BFIndarto

Live & Learn

Quote of the Day

  • "When it is obvious that the goals cannot be reached, don't adjust the goals, adjust the action steps." - Confucius






 


Recent Posts

Recent Activities

July 4-12, 2011
Deliver IT training
Title: SharePoint 2010, Config & Dev
Location: BioFarma Bandung

June 20-24, 2011
Deliver IT training
Title: SharePoint 2010, Development
For Indonesia Power, Jakarta

May 30-June 04, 2011
Deliver IT training
Title: Windows Server 2003 Infra
Location: Solusi, Jakarta

March - October, 2011
PowerPoint 2007 Trainer & Consultant
for CIMB-NIAGA
Location: Jakarta, Indonesia

Oct 11-14, 2010
Deliver IT training
Title: Office Excel 2007 Adv, Total E&P
Location: Balikpapan, Indonesia

Sep 27-30, 2010
Deliver IT training
Title: Excel 2007 Macro, Total E&P
Location: Balikpapan, Indonesia

Agt 24-27, 2010
Deliver IT Training
Title: MS Server 2008, Sidola
Location: Bandung, Indonesia

Agt 05-07, 2010
Deliver IT Training
Title: MS Office 2010, INTI College
Location: Jakarta, Indonesia

Jul, 2010
Deliver IT Training
Title: MS Office 2010, SPH
Location: Karawaci, Indonesia

Jun-Jul, 2010
Deliver IT Training
Title: MCPD.NET Certification, UMP
Location: Pahang, Malaysia

Feb 15-19, 2010
Deliver IT training
Title: WSS-MOSS 2007, Native Enterprise
Location: Bandung, Indonesia

Feb 1-5, 2010
Deliver IT training
Title: Cisco Fast-Track, Sidola
Location: Bandung, Indonesia

Links & Resources

Tags

Community

Microsoft Excel Solver Add-Ins

Setelah membahas dua add-ins, masing-masing untuk Word/OneNote (Mathematics) dan PowerPoint (Mouse Mischief), tidak adil rasanya kalau tidak membahas imagesatu add-ins yang juga powerful dari Microsoft Excel. Namanya Solver. Add-Ins ini akan tersedia di dalam Tab Data jika Office di-install secara Full. By Default, Add-Ins ini tidak ditampilkan. Untuk dapat menampilkannya, buka Backstage View, kemudian klik Options, klik kategori Add-Ins. Kemudian klik tombol Go di sebelah Manage Add-Ins dropdown menu. Pilih Solver, kemudian klik OK.

Saya senang sekali menggunakan Add-Ins ini karena mengingatkan saya ke jaman kuliah dulu di Teknik Industri, dimana kata kunci dari kuliah TI adalah mencapai hasil yang optimal dengan batasan-batasan yang ada (constraints). Jadi memang seperti itulah fungsi dasar Solver Add-Ins. Sebagai contoh, jika kita memiliki pabrik yang memproduksi produk A, pasti kita ingin memproduksi se-optimal mungkin (sehingga profit maksimum) dengan keterbatasan yang ada; misalnya kapasitas mesin, atau jumlah karyawan yang masih sedikit, atau perubahan musim yang menyebabkan perubahan permintaan dari konsumen dan lain sebagainya.

Sebagai contoh sederhana, mari kita lihat Toko Roti “RotiBox”. RotiBox memproduksi empat jenis roti: Roti Strawberry, Roti Coklat, Roti Kismis, Roti Keju. Keuntungan yang diharapkan untuk masing-masing roti ditunjukkan pada tabel berikut.

image

Tujuan utama dari suatu usaha, tentu saja keuntungan yang semaksimal mungkin, dengan keterbatasan tertentu. Jadi, dalam contoh ini, tujuan utama adalah Total Profit. Keterbatasan yang akan saya munculkan antara lain:

  • Dengan kapasitas mesin dan jumlah karyawan yang ada sekarang, Maks Produksi dari kombinasi Quantity masing-masing produk adalah 1250 item per hari.
  • Permintaan Roti Strawberry dan Roti Coklat selalu tinggi, sehingga manajemen memutuskan untuk menyediakan masing-masing minimum 275 item per hari nya.
  • Permintaan Roti Kismis, tidak terlalu banyak, sehingga diputuskan untuk diproduksi minimum 150 item per hari.
  • Permintaan Roti Keju menurun, dilihat dari 1 minggu terakhir, sehingga diputuskan untuk tidak terlalu banyak di produksi. Roti keju diproduksi dalam range quantity 10 hingga 55 item saja, supaya tidak banyak terjadi penumpukan di toko.

Dengan contoh kasus di atas, kita akan coba memaksimalkan profit dengan bantuan solver. Untuk memulai, klik Tab Data, klik Solver. Kemudian masukkan parameter-parameternya. Untuk me-refer ke cell, rekans dapat menggunakan referensi absolut, relatif atau seperti yang saya contohkan di sini: menggunakan named reference.

image

imageUntuk menambahkan batasan (constraints) tekan tombol Add, dan tambahkan batasan-batasan sesuai. Contohnya MaksProduksi <= 1250.  Pada saat semua batasan telah di-input, tekan tombol OK.

Cek kembali parameter-parameter yang diperlukan oleh Solver. Jika sudah yakin, silahkan klik tombol Solve. Berikut adalah hasilnya.

image

Pada saat Excel menampilkan hasil, Excel juga memperlihatkan Solver Result Dialog Box.

image

Sebelum saya klik OK, biasanya saya akan simpan contoh ini dalam skenario. Klik Save Scenario, dan beri nama skenarionya. Misalnya “SkenarioBulanIni”.

image

Skenario ini bisa ditambahkan sesuai dengan perubahan tujuan atau batasan yang ada. Misalnya, karena perusahaan membeli mesin baru maka maksimum produksi bertambah menjadi 2500. Jadi tinggal panggil kembali Solver-nya, ganti maksProduksi menjadi <= 2500. Klik Solve, dan simpan skenario sebagai “DoubledProduction”.

Contoh lain, permintaan roti keju meningkat dan menajemen memutuskan untuk memproduksi Roti Keju minimum 50, maksimum 125. Panggil kembali Solver-nya, ganti kej menjadi <= 125 dan >= 50. Klik Solve, dan simpan skenario sebagai “KejuDitambah”.

Semua skenario tadi akan disimpan oleh Excel di dalam Scenario Manager yang berada di dalam Tab DataWhat If Analysis. Untuk melakukan review skenario-skenario yang sudah disimpan tadi, klik pada Scenario Manager, pilih skenario yang ingin di-review, kemudian klik Show.

image

Semoga bermanfaat.

Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.  
MCTS, MCPD, MOM, MCT, CEI