Pada tanggal 18 Mei, saya telah di undang oleh mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Lambungmangkurat Banjarbaru jurusan Ilmu Komputer untuk berbagi knowledge tentang Microsoft Windows Azure dan SQL Azure.
Acara ini berlangsung di ICT Center MIPA Universitas Lambungmangkurat Banjarbaru, berlangsung mulai jam 08.00 sd 11.30 Wita. Acara ini dihadiri oleh 50 orang. Berikut ini adalah Dokumentasinya :
Foto-foto selama kegiatan :
Slide presentasi :
Video Singkat penjelasan Windows Azure selama kegiatan :
Demikian laporan ini dibuat, semoga bermanfaat.
Gak sengaja lagi buka-buka helpnya SQL Server 2012 kemudian menemukan sebuah function baru dalam pengelolaan tanggal yaitu function End of Month atau ditulis dengan EOMonth()
Biasanya kalo kita mau mencari tanggal berapa sebuah bulan berakhir, kita dapat menggunakan cara berikut :
DECLARE @DATE DATETIME
SET @DATE='2013-01-17'
SELECT CONVERT(VARCHAR(10),DATEADD(ms,-2,DATEADD(MONTH,
DATEDIFF(MONTH,0,@DATE)+1,0)),120) AS [EndOfMonth]
cukup panjang bukan. Namun di SQL Server 2012 kini telah tersedia function khusus untuk kasus diatas.
Syntax nya adalah sebagai berikut :
EOMONTH ( start_date [, month_to_add ] )
Start_date adalah tanggal dimana tanggal akhir bulan pada start_date tersebut hendak dicari.
month_to_add merupakan optional integer expression yang akan memberikan interval bulan yang akan dicari dari bulan yang tertera di start_date.
contoh penggunaannya adalah sebagai berikut :
DECLARE @start_date DATETIME
SET @start_date='2013-01-17'
--Mencari tanggal akhir pada bulan yang tertera di start_date
select EOMONTH(@start_date) [Akhir Bulan]
--Mencari tanggal akhir pada 2 bulan setelah start_date
select EOMONTH(@start_date,2) [Akhir Bulan]
--Mencari tanggal akhir pada 2 bulan sebelum start_date
select EOMONTH(@start_date,-2) [Akhir Bulan]
demikian semoga bermanfaat.
Pada tanggal 24 November 2012, MUGI Banjarmasin Bersama dengan mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Lambungmangkurat Banjarbaru mengadakan seminar dengan tema “Windows 8”
Acara ini berlangsung di Aula Fakultas MIPA Universitas Lambungmangkurat Banjarbaru, berlangsung mulai jam 09.00 sd 14.30 Wita. Acara ini dihadiri oleh 139 orang. para pembicara dalam Acara ini adalah :
Suherman, membawakan materi tentang Windows 8 Apps
Setyo W Saputro, membawakan tentang Windows 8 Rocks!
dan berikut ini adalah dokumentasinya :

Peserta

Setyo W Saputro, membawakan tentang Windows 8 Rocks!

Suherman, membawakan materi tentang Windows 8 Apps
dan berikut ini adalah slides mengenai Windows 8 Apps :
Kami seluruh memberi MUGI Banjarmasin dan panitia mengucapkan terimakasih atas kehadiran rekan2 didalam acara ini, semoga dapat memberi manfaat sampai berjumpa lagi pada event2 MUGI Banjarmasin selanjutnya.
Pada tanggal 5 November 2012, MUGI Banjarmasin diundang oleh organisasi siswa STMIK Indonesia untuk mengisi acara seminar dengan tema “Microsoft Technology Update”
Acara ini berlangsung di Gedung Balairung Sari Banjarmasin, berlangsung mulai jam 09.00 sd 14.30 Wita. Acara ini dihadiri oleh 211 orang. para pembicara dalam Acara ini adalah :
- Suherman, Membawakan materi tentang Microsoft SQL Azure.
- Rifqie Rusyadi, Membawakan materi tentang Microsoft Windows 8.
Berikut ini adalah sebagian dokumentasinya :

Peserta Seminar
 |  |
| Rifqie Rusadi membawakan materi MS Windows 8 | Suherman mebawakan materi MS SQL Azure |
dan berikut ini adalah Slide untuk materi SQL Azure
Kami seluruh memberi MUGI Banjarmasin dan panitia mengucapkan terimakasih atas kehadiran rekan2 didalam acara ini, semoga dapat memberi manfaat sampai berjumpa lagi pada event2 MUGI Banjarmasin selanjutnya.
Pada blog ini saya tidak akan menceritakan bagaimana cara menginstal SQL Server 2012 di Windows 8. Namun saya akan menceritakan pengalaman saya saat menginstal SQL Server 2012 di Windows 8.
Sewaktu saya menginstal SQL Server 2012, wizard instalasi semuanya berjalan mulus tanpa hambatan. Namun saya agak bingung pada proses Instalation, progress bar tidak berjalan dengan semestinya. Namun hanya berhenti pada proses Instalation NetFx3 saja dan tidak maju-maju ke proses instalasi komponen yang lainnya.
Hal ini ternyata secara default pada Feature .Net Framework 3.5 pada Windows 8 dalam posisi Off.
Seperti kita ketahui bahwa salahsatu requirement untuk penginstalan SQL Server 2012 adalah harus tersedianya .Net Framework 3.5 SP1 di Computer target. dan karena feature .Net Framework 3.5 dalam posisi Off, maka harus dirubah menjadi On melalui Control Panel –> Program and Features –> Turn Windows Features On or Off.

Namun sayangnya proses instalasi .Net Framework 3.5 ini harus dilakukan secara online, jadi saat anda mengaktifkan feature ini PC anda harus dalam kondisi online untuk mendownload file yang dibutuhkan. Proses ini juga tidak bisa dilakukan dengan menggunakan .Net Framework 3.5 yang versi offline.
Setelah feature .Net Framework 3.5 di aktifkan maka proses instalasi SQL Server 2012 pun dapat berlangsung dengan baik sampai selesai.
Demikian semoga membantu.
Salah satu fitur baru di SQL Server 2012 adalah adanya User Defined Server Roles. dengan adanya fitur ini kita bisa menambahkan Server Roles baru selain yang ada secara default di SQL Server seperti gambar yang ada dibawah ini

Dengan adanya fitur ini seorang super admin dapat mendelegasikan tugasnya ke admin yang lain dengan menerapkan jenis Server Roles yang sudah dimodifikasi. Sehingga dengan adanya fitur ini akan menjadi lebih fleksibel dalam pengaturan otoritas tiap-tiap DBA.
Untuk lebih jelasnya, kita coba praktekkan bagaimana membuat User defined Server Roles di SQL Server 2012.
Kita akan menyiapkan 2 buah user yang nantinya salahsatu dari user tersebut sebagai Admin Server dengan kemampuan mengontrol server..
USE master
GO
CREATE LOGIN [TANTI] WITH PASSWORD ='MugiB4njarmasin'
CREATE LOGIN [FIRA] WITH PASSWORD ='MugiB4njarmasin'
Setelah 2 user telah tersedia, kemudian kita membuat sebuah Server Role baru dengan Nama
DBABjm
CREATE SERVER ROLE DBABjm
Nah, pada server role yang baru ini, DBABjm, kita akan menjadikannya setara dengan Admin Server yang mampu mengontrol server namun dengan keterbatasan tidak dapat membuat database dan tidak dapat melakukan perubahan terhadap login yang ada. T-SQLnya ada sebagai berikut :
GRANT CONTROL SERVER TO DBABjm -- kemampuan mengontrol server
DENY CREATE ANY DATABASE TO DBABjm -- tdk bisa membuat database
DENY ALTER ANY LOGIN TO DBABjm -- tdk bisa merubah properti login
Saat ini Login [TANTI] dan [FIRA] hanya memiliki otoritas Server Role Public. Mari kita buat Login [TANTI] memiliki otoritas Server Role DBABjm
ALTER SERVER ROLE DBABjm ADD MEMBER [TANTI]
Nah Saat ini login [TANTI] memiliki kemampuan mengontrol server, namun tidak memiliki kemampuan Membuat Database dan merubah properti sebuah Login. Mari kita buktikan.
Bukti bahwa Login [TANTI] dapat mengontrol Server :
Bukti bahwa Login [TANTI] tidak dapat membuat sebuah database :
Bukti bahwa Login [TANTI] tidak dapat merubah properti sebuah login :
Demikian, semoga bermanfaat.
Ketika seorang pelanggan menggunakan Windows Azure SQL Database, pelanggan tersebut dapat meletakkan datanya di Windows Azure SQL Database disesuaikan dengan besaran dan kebutuhan dari bisnis yang mau dibangun.
Pelanggan dapat memulai dari mulai investasi terkecil dan menambahnya sesuai dengan pertumbuhan data dan bisnis yang ada.
Windows Azure SQL Database tersedia dalam dua buah edisi database yang berbeda, yaitu edisi Web dan edisi Bisnis. Tidak seperti on-premise SQL Server, dimana untuk mendapatkan 2 jenis edisi SQL Server harus membeli secara terpisah. Didalam Windows Azure SQL Database kedua jenis database tersebut dapat dimiliki oleh satu akun yang sama dan kedua edisi tersebut dapat dibangun dalam satu buah server Windows Azure SQL Database. Sehingga pelanggan dapat menggabungkan edisi Web dan edisi Bisnis Windows Azure SQL Database ke dalam satu buah server yang sama dan secara billing tidak melihat dari jenis edisi yang digunakan, namun dihitung dari besaran data yang terjadi. Jadi harga 1 GB database edisi Web harganya akan sama dengan 1 GB edisi Bisnis.
Database edisi Web di Windows Azure SQL Database sangat cocok untuk sebuah aplikasi web atau untuk pekerjaan sebesar workgroup atau aplikasi sebuah departemen. Edisi ini mendukung besaran data dari ukuran 1 GB sampai dengan 5 GB per database.
Database edisi Bisnis di Windows Azure SQL Database sangat cocok untuk sebuah aplikasi berskala enterprise. Edisi ini mendukung besaran data hingga 150 GB per database.
Penggunaan database ini akan dikenakan biaya tambahan jika database yang ada diakses oleh klien dari region yang berbeda dari letak server yang dipilih di Windows Azure SQL Database.
Misalkan pelanggan sudah mensetup sebuah server Windows Azure SQL Database di Asia Tenggara namun klien yang mengakses berasal dari eropa. Maka hal ini akan dikenakan biaya tambahan penggunaan bandwidth untuk transfer datanya.
Biaya penggunaan Windows Azure SQL Database adalah dihitung setiap bulannya terhadap setiap besar data yang digunakan untuk setiap database. Berikut ini adalah tabel dari biaya yang muncul dalam penggunaan Windows Azure SQL Database :

akhir bulan tersebut merupakan hasil perhitungan dari akumulasi dari perhitungan tiap harinya. Jadi bisa jadi biaya yang ditimbulkan tiap-tiap harinya bisa sama dan bisa juga tidak akan sama, tergantung dari penggunaan utilitas yang terjadi saat itu.
Misalkan pada suatu hari pelanggan telah menggunakan 2 buah database di Windows Azure SQL Database. Database pertama pada hari itu telah mencapai ukuran 4,4 GB dan pada database yang kedua telah mencapai 14,4 GB pada hari itu juga. Maka perhitungan biaya yang muncul pada hari tersebut adalah :
· Untuk database pertama yang telah mencapai 4,4 GB akan disamakan telah menggunakan 5 GB yang artinya $9,99 untuk 1 GB pertama ditambah dengan $3,996 per 1 GB untuk 4 GB selanjutnya atau sama dengan ($9,99 + ($3,996 x 4)) / 31 hari atau sama dengan $0,838 per hari.
· Untuk database kedua yang telah mencapai 14,4 GB akan disamakan telah menggunakan 15 GB yang artinya $45,954 untuk 10 GB pertama ditambah dengan $1,996 per 1 GB untuk 5 GB selanjutnya atau sama dengan ($45,954 + ($1,996 x 5)) / 31 hari atau sama dengan $1,805 per hari.
Jadi pada hari tersebut biaya yang muncul adalah $0,838 + $1,805 atau sama dengan $2,643. Maka $2,642 adalah biaya yang muncul pada hari tersebut.
Ketika pelanggan memilih sebuah edisi database dari Windows Azure SQL Database, pada saat itu juga si pelanggan dapat menentukan berapa besar maksimal database yang dikehendaki (MAXSIZE). Dengan telah ditetapkannya MAXSIZE maka pelanggan tidak perlu khawatir databasenya akan tumbuh tanpa kendali.
Jika MAXSIZE telah tercapai oleh sebuah database maka pada sisi aplikasi di klien akan menerima kode error 40544 yang menandakan bahwa database telah mencapai limitnya. Pada posisi ini database tidak dapat dilakukan insert atau update data, membuat objek seperti Function, Store Procedure, tabel atau pun View.
Aktivitas yang masih bisa dilakukan pada kondisi ini adalah seperti membaca data (Select), menghapus data (delete), truncate table, drop table atau drop index, rebuild index. Melakukan perubahan terhadap MAXSIZE pun masih bisa dilakukan jika MAXSIZE yang ada hendak di tingkatkan ke angka yang lebih tinggi. Setelah dilakukan perubahan angka MAXSIZE, perubahan ini akan baru bisa terjadi sekitar 15 menit kemudian sebelum pelanggan bisa melakukan aktivitas insert data.
Untuk Windows Azure SQL Database edisi Web, MAXSIZE yang bisa digunakan adalah 1 GB atau 5 GB. Sedangkan untuk edisi Bisnis MAXSIZE yang bisa digunakan adalah interval 10 GB sampai dengan 50 GB. Database yang memiliki MAXSIZE 50 GB dapat bergerak terus keatas sampai dengan 150 GB. Dan perlu diingat bahwa perhitungan biaya yang harus dibayar dalam 1 bulan itu selalu dihitung perharinya seperti yang telah dicontohkan diatas.
Ukuran database yang terjadi itu didalamnya terdiri dari data, indexes dan object. Tidak termasuk didalamnya logs, system tables, server catalogue, master database dan penggunaan ruang penyimpanan data untuk keperluan replikasi data.
Pada tanggal 25 Mei 2012 saya diundang oleh komunitas yang menamakan dirinya Quad Club Indonesia. Komunitas ini mempunyai fokus pada banyak platform dan mencoba mengenal tentang SQL Server lewat saya.
Acara ini dilaksanakan di basecamp mereka yaitu di Kota martapura kalimantan selatan. dihadiri oleh 13 orang peserta dari jam 19.30 WITA sd 21.30 WITA.
Berikut dokumentasinya :


Sambil ngampar coba cerita soal SQL Server 2012

Photo bersama dengan peserta.
dokumentasi lengkap dapat dilihat disini : https://skydrive.live.com/?cid=06e371f54b516eab&resid=6E371F54B516EAB!733&id=6E371F54B516EAB%21733
untuk slide presentasi dapat dilihat disini :
di SQL Server 2012 ada metode baru untuk mendapatkan beberapa baris data melalui klausa Select sehingga didapatkan jumlah baris data sesuai yang diinginkan sesuai dengan nilai row offset dan row value yang sudah ditentukan sehingga jumlah record yang di presentasikan di client dapat diatur dengan mekanisme paging.
Sebenarnya dalam hal ini kita memanfaatkan kombinasi OFFSET/FETCH NEXT dengan klausa ORDER BY
untuk lebih jelasnya kita langsung praktek aja. Disini saya menggunakan SQL Server 2012 Developer dan database Adventureworks2012.
Didalam database AdventureWorks2012 ada table yang bernama Production.Product. untuk melihat seluruh baris data yang ada di table tersebut kita gunakan klausa SELECT dengan mengurutkannya berdasarkan field PRODUCTID.
SELECT ProductID,Name,SafetyStockLevel,ReorderPoint
FROM [Production].[Product] order by ProductID
T-SQL diatas akan mengembalikan 504 baris data yang berurut berdasarkan field PRODUCTID.
jika kita ingin mendapatkan baris-baris data tersebut berdasarkan urutan data yang sudah ditentukan atau misal kita ingin mendapatkan baris data dimana di setiap PAGE akan dimunculkan 10 baris data dapat dibuat dengan T-SQL berikut :
misalkan N adalah angka PAGE yang diinginkan maka :
declare @N int;
set @N = 1 ;
declare @offset_increment int = 10;
declare @current_offset int = (0 + ((@N-1) * @offset_increment));
SELECT ProductID,Name,SafetyStockLevel,ReorderPoint
FROM [Production].[Product] order by ProductID
offset
@current_offset rows
fetch next
@offset_increment rows only
go
Contoh T-SQL diatas adalah bagaimana jika kita ingin menampilkan data pada PAGE 1 dengan banyak baris data sebanyak 10 record.
Lalu bagaimana jika ingin memanggil 10 record yang berada pada PAGE 10 ?
yaitu dengan menggunakan T-SQL berikut :
declare @N int;
set @N = 10 ;
declare @offset_increment int = 10;
declare @current_offset int = (0 + ((@N-1) * @offset_increment));
SELECT ProductID,Name,SafetyStockLevel,ReorderPoint
FROM [Production].[Product] order by ProductID
offset
@current_offset rows
fetch next
@offset_increment rows only
go
data yang ditampilkan akan seperti ini
demikian semoga bermanfaat.
Coba sedikit explorasi dengan sequence number di SQL Server 2012. Para developer mungkin tidak asing identity column pada saat kita akan membuat sebuah field pada sebuah column di sebuah table. dimana pada column tersebut kita bisa setup sebuah nilai identity column dan nilai increment nya.
Namun itu hanya berlaku pada 1 buah tabel, nah sekarang bagaimana caranya agar nilai yang berurut tersebut bisa kita sebar di beberapa tabel namun ? disini lah fungsi dari fitur Sequence Number dapat berperan.
Type data dari Sequence Number dapat diterapkan pada semua jenis data integer, namun jika sebuah sequence tidak di deklarasikan tipe datanya maka secara default dia akan memiliki type data BigInt.
Sebuah sequence Number memiliki ruang urutan mulai dari -2,147,483,648 sampai dengan 2,147,483,647. Jadi jika kita akan membuat Sequence Number yang memiliki pertambahan nilai 1 mulai dari -2,147,483,648 sampai dengan 2,147,483,647 dapat dibuat dengan cara
CREATE SEQUENCE Schema.SequenceName
AS int
INCREMENT BY 1 ;
jika kita akan membuat Sequence Number yang memiliki pertambahan nilai 1 mulai dari 1 sampai dengan 2,147,483,647 dapat dibuat dengan cara
CREATE SEQUENCE Schema.SequenceName
AS int
START WITH 1
INCREMENT BY 1 ;
untuk lebih memperjelas penjelasan diatas, mari kita sama2 melakukan eksperimen dibawah ini.
Pertama yang kita lakukan adalah menentukan schema mana yang akan diterapkan Sequence Number. Misal saya akan gunakan database AdventureWorks2012 dengan schema TestSN. karena scehma TestSN tidak ada di database tersebut, maka saya bikin baru
Use AdventureWorks2012 ;
Go
CREATE SCHEMA TestSN ;
GO
setelah itu kita membuat Sequence Numbernya didalam Schema tersebut yang saya beri nama UrutTmbh1
Create SEQUENCE TestSN.UrutTmbh1 AS INT
START WITH 10000
INCREMENT BY 1;
Go
anda dapat mencek nya hasil pembuatan sequence tersebut di Database AdventureWork2012 seperti gambar berikut

Saya akan coba terapkan Sequence ini pada 2 buah tabel. Saya coba buat 2 tabel contoh dulu
CREATE TABLE Employees
(
EmployeeId INT NOT NULL PRIMARY KEY,
Name NVARCHAR(255) NULL
);
CREATE TABLE Contractors
(
ContractorId INT NOT NULL PRIMARY KEY,
Name NVARCHAR(255) NULL
);
Setelah tabel diatas tercipta, mari kita masukkan 1 buah data masing-masing pada tabel tersebut dengan cara berikut :
INSERT INTO Employees (EmployeeId, Name)
VALUES (NEXT VALUE FOR TestSN.UrutTmbh1, 'Jane');
INSERT INTO Contractors (ContractorId, Name)
VALUES (NEXT VALUE FOR TestSN.UrutTmbh1, 'John');
Go
Tampak bahwa saya untuk memasukkan nilai EmployeeId pada tabel Employees dengan menggunakan klausa NEXT VALUE FOR. Bgitu juga dengan field Contractor Id pada table Contractor.
Jika kita coba lihat hasilnya adalah seperti berikut :

Tampak terbentuk sebuah urutan angka (Sequence number) pada 2 field yang berbeda dan berbeda tabel juga.
Demikian semoga dapat dipahami dan bermanfaat.
Melanjutkan artikel saya tentang Contained Database beberapa hari lalu. saya coba lanjutkan dengan cara membuat Contained Database di sebuah Instance.
Fitur Contained Database di SQL Server 2012 secara default adalah dalam posisi disabled. Oleh sebab itu kita harus meng-enabled kannya terlebih dahulu.
EXEC SP_CONFIGURE 'show advanced options',1
GO
RECONFIGURE
GO
EXEC SP_CONFIGURE 'contained database authentication',1
GO
RECONFIGURE
GO
Setelah itu barulah kita dapat membuat Contained Database nya, berikut ini saya coba membuat database sederhana yang namanya CDB2
USE [master]
GO
CREATE DATABASE [CDB2] CONTAINMENT = PARTIAL
Selanjutnya kita akan coba bagaimana membuat user untuk database CDB2 ini.
USE [CDB2]
GO
CREATE USER [MugiBJM] WITH PASSWORD=N'P@ssw0rd'
GO
USE [CDB2]
GO
ALTER ROLE [db_datareader] ADD MEMBER [MugiBJM]
GO
Jika anda check keberadaan User MugiBJM di Level Instance pada folder Security –> Logins, maka anda tidak akan pernah menemukannya. Namun user tersebut terdaftar pada security level Database.
Mari kita coba melakukan login ke dalam database CDB2 dengan menggunakan user MugiBJM
Jangan langsung tekan tombol Connect, tapi tekan lebih dahulu tombol options>>
lalu ketik secara manual nama database yang hendak diakses pada isian ‘Connect to Database’

Lalu tekan tombol Connect, dan walah anda berhasil login kedalam database CDB2

Demikian semoga bermanfaat.
Seperti yang kita ketahui bahwa database SQL Server tidak se-Portable yang kita bayangkan. Ini adalah kesulitan yang dialami para DBA jika berkeinginan memindahkan sebuah database dari sebuah server ke server lain.
Memang seperti kita ketahui juga bahwa ada fasiltas detach and attach database, atau juga Backup and restore database. Namun ketidak mandirian dari database tersebut biasanya adalah si DBA akan mengalami hambatan seperti SQL Server Login, Collation setting, SQL Server Agent Jobs dan Link Server Configuration Information. Sehingga sebuah database di SQL Server akan mengalami ketergantungan dengan Level Instance nya. atau bahasa kerennya secara default database tersebut disebut uncontained databases.
uncontained databases maksudnya adalah database yang memiliki ketergantungan terhadap beberapa object yang berada di luar database itu sendiri yang terkonfigurasi di level Instance.
Oleh sebab itu kini hadir fitur baru di SQL Server 2012 yang bernama Contained Database. Dengan adanya fitur ini, ketergantungan sebuah database di SQL Server terhadap object lain diluarnya dapat dikurangi bahkan dihilangkan sama sekali.
Jadi begitu sebuah Contained Database dipindahkan dari sebuah Instance ke Instance yang lain, maka informasi seperti user login da n collation setting itu akan ter ’paket’ dalam contained database tersebut. Sehingga pada saat pemindahan database dilakukan, tidak perlu lagi khawatir mengenai informasi login dan SID loginnya. Juga tidak perlu khawatir dengan Collation Configuration settingnya, walupun di instance yang baru memiliki collation yang berbeda dengan contained database yang baru saja dipindahkan.
Pengantar sementara mengenai contained database cukup sampai disini dulu, di blog selanjutnya saya akan men share bagaimana teknik-teknik bekerja seputar Contained Database.
Artikel Terkait :
- How to create Contained Database
Salahsatu fitur baru di SQL Server 2012 adalah adanya fitur Recovery Advisor di SQL Server Management Studio yang akan sangat membantu sekali dalam proses Resore Database jika aktivitas itu ingin dilakukan pada spesifik hari dan jam tertentu.
Untuk lengkapnya silahkan menyaksikan video tutorial berikut :
Pada hari sabtu tanggal 28 Januari 2012 MUGI Banjarmasin diundang oleh HIMAKOM FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. Acara tersebut berlangsung di gedung lab. komputer Ilkom Unlam dan diikuti oleh 50 mahasiswa.
MUGI Banjarmasin menghadirkan 2 pembicara yaitu :
- Suherman, membawakan materi “Database Fundamentals”. pada sesi ini Suherman menjelaskan bagaimana terbentuknya sebuah database dan bagaimana sebuah DBMS dapat mengelolanya.
- Friska Abadi, membawakan materi “Pemrograman Visual C#”. Pada materi ini Friska menjelaskan bagaimana membuat web project dengan menggunakan visual C#.
Berikut ini adalah dokumentasi dari acara tersebut :

Suherman dengan materi “Database Fundamental”

Friska Abadi dengan materi “Pemrograman Visual C#”

Peserta
Pada tanggal 7 November 2011, MUGI Banjarmasin diundang oleh Mahasiswa STMIK Indonesia Banjarmasin untuk memberikan sharing ilmu pengetahuan di bidang Teknologi Informasi.
Acara ini berlangsung di Gedung KNPI Banjarmasin, berlangsung mulai jam 09.00 sd 14.00 Wita. Acara ini dihadiri oleh 200 peserta. para pembicara dalam Acara ini adalah :
-
Suherman, membawakan materi “Developing a Simple SQL Server 2008 R2 Reporting Services Report with a Relational Data Source ”
-
-
Yakin, S.Kom membawakan materi “How Create A Game Using Microsoft XNA”
Dokumentasi dan slide dapat didownload disini : https://skydrive.live.com/embedicon.aspx/MUGI%20Banjarmasin%20^52^6/20111107?cid=06e371f54b516eab&sc=documents
dan ini adalah beberapa cuplikan kegiatan MUGI Banjarmasin :

Peserta

Suherman

Ferry AK

Yakin
More Posts
Next page »