dan be certified hanya dengan tujuan untuk menaikkan gaji.
Keuntungan selanjutnya adalah kita akan punya akses dan menjadi bagian dari teknologi vendor – Microsoft. Saya, dan tentu saja rekans lain yang sudah setidak-tidaknya MCP (Microsoft Certified Partner) bisa mengakses pengetahuan, lab practices, puluhan e-book, mendapat potongan harga untuk buku-buku, produk, merchandise, bahkan bisa mendapatkan kesempatan untuk mencoba software baru secara legal (genuine), dan gratis untuk selanjutnya bisa memberikan feedback kita ke Microsoft.
Selanjutnya, setelah kita tahu keuntungan yang akan kita peroleh, pertanyaan yang muncul biasanya adalah: apakah sulit untuk mendapatkannnya? Saya tidak akan jawab dengan sulit, mudah atau gampang-gampang susah. Seperti yang disampaikan Mr. Witwicky (The Transformers): “No Sacrifice, No Glory”. Untuk mendapatkan itu semua, memang ada harga yang harus dibayar. Harga dalam hal waktu, usaha, dan uang. Saya analogikan seperti kita akan menhadapi ujian UMPTN. Untuk lulus, ada harga dalam tiga hal itu yang harus dibayarkan.
Untuk waktu dan usaha, saya yakin rekans sudah jelas bahwa dalam jangka waktu tertentu, kita harus fokus belajar dan latihan. Sumber belajar dan latihan banyak. Dan Microsoft selalu menyediakan yang namanya Self-Paced materials. Jika rekans ingin ikut training, juga sangat disarankan.
Kemudian, jika rekans sudah siap, tinggal ujian saja. Detail tentang track teknologi, tata-cara ujian, sudah disampaikan oleh Suhu Aris Lesmana.
Tidak seperti UTS/UAS atau UMPTN, ujian sertifikasi bisa dilakukan kapan saja, tinggal disesuaikan dengan jadwal yang ada di Prometric Testing Center. Rekans bisa cek di mana saja Prometric Testing Center yang terdekat dengan posisi rekans sekalian melalui situs Prometric.
Pada tahap ini, biasanya, kendala yang dihadapi adalah fee ujian. Di Indonesia, satu kali ujian, rekans harus membayar $50. Mahal? Sebetulnya tidak, secara.. sepengetahuan saya, fee ujian di Indonesia adalah termurah nomor 2 setelah India. Tentu saja sepertinya rekans belum tentu mau ujian di sana supaya fee nya murah. Kendala biaya ini biasanya dihadapi oleh rekans mahasiswa.
Untuk kendala ini, saya ada beberapa tips. Banyak jalan menuju Roma. Pertama, cari sponsor. Biasanya yang terdekat ya, orang tua (hehehe). Bisa juga coba mengajukan ke donatur atau perusahaan.
Kedua, selalu dekat dengan komunitas,, terutama MUGIERS :) Karena dari sana kita bisa mendapatkan beberapa promo yang berkaitan dengan ujian. Contohnya “Windows 7 Certification Hero”.
Program ini menawarkan kepada 77 orang pertama yang mengikuti ujian MCTS Windows 7 dan lulus, ganjarannya adalah pengembalian exam fee, mendapat T-Shirt, Plakat, dan berkesempatan mengikuti undian yang hadiahnya lumayan. Jadi, rekans sebetulnya bisa tersertifikasi gratis, juga mendapatkan hadiah. Program ini masih berlangsung hingga 18 November. Cek dahulu apakah sudah 77 orang atau belum.
Program lain di antaranya adalah:
- MVP Heroes, biasanya ada waktu-waktunya MVP baru bisa “membagikan” voucher discount untuk exam fee 15% hingga 25% (lumayan).
- MCT Rewards, rekans bisa menghubungi para MCT (Microsoft Certified Trainer) untuk mendapatkan voucher discount exam fee. (lumayan).
- Program-program learning dari Microsoft. Untuk tahun ini, Microsoft menyediakan voucher discount untuk beberapa ujian tertentu, 10% hingga 25%, yang bisa rekans request dan berlaku hingga 31 Desember 2009. (lumayan). Cek di sini atau di sini.
- Program-program dari beberapa perusahaan IT/Training center. Contoh cek di sini.
Akhir kata, “With Great Power, Comes Great Responsibility” - Ben Parker (Spiderman). Menjadi seseorang yang certified, berarti juga orang lain/perusahaan akan mempunyai harapan yang “plus” terhadap rekans. Jadi, pastikan rekans selalu belajar, latihan, dan ter-update dengan teknologi terbaru. Selalu siap terhadap perubahan, rendah hati dan terbuka menghadapi kritik dan saran yang membangun.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCP, MCT, MCTS, MCPD, CCNA