Konsep Html HotSpot biasanya kita temukan di dalam tag html yang ditempatkan
pada Image Map. Html HotSpot adalah area transparan – yang mempunyai 3 pilihan
bentuk: persegi, oval dan poligon – yang digunakan untuk menandai suatu area di
dalam gambar. Area tersebut pada akhirnya akan diberikan link ke suatu page yang
berisi informasi mengenai area tersebut.


Teknik penggunaan HotSpot ini pun ternyata dapat diaplikasikan di dalam slide
presentasi sehingga presentasinya dapat lebih hidup.
Contoh kasusnya adalah misalnya pada saat kita ingin menjelaskan detail
mengenai suatu daerah (seperti gambar di atas). Satu slide akan menampilkan peta
Indonesia yang sudah dilengkapi hotspot di masing-masing ibukota propinsi
lengkap dengan link ke slide penjelasannya. Berikut adalah langkah-langkahnya.
- Jalankan Microsoft PowerPoint 2013
- Siapkan slide pertama, dan masukkan gambar peta Indonesia
- Tempatkan Shape di kota-kota yang akan dijelaskan detailnya

- Berikan link pada masing-masing Shape menuju slide detail masing-masing kota.
Contoh:
Klik pada salah satu Shape, misalnya Palembang.
Klik pada Tab
Insert – Hyperlink (atau tekan kombinasi Ctrl+K).
Klik pada Place In This
Document. Kemudian pilih slide Palembang.
Klik Ok.

- Dengan Shape Palembang masih terpilih, kita akan membuat shape ini tidak
terlihat (transparan).
Klik kanan pada Shape Palembang, kemudian pilih
Format Shape untuk membuka Format Shape Pane.
Pastikan Opsi Solid
Fill masih terpilih, dan geser Transparency ke 100%.
Pastikan Opsi
Solid Fill juga terpilih pada Line, dan geser Transparency ke
100%.

- Klik Tab Home, kemudian klik ganda pada tombol Format Painter untuk
mengambil style yang sudah diaplikasikan pada Shape Palembang.
- Klik pada shape yang lainnya agar shape yang lain tersebut memiliki style
yang sama dengan Shape Palembang.

Sebagai hasilnya, pada saat kita melakukan presentasi (Slide Show Mode), kita
dapat mengarahkan pointer mouse ke Palembang (dan kota-kota lain yang sudah
memiliki HotSpot) kemudian klik, maka PowerPoint akan membawa kita ke slide yang
berisi detail informasi mengenai Palembang.
Teknik HotSpot ini akan semakin sempurna jika kita menempatkan shape yang
berisi link ke slide peta utama di masing-masing slide detail, sehingga pada
saat kita melakukan presentasi, kita dapat dengan cepat kembali ke slide peta
utama.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM,
MCT, CEI, MVP
Pernahkah Anda mengambil data dari sumber online ke spreadsheet Excel Anda?
Misalnya harga saham, cuaca, hasil Pencarian Bing atau bahkan feed Twitter?
Beberapa di antara Anda pasti ada yang menjawab pernah. Biasanya Anda
mengambil data dari halaman web dengan cara Import Data from Web. Cara ini dapat
dilakukan jika halaman webnya ada dan data yang tersaji dalam
web tersebut berbentuk tabel.
Selain cara tadi, hal yang cukup WOW yang saya temukan di dalam Excel 2013
adalah kemampuan Excel 2013 untuk menarik data dari WebServices. WebServices
biasanya dapat mengeluarkan data dalam bentuk yang ringan, “bersahabat” dengan
jaringan Internet dan kompatibel dengan berbagai macam aplikasi pengguna data –
karena berformat XML –. WebServices dapat ditemukan di Internet, juga dapat
di-host di jaringan Intranet perusahaan untuk mendistribusikan data.
Bagaimana Excel 2013 menarik data dari WebServices? Ternyata hanya dengan
menggunakan Function! Penarikan data dilakukan dengan Fungsi
WEBSERVICE(url), dikombinasikan dengan Fungsi
FILTERXML(xml,xpath) untuk mengeluarkan data dari node-nya.
Note: xml data yang dikeluarkan oleh WebServices
umumnya memiliki pola tertentu, yang berbeda-beda satu sama lain, jadi di
beberapa kasus kita perlu melakukan kegiatan “bersih-bersih” terlebih
dahulu.
Berikut adalah contoh kasusnya. Kita ingin menampilkan informasi cuaca dari
suatu WebServices yang menyediakannya. WebServices ini di-host di www.webservicex.net dengan end-point http://www.webservicex.net/globalweather.asmx
Dari end-point ini, sebenarnya kita dapat mengeluarkan dua informasi.
Pertama adalah daftar kota yang ada di suatu negara dengan fungsi
GetCitiesByCountry(). Yang kedua adalah kondisi cuaca dari
suatu kota yang ada di negara tertentu dengan fungsi
GetWeather(). Karena kita ingin menampilkan info cuaca, mari
arahkan fokus ke fungsi GetWeather(). Dan setelah membaca dokumentasinya, saya
dapatkan url untuk mengeluarkan data xml-nya. Di url ini terdapat nama kota dan
negara yang nantinya dapat dijadikan variabel di Excel 2013.
http://www.webservicex.net/globalweather.asmx/GetWeather?CityName=Jakarta&CountryName=Indonesia
Sekarang mari kita jalankan Excel 2013. Kita ketikkan teks Nama Kota, Angin,
Suhu, Jarak Pandang, Kondisi Langit, Kelembaban dan Tekanan Udara dalam satu
kolom. Agar kita tidak perlu lagi mengetikkan nama kota, kita dapat membuat
daftar kota di worksheet kedua. Kemudian menempatkan validasi data dengan rule
List yang ber-referensi ke daftar kota.

Di bawah baris yang berisi sel bervalidasi, kita masukkan fungsi:
=WEBSERVICE(CONCATENATE("http://www.webservicex.net/globalweather.asmx/GetWeather?CityName=",D2,"&CountryName=Indonesia"))
Fungsi ini dikombinasikan dengan fungsi CONCATENATE agar dapat
memasukkan variasi kota yang ada di dalam list – dalam hal ini adalah D2. Kita
juga nantinya dapat memasukkan variasi nama negara untuk menggantikan teks
“Indonesia” yang ada di dalam url. Hasil yang dikeluarkan kira-kira sebagai
berikut:

Tidak terlalu bagus memang. Tapi dengan sedikit mengolahnya dengan fungsi-fungsi
teks seperti RIGHT(), LEN(), SUBSTITUTE(), akhirnya didapatkan hasil sebagai
berikut.

Dengan didapatkannya struktur yang bagus, langkah berikutnya adalah
mengekstrak datanya dengan fungsi FILTERXML(xml,xmlpath). Contohnya:
=FILTERXML($D$8,"//Location") untuk mengambil data Lokasi
=FILTERXML($D$8,"//Wind") untuk mengambil data Angin
dan seterusnya, dengan $D$8 dalam hal ini adalah referensi sel yang berisikan
data XML yang sudah bersih tadi. Sebagai hasil akhir, dengan sedikit format
sana-sini dan menyembunyikan row yang berisi proses “pembersihan”, kita bisa
membuat aplikasi yang menampilkan cuaca di kota-kota yang ada di Indonesia.
Hanya dengan Excel 2013.


Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, tentu saja pastikan PC sudah tersambung
dengan baik ke Internet. Untuk dapat mencobanya, silahkan download file-nya di sini.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Brunei Darussalam, Maret 2013
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM,
MCT, CEI, MVP
Beberapa peserta training PowerPoint yang berasal dari level supervisor hingga level manajer pernah menanyakan bagaimana cara membuat timeline suatu project untuk presentasi mereka. Ada yang berusaha keras membuatnya dengan mengkombinasikan shapes, ada juga yang memodifikasi SmartArt. Beberapa di antara mereka ada yang belajar dan membuatnya dengan Microsoft Project (Gantt Chart). Tetapi tunggu dulu, berapa orang di antara rekan-rekan pembaca di sini yang dapat mengoperasikan Microsoft Project? Kemungkinan jika ada yang mengacungkan tangan, secara statistik dapat dikatakan sedikit jumlahnya. Microsoft Project memang merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu merencanakan suatu project. Namun untuk menggunakannya, kita perlu mempelajari aplikasi ini, bagaimana cara pakainya, bagaimana cara settingnya, dan itu semua perlu waktu.
Sebagai langkah terakhir ya biasanya meminta pertolongan ke bagian IT, hehehe.
Untuk membuat timeline suatu project di dalam slide presentasi, sebetulnya memang dapat dilakukan dengan cara-cara tersebut. Namun, untuk lebih mempermudah lagi dan menghasilkan timeline yang lebih bagus (untuk ditampilkan dalam presentasi), rekan-rekan dapat meng-install add-ins Office Timeline. Add-Ins ini gratis dan dapat diunduh dari situs ini. Fitur-fiturnya dapat dibaca di sini.
Seperti beberapa Add-Ins yang lain untuk PowerPoint, setelah diunduh dan di-install, kita dapat membuat dan memodifikasi Timeline melalui Tab Timeline.

Untuk membuat Timeline pada suatu slide, klik tombol New, kemudian ikuti Wizzard pembuatan Timeline yang disediakan. Terdapat empat pilihan style: Standard, Gantt, Phases, Interval.

Langkah berikutnya adalah mengisikan informasi milestone.

Langkah berikutnya adalah mengisikan kegiatan-kegiatan berikut interval waktunya (Phases). Kemudian klik Finish.

Setelah Timeline yang dibuat berdasarkan Wizzard tadi ditampilkan pada slide, kita dapat melakukan modifikasi dengan menekan tombol Bolt-Ons.

Berikut ini adalah contoh-contoh dari timeline yang dihasilkan melalui Wizzard New Timeline.
Dengan adanya Add-ins ini, membuat timeline untuk presentasi akan menjadi lebih menyenangkan.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Banyak ide yang ditemukan ketika bertemu peserta training yang aktif bertanya, salah satunya adalah ide membuat animasi teks yang berputar pada slide PowerPoint 2010. Dan terasa lebih menyenangkan ketika ide tersebut dapat terwujud karena PowerPoint memiliki fitur yang dapat di-setting dengan mudah.
Berikut adalah screenshot dari slide yang sudah jadi. Slide ini merupakan slide pembuka (Title Slide). Terlihat sangat sederhana, namun pada bagian kanan atas sebenarnya terdapat teks yang melingkar dan teks tersebut berputar pada saat sang presenter menjalankan Slide Show.
Mari kita coba untuk membuatnya.
Pertama, masukkan satu text box ke dalam slide. Klik pada Tab Insert, Shapes, Text Box. Isi dengan teks yang diinginkan, contohnya “Alam Gita Mandiri – 2012 – “.
Klik pada text box, kemudian klik pada Tab Format, dan masukkan angka 1 pada isian Width dan Height sehingga kita mendapatkan textbox yang bujursangkar. Angka lebar dan tinggi dapat disesuaikan dengan teks yang diketikkan sebelumnya.

Kembali klik pada text box, kemudian klik pada Tab Format, Text Effects, Transform, Circle. Kegiatan ini akan merubah teks yang diketikkan tadi membentuk lingkaran.

Langkah berikutnya adalah memberikan efek animasi berputar. Klik pada text box, kemudian klik pada Tab Animations, pilih animasi Spin yang terdapat dalam kategori animasi Emphasis.
Klik pada Tab Animations, klik tombol Animation Pane, klik kanan pada animasi Spin, kemudian pilih Effect Options. Kegiatan ini akan membuka jendela Spin Properties.

Pada Spin Properties, klik Tab Timing. Pindahkan setting Start ke After Previous. Pindahkan setting Durasi ke Slow. Pindahkan setting Repeat ke Until End of Slide.

Klik OK dan PowerPoint akan menampilkan preview-nya. Silahkan coba jalankan slide show dengan menekan tombol F5. Setting tersebut akan menjalankan animasi berputar hingga presentasi selesai. Jadi, misalnya kita mempunya 4 slide dan melakukan slide show, dari slide 1, 2, 3, 4, kemudian kembali ke slide 1 (sebelum slide show diakhiri), teks tersebut masih berputar.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Mengisi waktu karena tiba-tiba diharuskan masuk klinik mendadak untuk menemani bu dokter, saya teringat ke suatu riset yang belum dituliskan ke blog, mengenai membuat barcode sendiri untuk ditempelkan ke suatu produk. Latar belakang risetnya sederhana. Saya dan keluarga kebetulan menyukai batik dan sedang merintis usaha (menuju) besar-besaran. Jadi terpikirkan untuk bagaimana caranya supaya informasi – terutama nama dan harga – mengenai produk batik yang kami jual suatu saat dapat dikenali dan terinput dengan cepat ke dalam suatu sistem. Jadi kira-kira, batik-batik tersebut akan kami beri label yang di dalamnya ada barcode yang dapat dibaca oleh mesin pembaca barcode.
Setelah googling sana-sini dan tanya-tanya beberapa teman, ternyata label ber-barcode juga dapat diproduksi menggunakan aplikasi Microsoft Office Word 2010. Menarik. Trik-nya
sederhana, yaitu menggunakan font khusus barcode. Setelah googling lagi, font barcode ini ternyata ada yang gratis (di antara banyak font barcode yang berbayar). Silahkan kunjungi situs berikut dan unduh. Cara men-install font tersebut sederhana, dengan menyalinnya ke direktori C:\Windows\Fonts, seperti yang sudah pernah saya bahas di tulisan saya sebelumnya. Barcode 39 dan 39 Extended yang diunduh ini hanya salah satu dari variasi barcode yang dapat dibaca oleh barcode scanner. Barcode 39 juga memiliki banyak nama lain seperti USS Code 39 atau Code 3/9. Selain Barcode 39, ada beberapa barcode lain yang digunakan untuk keperluan khusus, contohnya EAN 2 (majalah), EAN 5 (buku), Pharmacode (produk farmasi), dan CPC Binary (kantor pos).
Setelah font Barcode 39 Extended ter-install, langkah berikutnya adalah mempersiapkan data dan membuat label dengan memanfaatkan fitur Mail Merge. Contoh data yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
![image_thumb[1] image_thumb[1]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb1_5F00_thumb_5F00_6E2CAF52.png)
Data ini saya buat menggunakan Microsoft Excel 2010 dengan nama DataBatik.xlsx. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, data yang nantikan akan dibaca oleh barcode scanner diberikan tanda * pada awal dan akhirnya. Contohnya *BA01RD1*. Tidak semua barcode memerlukan tanda ini, tetapi tanda ini diperlukan untuk barcode 39.
Kemudian jalankan Microsoft Word 2010. Klik pada tab Mailings, Start Mail Merge, dan klik Labels.
![image_thumb[4] image_thumb[4]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb4_5F00_thumb_5F00_08792A45.png)
Pilih jenis label yang sesuai dengan keperluan. Contohnya, APLI 1209 untuk Price Label. Klik tombol OK.
![image_thumb[5] image_thumb[5]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb5_5F00_thumb_5F00_588A4EB7.png)
Pilih sumber data label dengan klik pada tab Mailings, Select Recipient, Use Existing List. Cari dan pilih file DataBatik.xlsx. Kemudian pilih Worksheet 1 (karena datanya dimasukkan di worksheet 1). Klik OK. Label akan terbentuk pada dokumen Word.
Pada sel yang pertama kita akan masukkan heading data (Merge Field). Klik pada tab Mailings, Insert Merge Field, kemudian pilih Kode. Lakukan hal yang sama untuk Nama Barang dan Harga.
![image_thumb[7] image_thumb[7]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb7_5F00_thumb_5F00_0CDAAF99.png)
Langkah berikutnya adalah mengganti tipe huruf untuk Kode Merge Field menjadi Barcode 39 Extended.
Setelah itu, klik pada tab Mailings, Update Labels untuk mengupdate seluruh data label. Untuk dapat melihat hasilnya, klik pada tab Mailings, Preview Results.
Berikut adalah contoh hasilnya.
![image_thumb[9] image_thumb[9]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb9_5F00_thumb_5F00_0FEC4BE7.png)
Label siap dicetak pada kertas label yang sesuai dan dapat ditempelkan pada produk batik.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Ada Map di PowerView-nya Excel 2013! Wow pertama yang sangat berkesan buat saya. Ya, Bing Map. Jadi asumsi saya, saya dapat membuat report suatu statistik atau prestasi di atasnya. Akan sangat menyenangkan sekali untuk para pembuat keputusan.
Mari kita coba eksplorasi dengan contoh kasus sederhana. MyStore Coorps adalah toko fiktif yang memproduksi batik. Pasarnya sementara difokuskan di Jawa Barat dan beberapa kota di Malaysia. Berikut adalah data penjualannya per Quarter 1 tahun 2012; tentu saja sudah di-format menggunakan fitur Format As Table.
![image_thumb[3] image_thumb[3]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb3_5F00_thumb_5F00_485B4E46.png)
Biasanya, kita dapat membuat report menggunakan fitur PivotTable atau PowerPivot (yang ter-install sebagai Add-Ins), kali ini kita akan melihat pembuatan report menggunakan fitur PowerView yang sudah terinstall di Office Excel 2013 Preview. Pastikan sambungan Internet sudah tersedia.
Masing-masing lingkaran berwarna pada Bing Map ini dapat di-klik (atau di mouse-over) untuk menampilkan detail datanya. Kita juga dapat menggunakan fungsi filtering untuk mendapatkan report yang lebih spesifik, misalnya beberapa kota yang salesnya lebih besar dari 2432 dan lebih kecil dari 6798.
![image_thumb[21] image_thumb[21]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb21_5F00_thumb_5F00_4EEBE025.png)
Seperti penggunaan PivotTable, kita dapat melakukan desain report menjadi beberapa bentuk.
![image_thumb[25] image_thumb[25]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb25_5F00_thumb_5F00_14EC776C.png) |
| LOCATIONS: Country dan City, VERTICAL MULTIPLES: Country |
![image_thumb[27] image_thumb[27]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb27_5F00_thumb_5F00_0D40BC65.png) |
LOCATIONS: Country dan City, VERTICAL MULTIPLES: Country FILTER by COUNTRY: Indonesia |
![image_thumb[29] image_thumb[29]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb29_5F00_thumb_5F00_5BFDE3D2.png) |
| Menggunakan Map Background: Aerial (Satellite Photo) |
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Microsoft telah merilis paket aplikasi Microsoft Office 2013 versi Customer Preview untuk dicoba oleh kalangan publik pada tanggal 17 Juli 2012 lalu. Aplikasi Office yang pertama saya coba adalah PowerPoint 2013. Secara garis besar, terdapat banyak peningkatan dari sisi fitur dan cara pakai, namun juga terasa ada beberapa hal yang sedikit mengganjal. Sementara, mari kita fokus saja dulu ke sisi fitur-nya.
Berangkat dari semua fitur yang dimiliki oleh Office PowerPoint 2010, berikut adalah beberapa hal yang baru yang sekiranya disertakan dalam Office PowerPoint 2013 ini:
- Start Screen, yang sangat membantu untuk mempercepat pembuatan slide presentasi dengan tersedianya beberapa Themes dan variasinya. PowerPoint menjalankan dirinya dalam aspke rasio 16:9.


- Integrasi dengan Internet Cloud Services. Fitur ini tentu saja akan sangat memudahkan user PowerPoint untuk dapat berkolaborasi dengan user lain dan mendapatkan resource yang diperlukan untuk membuat slide presentasi.
- Kemudahan untuk mendapatkan template presentasi dengan adanya search box di opsi New Presentation.

- Membuka dan menyimpan presentasi di layanan Microsoft SkyDrive.
- Integrasi dengan Windows Live Connected Services

- Fitur Insert Pictures, Insert Audio dan Insert Video dari Internet
- Interface Baru yang Fast and Fluid. Secara keseluruhan, interface yang dimiliki oleh PowerPoint 2013 sama dengan PowerPoint 2010, dengan tambahan:
- Disiapkan untuk layar sentuh dan pastinya akan bekerja dengan optimal jika dijalankan di atas Windows 8 yang terinstall di tablet PC.
- Pengguna PowerPoint dapat memilih Office Background sebagai pengganti dari Office Color Scheme
- Automatic Extend Monitor. Kemampuan ini bekerja pada saat kita mengaktifkan Presenter View. Fitur ini sangat bermanfaat untuk user yang tidak biasa melakukan setting dual monitor secara manual.
- Tombol Merge Shapes sudah muncul secara default dan langsung dapat digunakan dari Drawing Tools Contextual Tab jika kita ingin mengkombinasi beberapa shapes.

- EyeDropper Tool. Suatu fitur yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan warna dari lokasi lain selain daripada memilih warna yang tersedia pada palet..

- Play Sound in Background. Suatu tombol yang secara otomatis akan melakukan setting supaya audio (musik) dapat dijalankan mengiringi suatu Slide Show presentasi.

- Slide Show Tools. Beberapa tools yang bermafaat pada saat melakukan Slide Show yang dapat diakses dari pojok kiri bawah Slide Show:
- Pilihan Pointer: Laser Pointer, Pen, Highlighter, Eraser
- Pilihan warna Pointer
- Tombol navigasi Slide Show yang dapat menampilkan thumbnail slide (Navigation Grid) sehingga presenter dapat berpindah slide dengan mudah dan elegan pada saat Slide Show.
- Tombol untuk Zoom yang dapat digunakan untuk memperlihatkan detail. Diperkirakan proses zoom ini juga dapat digunakan dengan cara Tap atau Pinch and Strecth
- Fitur-fitur untuk kolaborasi:
-
Reply Comment. Pengguna Office PowerPoint yang sedang melakukan review suatu presentasi dapat membalas komentar yang dituliskan pengguna lain. Jika diperlukan reviewer dapat berkomunikasi satu sama lain melalui email, atau Lync (messaging, audio, video).

- PowerPoint Web App Coauthoring. Suatu slide presentasi dapat dikerjakan oleh beberapa orang (suatu tim) pada saat yang sama dari PC masing-masing atau menggunakan Office WebApps.
- Tombol Full Screen, berada di sebelah kanan atas, dapat digunakan untuk mendapatkan area kerja lebih luas dan menampilkan Comments untuk memudahkan kolaborasi.

- Tombol Notes dan Comments, berada di kanan bawah. PowerPoint 2013 menyembunyikan Comments dan Notes secara default.

- Animation Pane yang lebih berwarna. PowerPoint memberikan warna-warna pada time-line animasi sesuai dengan jenis animasinya.

- Outline View yang biasanya digunakan untuk memudahkan pengguna untuk membuat outline (garis besar topik) presentasi sekarang dapat diakses dari Tab View. Posisi tombol outline view yang berada di Tab View ini sedikit menyulitkan karena saya sering menggunakannya, tetapi hal tersebutmasih dapat diatasi dengan menempatkan tombol ini di Quick Access Toolbar.
- Pilihan untuk memproduksi video dengan format MP4, selain dengan format WMV. Dengan adanya fitur ini, setidak-tidaknya presentasi dapat dilihat sebagai video di portable device seperti iPad, iPhone dan iPod.

- Formatting Pane. Format Pane akan muncul di sisi sebelah kanan slide presentasi pada saat pengguna memerlukan formatting lebih lanjut, yang biasanya tersedia melalui Dialog Box. Hal ini sangat berguna terutama jika pengguna menggunakan Office PowerPoint melalui Tablet PC (Touch Screen). Berikut adalah contoh-contohnya:



- Bekerja dengan Chart dengan lebih nyaman. Kini, bekerja dengan chart menjadi lebih mudah dengan adanya Contextual Menu di sisi kanan Chart sehingga pengguna dapat melakukan detail format hingga ke filtering.

Untuk sementara, demikian hasil eksplorasi terhadap Microsoft Office PowerPoint 2013. Tentu saja beberapa fitur yang dibahas di sini pasti akan ada di aplikasi Office yang lainnya. Hal yang sedikit mengganjal adalah berpindahnya Outline View dan perlunya usaha sedikit ekstra untuk menyesuaikan diri, terutama untuk pengguna PC dan Notebook. Penyesuaian ini tidak seperti penyesuaian penggunaan dari Office 2007 ke 2010 karena di Office 2013 ada faktor bahwa Office ini cenderung di desain untuk touch screen user.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Fitur Conditional Formatting pada Microsoft Excel 2010 menawarkan banyak model visualisasi data secara In-Cell. Visualisasi tersebut biasanya digunakan untuk membedakan data (berdasarkan warna tertentu atau ikon), sehingga seseorang yang melihatnya dapat mengambil kesimpulan-kesimpulan tertentu dengan cepat. Misalnya:
- Mendeteksi mana angka yang terkecil atau angka-angka rendah
- Menyimpulkan secara kasar mengenai suatu prestasi
Contohnya adalah sebagai berikut:

Dari data yang sudah diberi rule Conditional Formatting ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa produk MX-285 hanya memiliki prestasi penjualan tertinggi di bulan Januari saja (hijau), sedangkan pada bulan-bulan berikutnya cenderung berkisar di angka rata-rata (oranye), bahkan ada yang rendah (merah). Dapat disimpulkan juga bahwa produk MX-45S adalah produk dengan penjualan tertinggi (hijau tua) dan penjualan tertinggi tersebut terjadi pada bulan Februari.
Conditional Formatting juga memiliki visualisasi data dengan ikon, seperti gambar berikut:

Visualisasi dengan ikon ini didasarkan pada rule yang sama dengan rule yang diterapkan pada gambar sebelumnya, yaitu mendeteksi angka-angka tinggi, rata-rata dan rendah. Dengan rule seperti itu, maka akan terlihat beberapa ikon yang sama pada suatu data yang berseri, misalnya Maret dan April, juga Juni dan Juli (untuk produk MX-285).
Salah seorang peserta training menanyakan tentang bagaimana jika kita ingin menggambarkan pergerakan data. Misalnya untuk produk MX-285 di bulan Januari hingga Juli. Pergerakan data di sini maksudnya adalah Jan-Feb (turun), Feb-Mar (turun), Mar-Apr (turun), Apr-May (turun), May-Jun (naik), Jun-Jul (naik).
Untuk dapat menggambarkan pergerakan data seperti itu, kita perlu mengkombinasikan rule berupa formula (pada Conditional Formatting), penggunaan simbol dan Currency Formatting. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Masukkan simbol panah naik dan panah turun pada salah satu sel yang kosong; klik Tab Insert, Symbol.
- Kemudian klik ganda pada sel yang sudah berisi panah naik dan panah turun, kemudian sorot dan salin kedua panah tersebut ke dalam clipboard dengan menekan kombinasi Ctrl+C.
- Klik sel yang berisi data produk MX-285 di bulan Februari (misalnya D2).
- Klik Tab Home, Conditional Formatting, New Rule.
Pilih Rule Type: Use a formula to determine which cells to format.
Isikan formula “=D2>C2” (tanpa tanda kutip).
- Klik tombol Format.
Klik Tab Number.
Klik kategori Accounting.
Klik kategori Custom.
Hapus semua simbol dollar ($), gantikan dengan simbol yang sudah disalin tadi dengan menekan kombinasi Ctrl+V.
Hapus simbol panah turun (tersisa panah naik).

- Lakukan langkah 3 hingga 5 untuk rule dengan formula formula “=D2<C2” (tanpa tanda kutip), dan gantikan simbol dollar dengan simbol panah turun.
- Conditional Formatting Rules Manager akan menampilkan hasil sebagai berikut:
- Klik Apply dan OK.
- Dengan sel D2 masih terpilih, klik tab Home, Format Painter. Kemudian sorot sel E2 hingga K2 untuk menyalin format (termasuk Conditional Formatting) dari sel D2.
- Hasilnya adalah sebagai berikut:

Pergerakan data untuk produk MX-285 di bulan Januari hingga Juli adalah: Jan-Feb (turun), Feb-Mar (turun), Mar-Apr (turun), Apr-May (turun), May-Jun (naik), Jun-Jul (naik).
Conditional Formatting yang sudah dilakukan di sel D2 tadi juga dapat disalin ke sel-sel yang lain menggunakan Format Painter.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Pada hari Kamis 21 Juni 2012, Unika Atmajaya bersama Mugi Jakarta menyelenggarakan seminar bertema “Microsoft Technology Update”. Seminar ini dihadiri sekitar 150 peserta yang sebagian berasal dari Unika Atmajaya ditambah beberapa peserta yang datang dari Jakarta dan sekitarnya.
Pembicara yang dapat hadir antara lain:
- Bambang F. Indarto, MVP, Microsoft Office 2010: Tips and Trick
- Yoseph Haryanto, MSP, Windows Phone
- Darmawan Suandi, Windows 8
Pada kesempatan tersebut, saya mendapat kesempatan pertama dengan topik pembahasan Tips and Trick dalam menggunakan Microsoft Office 2010.
Pembahasan saya awali dengan sejarah perjalanan produk aplikasi Microsoft Office, mulai dari versi 1.0 hingga 2003 yang didesain dengan antar-muka yang sama - memiliki menu-menu dan toolbar. Antar-muka yang sama tersebut menyebabkan pengguna Office melakukan kegiatan yang sama pada saat menggunakan Microsoft Office dari versi ke versi (ditambah dengan menggunakan fitur baru).
Dan ketika Microsoft Office 2007 dan 2010 didesain dengan antar-muka yang baru, ternyata sebagian besar pengguna Microsoft Office hanya melakukan sedikit penyesuaian dan menerapkan kebiasaan yang dulu mereka lakukan di Microsoft Office yang lama. Saya juga menyampaikan fakta hasil survey suatu lembaga bahwa pengguna Office 2007/2010 masih menggunakan kurang dari 20% dari kemampuan optimal aplikasi ini. Fakta tersebut sedikit saya uji cobakan dengan menanyakan beberapa hal kepada peserta seminar, dan ternyata dari sisi penggunaan, persiapan, setting, dan fitur, banyak hal yang belum mampu terjawab dengan baik.
Oleh karena itu, dengan dipandu oleh slide presentasi dan demo-demo, saya menyampaikan dua hal penting yang perlu dilakukan oleh pengguna Microsoft Office 2007/2010.
- Kembangkan kebiasaan-kebiasaan baru; karena versi ini menawarkan pola penggunaan yang baru dapat meningkatkan produktifitas dan kecepatan dalam menciptakan dokumen yang profesional.
- Luangkan waktu (10 hingga 20 menit) untuk melakukan kostumisasi Microsoft Office sesuai dengan kebutuhan, mulai dari setting keamanan, penyimpanan, opsi-opsi, styling, building blocks, dan lain-lain, sehingga nantinya pada saat diperlukan, semua setting tersebut dapat digunakan secara optimal.
Slide presentasi dapat di download di sini.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Membuat atau mendesain slide presentasi memang memerlukan sedikit seni dan ilmu warna. Namun, jika memang ada rekan-rekan yang “seperti saya”, maksudnya kurang berjiwa seni apalagi menguasai ilmu paduan warna, rekan-rekan tidak perlu khawatir. Banyak hal dan bantuan yang dapat kita dapatkan dan manfaatkan dari Internet; salah satunya adalah Fonts (huruf-huruf)
Fonts (huruf) memang dapat mempercantik slide presentasi. Kita dapat melakukan teknik formatting teks dengan memilih jenis font yang tersedia di system (PC) kita. Namun, kebanyakan PC – terutama dalam hal ini adalah PC yang terinstall sistem operasi Windows – tidak memiliki banyak variasi jenis font. Apalagi jika Windows-nya baru terinstall di dalam PC tersebut. Koleksi huruf biasanya akan bertambah secara otomatis jika kita sengaja meng-install (atau melakukan upgrade) sistem operasi – Windows 7 misalnya – atau meng-install aplikasi yang kaya variasi font, seperti Photoshop dari Adobe, atau CorelDraw dan yang sejenisnya. Namun tentu saja kita belum tentu memerlukan aplikasi-aplikasi itu.
Cara lain untuk menambah variasi font dalam sistem operasi Windows adalah dengan mencarinya di Internet, men-download, dan menginstalnya ke dalam Windows. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Mencari font dengan mesin pencari Google atau Bing; Rekan-rekan dapat mencari font yang gratis (banyak yang bagus) atau berbayar (bagus-bagus dan berlisensi).

- Berikut adalah contoh-contoh situs Internet yang menyediakan font gratis:
- http://www.fontspace.com
- http://1001freefonts.com
- http://www.urbanfonts.com
- http://www.abstractfonts.com
- Berikut adalah contoh-contoh font:
- Sesudah mendapatkan font yang diperlukan dan melihat preview-nya, umumnya terdapat link untuk men-download font tersebut. Font yang di-download ada yang sudah ber-ekstensi .ttf, atau masih dalam bentuk terkompresi dengan ekstensi .zip atau .rar. Jika masih terkompresi, maka kita perlu mengekstraknya terlebih dahulu.
- Jika sudah mendapatkan file font dengan ekstensi .ttf, file font tersebut kita install ke dalam sistem dengan cara menyalinnya ke dalam folder C:\Windows\Fonts

- Untuk dapat menggunakan font yang baru di-instal tersebut, kita tinggal menjalankan aplikasi PowerPoint atau me-restart PowerPoint (jika PowerPoint dalam kondisi aktif).
Untuk melakukan formatting font, kita memilih salah satu dari cara berikut:
- Memilih kata atau kalimat kemudian klik Tab Home, Fonts, pilih font.
Cara ini hanya akan mengubah font untuk teks yang terpilih saja. - Klik pada Tab Design, Themes Group, Fonts, Create New Theme Fonts.
Pilih font untuk Heading (judul slide) dan Body (isi slide) dari font-font yang sudah di-install tadi. Kemudian jangan lupa untuk memberi nama Theme Font yang baru ini.
Cara ini adalah cara yang sangat disarankan karena akan memberikan efek huruf yang konsisten di semua slide, sekaligus kita dapat menyimpan Theme Font untuk dapat dipakai lagi pada slide presentasi yang akan dibuat selanjutnya.

Satu hal terakhir yang perlu diperhatikan pada saat kita menggunakan font yang di-download sendiri adalah: font tersebut belum tentu ada di PC lain. Jadi, jika kita melakukan slide show presentasi menggunakan PC lain yang kebetulan tidak memiliki font tersebut, maka font tersebut akan diganti dengan yang “mirip” atau kompatibel. Dan biasanya sama sekali tidak mirip atau tidak kompatibel, sehingga slide presentasi kita tidak terlihat cantik lagi.
Oleh karena itu, kita perlu membawa font tersebut dalam presentasi kita.
- Klik Tab File untuk membuka Backstage View, kemudian klik Options, kemudian pilih kategori Save.
- Pastikan Opsi Embed fonts in the File terpilih.

Kemudian simpan presentasi.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
![image_thumb[3] image_thumb[3]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb3_5F00_thumb_5F00_1E37C535.png)
Membuat link yang menghubungkan file-file sesama aplikasi Microsoft Office 2010 – secara teknis – cukup mudah. Demikian juga untuk menghubungkan dokumen antar aplikasi Microsoft Office 2010 (misalnya link dari Word untuk membuka Excel spreadsheet, link dari PowerPoint slide ke Word document, atau link dari Excel spreadsheet yang membuka dokumen Word.
Caranya dengan memilih terlebih dahulu teks, atau gambar yang akan dibuatkan linknya, lalu klik di Tab Insert, kemudian klik Hyperlink. Kemudian browse dan pilih file link, kemudian klik OK.
![image_thumb[5] image_thumb[5]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb5_5F00_thumb_5F00_24CA831E.png)
Namun pada suatu akhir dari salah satu sesi training, ada peserta yang menanyakan, apakah di aplikasi Office kita dapat membuat link ke halaman tertentu dari Word; atau membuat link ke sheet atau range tertentu di Excel; atau membuat link ke slide tertentu dari slide presentasi PowerPoint? Pertanyaan ini muncul karena peserta training mendapatkan bahwa jika kita membuat link, biasanya akan yang akan terbuka adalah halaman pertama (Word), sheet pertama, atau sheet yang terakhir dibuka (Excel), slide pertama (PowerPoint).
Jawabannya bisa. Berikut adalah beberapa kasusnya..
Case 1. Membuka Excel Worksheet dari Word atau PowerPoint.
Pilih objek yang akan dibuatkan link, kemudian klik tab Insert, kemudian klik Hyperlink. Pilih file Excel yang akan di dituju. Sebelum tombol OK di klik, lakukan sedikit editing pada path dari link-nya, sebagai berikut:
![image_thumb[7] image_thumb[7]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb7_5F00_thumb_5F00_7226DA11.png)
Path yang diedit tersebut akan membuat PowerPoint (atau Word) membuka file Excel dengan nama Excel.xlsx, di sheet 3, sel A3.
![image_thumb[10] image_thumb[10]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb10_5F00_thumb_5F00_2697868D.png)
Path seperti ini akan membuat PowerPoint (atau Word) membuka file Excel dengan Nama Excel.xlsx, ke Named Range DataRange.
Case 2. Membuka Word Document ber-bookmark dari Excel atau PowerPoint.
Pilih objek yang akan dibuatkan link, kemudian klik tab Insert, kemudian klik Hyperlink. Pilih file Word yang akan di dituju. Sebelum tombol OK di klik, lakukan sedikit editing pada path dari link-nya, sebagai berikut:
![image_thumb[11] image_thumb[11]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb11_5F00_thumb_5F00_3AED264B.png)
Path seperti ini akan membuat PowerPoint (atau Excel) membuka file Word dengan Nama Word.docx, ke bookmark myBookMark. Tentu saja kita harus terlebih dahulu membuat bookmarknya; Bookmark tersebut dapat berada di halaman berapa saja pada dokumen Word.
Case 3. Membuka slide PowerPoint dari Excel atau Word.
Pilih objek yang akan dibuatkan link, kemudian klik tab Insert, kemudian klik Hyperlink. Pilih file PowerPoint yang akan di dituju. Sebelum tombol OK di klik, lakukan sedikit editing pada path dari link-nya, sebagai berikut:
![image_thumb[14] image_thumb[14]](http://mugi.or.id/cfs-file.ashx/__key/CommunityServer.Blogs.Components.WeblogFiles/bfindarto/image_5F00_thumb14_5F00_thumb_5F00_72DEF461.png)
Path seperti ini akan membuat Word (atau Excel) membuka file PowerPoint dengan Nama Ppt.pptx, ke slide kelima.
Anda juga dapat membuat link ke PowerPoint Show file dan langsung menuju ke slide tertentu. Kita hanya perlu membuat versi *.ppsx dari file PowerPoint, kemudian arahkan link-nya ke file PowerPoint show tersebut dengan disertai nomor slidenya.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Berangkat dari keinginan untuk mengenalkan teknologi komputer kepada anak-anak, saya, keluarga dan beberapa teman mencoba membuat beberapa event yang sifatnya sukarela. Kebetulan di sekitar rumah ada beberapa lembaga Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD) yang di dalam program belajarnya belum ada materi pengenalan teknologi.
Pada tanggal 23 Mei 2012, kami melakukan kegiatan pembuka di PAUD Merah Delima. Kebetulan sekali kami dapat menghadirkan salah satu MVP, Kak Raddini Gusti Rahayu sebagai fasilitator perdana. Dalam kegiatan ini, anak-anak yang rata-rata berusia 3 hingga 5 tahun diperkenalkan kepada teknologi komputer dan bagaimana cara menggunakannya secara sederhana.
Kegiatan yang dilakukan anak-anak ini juga sangat menyenangkan, yaitu membiasakan menggunakan mouse. Kami menggunakan fasilitas Mouse Mischief yang sudah terinstall di dalam Microsoft Office PowerPoint 2010 sehingga anak-anak dapat berinteraksi fasilitator dan teman-temannya. Mereka mencoba untuk melancarkan penggunaan mouse dengan cara mengikuti mouse pointer fasilitator, melakukan klik kiri dan klik kanan.

Kegiatan ini mendapat kesan dan respon positif dari guru-guru PAUD dan para orang tua murid. Selain mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan komputer, anak-anak juga dapat melatih kemampuan motorik halus mereka. Kami akan melanjutkan kegiatan ini di lembaga PAUD yang lain dan juga menyempatkan untuk melaksanakan pelatihan untuk guru-guru PAUD sehingga nantinya mereka dapat menyambung kegiatan ini secara mandiri.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Bagi beberapa orang, terutama personel dari suatu perusahaan besar yang melakukan presentasi, proteksi untuk slide PowerPoint dirasakan sangat penting. Ada beberapa alasan yang mereka ungkapkan untuk hal ini:
- Mereka ingin membagikan slide presentasi mereka kepada audience, tetapi non-editable. Atau hanya untuk di-review oleh pihak-pihak tertentu.
- Untuk mempertahankan kepemilikan konten kreatif.
- Untuk alasan hukum (misalnya, jika isinya telah disetujui oleh penasihat hukum dan keuangan dan tidak boleh diubah)
Kita dapat memilih dari beberapa cara berikut, tergantung pada situasi dan kondisi. Kadang-kadang, kita perlu untuk mempertahankan animasi misalnya; tetapi di lain waktu, kita hanya perlu membuat slide statis. Berikut adalah beberapa metode yang dapat digunakan.
Mark as Final
Metode ini dapat dipilih jika kita hanya ingin memberitahukan kepada orang lain bahwa slide presentasi yang kita buat ini tidak boleh di-edit lagi.
Klik pada Tab File untuk membuka BackStage View. Klik Info, lalu Protect Presentation, lalu klik Mark As Final. Hasilnya adalah PowerPoint akan mematikan semua fasilitas editing dan proofing.

Memberikan Proteksi Password
Proteksi password pada PowerPoint – dan juga aplikasi keluarga Office yang lain – dapat diterapkan untuk dua level proteksi, yaitu password untuk membuka file presentasi (Open Read-Only) dan password untuk melakukan editing.
Klik pada Tab File, kemudian Save As. Pada kotak dialog Save As, klik tombol Tools, kemudian pilih General
Options. Kemudian pada kotak dialog General Options masukkan password untuk membuka file presentasi dan password untuk melakukan editing.
Kita dapat mengisi salah satu dari password ataupun keduanya.
PowerPoint 2010 juga memiliki fitur untuk memberikan password sekaligus melakukan enkripsi. Klik Tab File, Info, Protect Presentation, Encrypt with Password, lalu masukkan password. Satu catatan: kehilangan password pada saat menggunakan fitur ini akan menyebabkan slide presentasi tidak dapat dibuka dan unrecoverable.
Melakukan Konversi Slide Presentasi
Pada saat melakukan penyimpanan file presentasi, kita dapat memilih tipe file yang akan digunakan; dan beberapa diantaranya akan meberikan efek Read-Only. Misalnya:
- Simpan sebagai dokumen portable: PDF atau XPS
Klik File, Save and Send, Create PDF/XPS Document. - Simpan sebagai video
Klik File, Save and Send, Create Video. Cek di post ini untuk beberapa setting-nya. - Konversi slide presentasi ke SWF menggunakan beberapa tools yang dapat diinstal sebagai PowerPoint Add-Ins, antara lain: i-SpringPro, PowerFlashPoint
Membuat Photo Album
Teknik lain yang dapat memberikan efek slide presentasi yang "Read-Only” adalah dengan membangun kembali presentasi tersebut dalam bentuk photo album.
Pertama, Slide presentasi yang sudah kita buat lengkap disimpan dalam bentuk gambar (.jpg). Klik File Tab untuk membukan Backstage View, Klik Save As. Pada kotak dialog Save As, beri nama file presentasi, dan pada bagian Save As Type, pilih JPEG File Interchange Format. Kemudian klik Save. Jika dihadapkan pada dialog pilihan, kita dapat pilih Every Slide untuk menyimpan semua slide ke format gambar.

PowerPoint akan secara otomatis membuatkan folder untuk menampung semua gambar hasil konversi. Gambar-gambar tersebut juga telah diberi nama dengan format Slide-XX (XX adalah nomor slide)
Langkah kedua, membuat photo album. Klik Tab Insert, klik Photo Album, klik New Photo Album.

Klik tombol File/Disk untuk browse dan memilih file-file gambar/foto. Pilih semua file gambar yang ada di dalam folder tadi. Pilih Picture Layout default, yaitu Fit to Slide, lalu klik Create. PowerPoint secara otomatis akan memproses photo album ke dalam file presentasi yang baru.
Sesudah file presentasi yang berisi photo album ini selesai terbentuk, simpan file ini dalam format presentation (.pptx). File inilah yang nantinya dapat di bagikan kepada audience atau pihak-pihak yang memerlukannya.
Satu cara lagi untuk menerapkan proteksi pada slide presentasi adalah dengan menerapkan fitur Digital Signature dan Restrict Permission by People. Namun kedua cara ini akan sangat tergantung sekali dengan infrastruktur dan layanan service tertentu. Jadin sebelum benar-benar menerapkannya, kita perlu melakukan beberapa setting terlebih dahulu, atau subscribe ke layanan Right Management.

Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Pada saat menggunakan PowerPoint 2007, beberapa rekan dan peserta training pernah mengalami permasalahan pada saat mengetikkan teks. Teks yang diketikkan tiba-tiba saja memiliki “Extra Space” seperti pada gambar berikut ini.

Dan masalah ini ternyata tidak bisa diperbaiki dengan melakukan setting character setting; dengan memilih opsi Normal atau Tight.

Setelah googling sana sini, untuk mengatasinya adalah dengan salah satu cara berikut ini:
- Jalankan Microsoft Office Diagnostics untuk mencoba mendeteksi masalah dan penyebabnya. Klik pada Office Button, PowerPoint Option, di bagian Resources. Jika Office Diagnostic melaporkan ada masalah, biasanya akan disediakan juga beberapa solusi yang langkah-langkahnya dapat diikuti.

- Menginstall printer. Pada banyak sesi training yang menggunakan laptop sewaan, kebanyakan laptop tersebut baru diinstal ulang dan belum pernah terkoneksi dengan printer, dan Office akan menggunakan default virtual printer. Untuk itu, install saja satu printer di salah satu port printer (LPT atau USB).
- Melakukan update atau install ulang driver printer, karena ada kemungkinan driver yang ada corrupt.

- Pastikan bahwa driver printer yang terinstall adalah driver printer yang sudah disertifikasi oleh Microsot.
- Jika pernah menginstall Adobe Type Manager, un-install terlebih dahulu.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
Pada tanggal 31 Maret 2012, Perbanas Institute bersama Mugi Jakarta menyelenggarakan seminar bertema “Microsoft Technology Update – Let’s Explore the Latest Technology”. Seminar ini dihadiri sekitar 150 peserta yang sebagian berasal dari Perbanas ditambah beberapa peserta yang datang dari Jakarta dan sekitarnya.
Pembicara yang dihadirkan antara lain:
| Eriawan Kusumawardhono Windows Phone Mango 7.5 | Nicco Ardiansyah P Cloud Computing Fundamental |
| Bambang F. Indarto, MVP Microsoft Office 2010 Optimization | Ujang Suhaemi & Rusdi Mardjo Web Development with ASP.Net |
Pada kesempatan tersebut, saya mendapat topik pembahasan mengoptimalkan penggunaan Microsoft Office 2010.
Microsoft Office 2010 yang terinstal dalam PC atau laptop kita sebenarnya sudah menawarkan hal-hal yang dapat mempercepat pekerjaan kita dalam mengolah dokumen yang cantik dan professional. Namun, jika kita dapat meluangkan sedikit waktu untuk melakukan beberapa setting – tune up – maka kita akan mendapatkan hal-hal yang lebih banyak lagi. Beberapa setting yang dapat kita lakukan sudah dibahasa dalam posting saya sebelumnya, antara lain:
Dari beberapa pertanyaan yang diajukan, salah satunya terkait dengan manajemen section (Microsoft Word 2010), juga saya bahas di sini.
Semoga bermanfaat.
Written with Windows Live Writer
Bambang F. Indarto, S.T.
MCPD, MOM, MCT, CEI, MVP
More Posts
Next page »