Sambil menunggu waktu berbuka puasa, saya coba isi untuk bereksplorasi mengenai pengamanan data menggunakan Hash Algorithms di SQL Server.
SQL Server yang saya gunakan saat ini adalah SQL Server 2008, jadi artikel ini belum saya coba di SQL Server versi yang lain.
Sama-sama kita ketahui bahwa ada 2 bentuk untuk melakukan Enkripsi. pertama adalah Enkripsi satu arah, yang kedua adalah Enkripsi dua arah. Enkripsi satu arah pemahaman paling simplenya adalah begitu kita melakukan enkripsi terhadap suatu data, maka sangat tidak mungkin untuk bisa melakukan proses dekripsi. Sedangkan Enkripsi dua arah bisa melakukan proses Dekripsi. Salah satu contoh Enkripsi dua arah bisa dilihat disini http://mugi.or.id/blogs/suherman/archive/2010/08/21/cell-and-column-level-encryption.aspx
Hash Algorithms adalah salah satu metode untuk melakukan enkripsi satu arah. Namun perlu dicatat bahwa metode enkripsi satu arah sangat tidak disarankan untuk meng enkripsi data seperti Tanggal, Nilai Gaji pegawai atau misalkan nama-nama kota. Karena data –data tersebut bisa dicoba dengan Brute Force Attack.
Sample penggunaan Hash Algorithms di SQL Server :
1: DECLARE @Pass1 varchar(20),
2: @Pass2 varchar(20),
3: @Pass3 varchar(20)
4:
5: set @Pass1='SUHERMAN_BANJARMASIN'
6: set @Pass2='SUHERMAN_banjarmasin'
7: set @Pass3='suherman_banjarmasin'
8:
9: select Hashbytes('MD5',@Pass1) Pass1
10: select Hashbytes('MD5',@Pass2) Pass2
11: select Hashbytes('MD5',@Pass3) Pass3
12: go
bila T-SQL diatas dijalankan, hasilnya adalah sbb :

tampak pada gambar, walaupun data text yang di enkripsi sama-sama terdiri dari huruf ‘suherman_banjarmasin’, namun karena ditulis dengan cara yang berbeda, maka hasil enkripsinya juga berbeda.
Salahsatu keuntungan menggunakan Hash algorithms adalah bila enkripsi tersebut dibuat menggunakan aplikasi Java, .NET atau php sekalipun, hasilnya adalah sama. Hash Algorithms juga sering digunakan untuk mengenkripsi password untuk login.
demikian, semoga bermanfaat.
CDC merupakan salahsatu fitur baru yang hadir dalam SQL Server 2008 keatas. Fitur ini dapat difungsikan untuk meng-capture perubahan yang terjadi pada table di SQL Server pada aktivitas Insert, Update dan Delete. tentunya hal ini akan sangat membantu seorang DBA saat melakukan suatu investigasi sebuah tabel, tidak perlu repot lagi dengan trigger, join query atau timestamp column untuk menangkap perubahan data.
Untuk dapat menggunakan fitur CDC. pertama kita harus meng-enabled-kan nya pada level database terlebih dahulu. berikut ini caranya. dalam contoh ini saya menggunakan database Adventureworks dan pastikan SqlServer Agent telah aktif.
use AdventureWorks
exec sys.sp_cdc_enable_db
lalu setelah code diatas telah di execute, kita cek hasil dengan query berikut
select is_cdc_enabled from sys.databases
where name='Adventureworks'
Jika hasilnya 1, maka fitur CDC pada database adventureworks telah di enabled-kan.
Lalu kita berlanjut pada tahap selanjutnya yaitu meng-enabled-kan CDC pada level tabel dengan query sebagai berikut :
exec sys.sp_cdc_enable_table
@source_schema='production',
@source_name='Culture',
@role_name='Culture_CDC'
Kemudian setelah code diatas telah di execute, kita bisa periksa apakah CDC telah di-enabled-kan dengan query berikut :
select is_tracked_by_cdc from sys.tables where name='culture'
jika hasilnya 1, maka fitur CDC pada tabel production.culture telah di enabled-kan.
Setelah kita mengaktifkan CDC pada level database dan table, akan ada perubahan pada System Tables di database Adventure works seperti pada gambar berikut :

mari kita coba beberapa transaksi terhdap table production.culture.
insert into Production.Culture
(CultureID,Name,ModifiedDate)
values
('id','Indonesia','2010-06-01 00:00:00.000')
go
update Production.Culture set
Name='Ina' where CultureID='id'
go
delete from Production.Culture
where CultureID='id'
go
sekarang kita lihat bagaimana CDC merekam transaksi-transaksi diatas. saya menggunakan query terhadap table yang terbentuk di System Tables.
SELECT * FROM cdc.production_Culture_CT
hasilnya adalah sebagai berikut :

pada field __$operation terdapat angka 1,2,3 dan 4. angka 1 mewakili aktivitas DELETE, angka 2 mewakili aktivitas INSERT, angka 3 mewakili UPDATE (before image) dan angka 4 mewakili aktivitas UPDATE (after image).
Jadi bila kita perhatikan pada row ke 2 dan 4. operation 3 lalu dilanjutkan ke operation 4. disitu tampak perubahan proses updatenya ada pada coloumn Name dimana ‘Indonesia’ berubah menjadi ‘Ina’.
Bila kita tidak memerlukan aktivitas CDC untuk table production.culture ini, dapat di disabled-kan dengan query berikut :
exec sys.sp_cdc_disable_table
@source_schema='production',
@source_name='culture',
@capture_instance='production_culture'
go
demikian, semoga bermanfaat.
ternyata di SQL Server 2005/2008 kita bisa membuat layanan data dalam media web services dan ajaibnya kita tidak perlu menginstall IIS dari Host SQL Server tersebut berdiri. bagaimana caranya ? mari kita coba sama-sama.
Pertama kita akan menyiapkan 2 buah method di web services yaitu method pertama menampilkan semua daftar product berikut informasi ROP (reorder point) nya.
Method kedua adalah menampilkan nama sebuah product bila kita mencarinya berdasarkan productID.
untuk kebutuhan method pertama kita tuangkan siapkan sebuah Store Procedure seperti berikut :
use AdventureWorks
go
create procedure dbo.sp_GetProductROP
as
select ProductID,Name,ProductNumber,
SafetyStockLevel,ReorderPoint from
Production.Product
go
Kemudian untuk kebutuhan method kedua kita siapkan sebuah User Defined Function seperti berikut :
create function dbo.FnProduct(@productID int)
returns varchar(50)
as
begin
declare @Nama varchar(50);
select @Nama=name from Production.Product
where ProductID=@productID
IF (@Nama IS NULL)
SET @Nama = 'TIDAK DITEMUKAN!'
RETURN @Nama
end
go
Selanjutnya adalah kita membuat HTTP Endpoints nya sebagai berikut :
create endpoint GetProductROP
state=started
as HTTP
(
path=N'/ProductROP',
ports=(clear),
authentication=(NTLM, kerberos, integrated),
site=N'suherman-pc',
clear_port=80,
compression=disabled)
For SOAP
(
webmethod 'ProductROP'(
name=N'Adventureworks.dbo.sp_getProductROP',
schema=default,
format=all_results),
webmethod 'CariNamaProduct'(
name=N'Adventureworks.dbo.FnProduct',
schema=default,
format=all_results),
Batches=disabled,
WSDL=Default,
Sessions=Disabled,
session_timeout=60,
database=N'Adventureworks',
namespace=N'http://adventureworks/ProductROP',
schema=standard,
character_set=XML
)
sebenarnya sampai langkah ini kita telah berhasil membuat layanan data dalam bentuk Web Services. akan saya buktikan di Visual Studio pada saat melakukan add Services Reference seperti dibawah ini

seperti pada gambar, web services dapat dipanggil menggunakan address http://suherman-pc/ProductROP?wsdl yang memunculkan 2 buah operation method.
Selamat mencoba n semoga bermanfaat.
kadangkala kita menyimpan sebuah data kedalam sebuah tabel di database yang sifat datanya sangat rahasia misalnya menyimpan data username dan password dari pengguna sebuah aplikasi.
dalam artikel ini saya mencoba berbagi cara mengenai melakukan enkripsi dengan menggunakan asymmetric key.
pertama kita siapkan sebuah tabel T_Pengguna yang berisi field Fusername dan Fpassword
USE [AdventureWorks]
GO
CREATE TABLE [dbo].[T_Pengguna](
[FUsername] [nvarchar](50)
NOT NULL,
[FPassword] [varbinary](
max)
NOT NULL,
CONSTRAINT [PK_T_Pengguna]
PRIMARY KEY CLUSTERED
(
[FUsername]
ASC
)
)
ON [
PRIMARY]
GO
kemudian langkah selanjutnya kita buat terlebih dahulu asymmetric key nya terlebih dahulu.
create asymmetric
key AsymKeyAdvWorks
authorization dbo
with algorithm = RSA_2048
encryption
by password= N
'P@ssw0rdYgB4ik'
nah sampai sini kita bisa mulai ber operasi untuk melakukan enkripsi terhadap sebuah cell atau field. kita akan coba input 2 buah user :
Declare @Usrnme1
Varchar(50) =
'Pengguna_1'
Declare @UsrnmePsw1
Varchar(50) =
'PaswwordK3reN'
Declare @Usrnme2
Varchar(50) =
'Pengguna_2'
Declare @UsrnmePsw2
Varchar(50) =
'B4nJar8arU'
insert
into T_Pengguna
values(@Usrnme1,
ENCRYPTBYASYMKEY(ASYMKEY_ID(
'AsymKeyAdvWorks'),@UsrnmePsw1))
insert
into T_Pengguna
values(@Usrnme2,
ENCRYPTBYASYMKEY(ASYMKEY_ID(
'AsymKeyAdvWorks'),@UsrnmePsw2))
go
nah sampai sini kita telah berhasil melakukan enkripsi untuk Password-password tadi yang dimasukkan kedalam tabel T_Pengguna.

Mungkin untuk kasus ini sebenarnya tidak perlu dilakukan proses dekripsi. Namun apabila suatu waktu diperlukan perlakuan deskripsi field FPassword dapat dilakukan dengan T-SQL berikut :
select Fusername,
CONVERT(
varchar(
max),
DecryptByAsymKey(ASYMKEY_ID(
'AsymKeyAdvWorks'),
FPassword,N
'P@ssw0rdYgB4ik'))
as pw
from T_Pengguna
Ok, selamat mencoba !
berikut ini saya coba memberikan sebuah trik bagaimana memberitahu 2 operator SQL Server mengenai sebuah Jobs yang telah dijalankan oleh SQL Server Agent.
Skenarionya adalah seperti ini : saya ada sebuah job untuk melakukan Complete Backup database AdventureWorks. Kemudian sukses atau tidaknya proses backup tersebut akan diberitahukan kepada 2 orang operator melalui email. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Pertama tentunya kita harus mengaktifkan fitur Database Mail di SQL Server nya. cara-cara mengaktifkannya dapat dilihat disini.
- Kemudian aktifkan SQL Server Agent Services nya.
- yang ketiga adalah tentunya menyiapkan 2 orang operatornya. setiap operator memiliki email sebagai media komunikasi atau notifikasinya.
Operator 1 saya beri nama Operator1 yang memiliki email emantin34@yahoo.com. Operator 2 saya beri nama Operator2 yang memiliki email emantin34@hotmail.com. T-SQL nya seperti berikut :
EXEC msdb.dbo.sp_add_operator @name=N'Operator1',
@enabled=1,
@email_address=N'emantin34@yahoo.com'
GO
EXEC msdb.dbo.sp_add_operator @name=N'Operator2',
@enabled=1,
@email_address=N'emantin34@hotmail.com'
GO
- Kemudian kita buat sebuah Maintanance Plan. Klik kanan pada Maintenance Plans dan pilih ‘New Maintenance Plan..’

- lalu akan muncul gambar berikut

- Beri nama New Maintenance Plan ini dengan nama FullBackup_AdventureWorks_DB kemudian klik tombol OK.
- dari Maintenance Plan Desiger, pilih toolbox Backup Database Task

- lalu drag n drop toolbox tersebut kedalam Maintenance Plan Designer dan akan tampak seperti ini

- klik 2 kali pada Backup Database Task tersebut tool tersebut, kemudian akan muncul Backup database Task Toll Properties. sesuaikan semua properties dengan tujuan kita yaitu melakukan Backup Full untuk database AdventureWorks. bila sudah selesai melakukan settingnya, maka akan tampak seperti berikut Backup Database Task nya

- kemudian kita tambahkan lagi sebuah tool kedalam maintenance plan designer nya, yaitu Execute T-SQL Statement Task.

- lalu drag n drop kedalam Maintenance Plan Designer, lalu masukkan T-SQL Berikut ini
declare @waktu as varchar(70)
set @waktu='Report FullBackup AW SUKSES! pada '+(select cast(GETDATE() as varchar(70)))
EXECUTE msdb.dbo.sp_notify_operator
@profile_name =N'AdminSuhermanPC',
@name=N'operator1',
@subject=N'Full Backup AW',
@body=@waktu
EXECUTE msdb.dbo.sp_notify_operator
@profile_name =N'AdminSuhermanPC',
@name=N'operator2',
@subject=N'Full Backup AW',
@body=@waktu
GO
- lalu kita atur Workflow dari 2 Task yang sudah kita buat ini. kita coba buat untuk values Success. sehingga akan tampak seperti dibawah ini :

- Setelah itu kita coba set Schedule dari Maintenance Plan ini. misalkan kita akan set bahwa Maintenance Plan ini akan dijalankan setiap hari pada pukul 23.00. caranya adalah dengan menset subplannya

- klik pada icon sebelah kanan yang bergambar calendar. aturlah Frequency dan Daily Frequency nya.
- Sekarang kita lihat pada Object Explorer, dan lihat pada Job, ternyata sudah muncul subplan yang sudah kita set untuk Maintenance Plan yang sudah kita buat. Sekarang kita coba untuk melakukan test pada job ini dengan men-start Job tersebut

Lalu klik ‘Start Job at Step…’ sehingga job yang sudah kita buat tersebut akan dijalankan

- Sekarang kita coba cek di Inbox setiap operator yang telah saya buat untuk membuktikan bahwa semua berjalan dengan semestinya


- Ternyata kedua operator tersebut telah berhasil menerima notifikasi full backup database AdventureWorks yang dikirim oleh SQL Server.
Ok, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Database mail adalah sebuah fitur yang ada di SQL Server 2008 yang dimana dengan fitur ini kita dapat mengirim email melalui SQL Server 2008. Anda tidak lagi membutuhkan Etended MAPI, namun cukup dengan memiliki account SMTP saja bahkan menggunakan SMTP gratisan juga bisa seperti yang ada di yahoo, gmail atau hotmail.
Namun secara default fitur ini tidak aktif, anda harus melakukan mengaktifkannya. Baiklah mari kita mulai langkah-langkah mengaktifkannya.
langkah pertama adalah dengan membuat database mail account and profiles, hal ini dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan wizard yang telah disediakan. klik kanan pada Database Mail seperti pada gambar dibawah ini


klik Next







selanjutnya adalah kita akan melakukan konfigurasi database mailnya, jalankan T-SQL berikut seperti pada gambar dibawah ini

sekarang kita coba melakukan ujicoba kirim email dari SQL Server



coba kita cek sekarang, apakah email tersebut terkirim dengan baik ? kita dapat mencek nya dengan melakukan T-SQL Berikut :
USE msdb
GO
SELECT *
FROM sysmail_sentitems
GO
saya coba cek ke inbox tujuan, dan ternyata memang berhasil

Ok selamat mencoba dan semoga bermanfaat
seperti kita ketahui bersama bahwa Akses POP3 dan SMTP Gratis pada Hotmail dan Windows Live Mail. dan seperti yang sudah dipaparkan mas Aries ternyata cukup panjang langkah-langkah untuk setting di outlooknya.
tapi kini telah hadir New Windows Live Mail (beta) atau kita singkat WLM-b yang merupakan salah satu paket dari Windows Live Essential.
dengan adanya WLM-b, kita tidak perlu lagi repot untuk setting pop3 dan smtp account hotmail anda. bagaimana cara ? mari kita coba sama-sama.
pertama tentunya kita harus download paket Windows Live Essential Beta nya. setelah selesai diinstall kita buka aplikasi WLM-b.

kemudian klik Sign in. maka akan muncul jendela untuk sign in, isikan dengan accout hotmail milik anda.

setelah itu klik tombol Sign in. maka WLM-b akan memverifikasi proses Sign in anda.

dan langsung anda bisa lihat email hotmail anda

Sangat mudah dan cepat bukan 
hari ini tanggal 26 Juni 2010 MUGI Banjarmasin mendapat kehormatan untuk dapat mengisi acara di acara Seminar Technology Update di kota Banjarmasin yang diadakan oleh mahasiswa POLIBAN Banjarmasin. Sebelumnya juga kami pernah bekerjasama untuk mengadakan event yang sama , namun kali ini kami di undang sebagai pembicara tamu, karena pembicara utamanya adalah dari Sponsor utama. Seminar kali ini bertema Multimedia.

MUGI Banjarmasin memberikan 4 buah materi yang dibawakan oleh 3 orang yaitu :
- Suherman, membawakan materi “Introducing MUGI” dan “Introducing New Windows Live Essential (Beta)”
- M Reza Faisal, membawakan materi mengenai “Expression encoder: transcode,publish & Broadcast” (file presentasi dapat didownload disini)
- Ferry Kurniawan, membawakan materi mengenai “Introducing Microsoft Spatial Technology”
Jumlah peserta yang hadir cukup banyak yaitu sekitar 250 orang, seminar ini diadakan di Aula BAPPEDA Provinsi Kalimantan Selatan.
berikut ini adalah dokumentasi dari acara tersebut :


Peserta tampak depan dan belakang

M Reza Faisal, membawakan materi mengenai “Expression encoder: transcode,publish & Broadcast”

Ferry Kurniawan, membawakan materi mengenai “Introducing Microsoft Spatial Technology”

Suherman, membawakan materi “Introducing MUGI” dan “Introducing New Windows Live Essential (Beta)”
Kemarin tanggal 24 Juni 2010 telah diluncurkan versi terbaru New Windows Live Essential versi beta.

yang dapat didownload disini http://explore.live.com/windows-live-essentials-beta , namun untuk dapat mendownloadnya anda harus login terlebih dahulu menggunakan windows Live ID.
Saat ini belum tersedia file instalasi offline untuk New Windows Live Essential (Beta) ini, anda harus menginstallnya secara online.
inilah New Windows Live Essential (Beta) yang sudah saya coba install di Laptop saya yang menggunakan Windows 7 Ultimate (blog ini pun saya tulis menggunakan Windows Live Writer Beta):

Pada saat instalasi saya agak terkejut karena tidak seperti biasanya saya dapat memilih produk apa aja yang mau diinstall, namun untuk yang beta ini saya tidak dapat memilih produk apa saja yang harus diinstall. hal ini ternyata terjadi karena paket Windows live essential versi sebelumnya sudah terinstall, jadi yang terjadi adalah proses update paket versi sebelumnya
Untuk versi windows XP belum bisa menggunakan windows live essential beta ini, namun dapat menggunakan versi yang lama yang dapat didownload disini http://explore.live.com/windows-live-essentials?os=winxp
ok, selamat menikmati Windows Live Essential (Beta) ini, saya juga baru tahap instalasi saja. Belum Explorasi banyak.
Selamat ber eksplorasi ya 
saat ini telah hadir sebuah tools untuk mendiagnostik SQL Server 2008 atau SQL Server 2008 R2 yaitu Microsoft SQL Server 2008 R2 Best Practise Analyzer (08R2BPA).
tools ini akan membantu seorang Administrator database untuk memeriksa best practise dari Database server yang diasuhnya, tools ini akan membantu seorang admin untuk :
- Gathers information about a Server and a Microsoft SQL Server 2008 or 2008 R2 instance installed on that Server
- Determines if the configurations are set according to the recommended best practices
- Reports on all configurations, indicating settings that differ from recommendations
- Indicates potential problems in the installed instance of SQL Server
- Recommends solutions to potential problems
Tools ini dapat diinstal pada Windows vista keatas dan diperlukan 2 buah requirement yaitu :
- PowerShell versi 2.0
- Microsoft Baseline configuration analyzer V2.0
sedangkan Microsoft SQL Server 2008 R2 Best Practise Analyzer nya sendiri dapat didownload disini http://bit.ly/SS08BPA
untuk dapat menggunakannya, anda harus sebagai System Administrator Role di SQL Server yang anda akan analisa.
apabila telah diinstall 08R2BPA nya, maka proses analisa dapat dilakukan yaitu dengan menjalankan Microsoft Baseline Configuration analyzer 2.0 yang telah terinstall.
select product nya yaitu SQL Server 2008 R2 BPA, kemudian klik tombol start Scan, lalu akan muncul form seperti ini :
apabila hendak menganalisa instance default, masukkan paramater SQL_Server_instance_Name nya MSSQLSERVER , tapi bila bukan instance default, masukkan paramater nama instance nya. kemudian masukkan hal-hal yang akan dianalisa, dalam contoh saya diatas saya hanya akan menganalisa SQL Server Engine dan SQL Server Setup. Setelah itu tekan tombol Start Scan dan scanning akan berlangsung seperti gambar dibawah.
setelah selesai, hasil analisanya akan tampak seperti ini
dan ini contoh hasil analisa di category Configuration
demikian semoga bermanfaat
Pada 21 April 2010 telah diluncurkan edisi terkini dari SQL Server yaitu SQL Server 2008 R2. Tak lupa juga disediakan versi Expressnya.
Berbeda dari versi Express sebelumnya, pada SQL Server 2008 R2 mengalami peningkatan pada pembatasannya yaitu database size dinaikkan dari 4 GB menjadi 10 GB. Dengan naiknya kapasitas ini tentunya akan dapat lebih leluasa untuk membuat aplikasi kecil atau pada development environment.
Berikut ini adalah batasan-batasan yang ada di SQL Server 2008 R2 :
- Numbers of CPUs : 1
- Maximum memory utilized : 1 GB
- Maximum Database Size : 10 GB
- Replication : Subscriber only
- Mirroring : Witness only
- Hypervisor support
disediakan 3 buah edisi SQL Server 2008 R2 Express, berikut ini adalah edisi dan link downloadnya :
- SQL Server 2008 R2 Express with Advanced Services
- SQL Server 2008 R2 Express with Tools
- SQL Server 2008 R2 Express
Berikut adalah system requirement minimum yang dibutuhkan untuk instalasi SQL Server 2008 R2 Express:
- Operating System Windows Server 2003 keatas, Windows XP SP3, Windows Vista SP2
- 1 GB RAM (direkomendasikan 2GB RAM)
- 2.2 GB Free Space HD
- 1 GHz Processor atau yang lebih cepat lagi
- .Net Framework 3.5 SP1
- Windows Powershell 1.0
- Windows Installer 4.5
Sebenarnya teknologi kompresi untuk backup di SQL Server sudah lama ada, namun hanya bisa ditemukan di software-software third party.
Namun kini, fitur tersebut sudah dapat ditemukan di SQL Server 2008 tanpa perlu merogoh kocek lagi untuk bisa memiliki fitur Backup Compression.
Manfaat fitur Backup Compression ini adalah sesuai namanya mengkompresi file backup yang terbuat sehingga ukuran filenya akan lebih kecil dibanding dengan saat melakukan backup tanpa kompresi. Backup Compression bukan saja menghemat space backup storage, namun juga dapat menghemat waktu backup yang terjadi.
untuk lebih jelas lagi mari kita lakukan demo Backup dengan Compression dan tanpa Compression.
Pertama saya akan lakukan backup tanpa Compression dengan cara sebagai berikut :
BACKUP DATABASE AdventureWorks
TO DISK = N'C:\Backup\BackupAWTanpaDataCompression.BAK'
WITH NO_COMPRESSION
GO
Hasilnya adalah sebagai berikut :
dari gambar diatas dapat dilihat bahwa Backup tanpa Compression pada database AdventureWorks dilakukan dalam waktu 11.881 seconds dan menggunakan space sebesar 174,169 KB.
Mari kita bandingkan kalo Backup ini dilakukan dengan Backup Compression. dilakukan dengan cara berikut :
BACKUP DATABASE AdventureWorks
TO DISK = N'C:\Backup\BackupAWDgnCompression.BAK'
WITH COMPRESSION
GO
Hasilnya adalah sebagai berikut :
dari gambar diatas dapat dilihat bahwa Backup dengan Compression pada database AdventureWorks dilakukan dalam waktu 6.697 seconds dan menggunakan space sebesar 42,967 KB.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Backup Compression, aktivitas akan menjadi lebih cepat dan juga menghemat backup space.
So, bagi rekan-rekan yang sudah memiliki SQL Server 2008, jangan sia-siakan fitur dahsyat ini.
Akhirnya tercapai juga cita-cita saya untuk dapat menulis ebook tentang SQL Server 2008 Mirroring.
EBook ini berisi panduan untuk implementasi Mirroring di SQL Server 2008 dari mulai persiapan mirroring sampai penggunaan Configure Database Mirroring wizard. Dalam contoh-contoh di EBook ini menggunakan SQL Server 2008 Developer dan menggunakan database AdventureWorks.
Buku ini dapat didownload disini : http://bit.ly/9WndHs
Semoga bermanfaat.
Ketika saya sedang mencoba fitur Magnifier untuk jenis Views Full screen dan Lens dapat bekerja dengan baik. namun pada saat saya menggunakan jenis view Docked, terjadi sesuatu yang saya anggap tidak wajar. tiba-tiba efek aero themes windows 7 menjadi tidak aktif dan muncul error box berikut :
juga pilihan views magnifier untuk fullscreen dan lens tidak dapat digunakan karena terdisable dan tidak dapat diaktifkan.
Saya belum tahu apakah ini terjadi pada semua pc/laptop atau tidak, namun ini terjadi pada laptop saya Acer Extensa 4620 yang menggunakan Mobile Intel 965 Express Chipset Family untuk Displaynya.
setelah saya lakukan reboot atau logoff, aero themes kembali normal, namun pada saat saya mengkatifkan Magnifier kembali, keanehan ditatas kembali muncul, hal ini karena default dari Magnifier views nya adalah Docked.
Karena fitur magnifier ini sering saya gunakan saat presentasi, kejadian ini menjadi penting untuk segera saya perbaiki. dan yang lebih penting lagi, saya harus dapat menggunakan Magnifier views fullscreen atau lens kembali.
saya berinisiatif untuk merubahnya melalui registry Magnifier.
setelah Registry Editor muncul, arahkan ke sini : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\ScreenMagnifier
rubah nila DWORD untuk MagnificationMode menjadi 2 atau 3. Nilai 2 untuk merubah default Magnifier menjadi fullscreen, nilai 3 untuk merubah default Magnifier menjadi Lens. setelah itu tutup Registry Editor karena kita tidak akan menggunakannya lagi.
selanjutnya adalah kita aktifkan kembali Desktop Windows Manager melalui Services Snap-in. dapat dibuka dengan cara mengetikkan services di search box :
pada kelompok programs, pilih services.
pilih Desktop Windows Manager Session Manager dan restart services tersebut.
setelah proses restart selesai maka efek aero themes akan langsung kembali normal dan ketika anda memanggil efek Magnifier (Windows + +) maka views defaultnya akan sesuai dengan setting yang anda masukkan (2 atau 3). sekarang laptop saya kembali dapat menggunakan fitur Magnifier untuk fullscreen dan lens.
Semoga bug ini akan diperbaiki pada Service Pack yang akan muncul entah kapan.
Pada tanggal 8 Mei 2010, MUGI Banjarmasin mendapat kesempatan untuk sharing mengenai Microsoft Technology di SMK 4 Banjarmasin.
Materi seminar kali ini adalah :
- Introducing MUGI oleh Suherman
- Windows 7 Features oleh Suherman
- Visual Studio 2010 : Life Run on Codes, oleh M Reza Faisal
- Introducing Deep Zoom Composer, oleh Lailatur Qadariah
acara ini dihadari oleh siswa-siswa SMK 4 banjarmasin jurusan software engineering. dihadiri sekitar 50 orang siswa dan siswi serta para guru dan kepala sekolah.
Berikut ini adalah beberapa dokumentasi yang ada :




untuk materi Introducing MUGI bisa didownload disini : http://cid-06e371f54b516eab.skydrive.live.com/self.aspx/Public/MUGI%20Banjarmasin/Introducing%20MUGI/mugi%5E_smk4%5E_bjm%5E_E.pptx
More Posts
Next page »