‘Ngumpet’ Dibalik Mailbox Exchange + Outlook

Saat ini email bisa dikatakan merupakan salah satu moda komunikasi yang banyak dipakai. Mulai dari urusan pribadi sampai urusan pekerjaan, hampir selalu kita menggunakan email. Bagi seseorang yang telah mengalami Internet addict, email adalah sesuatu yang sangat ditunggu. Tidak ada email yang masuk justru akan menjadikan tanda tanya baginya. Tetapi kondisi seperti itu belum tentu berlaku untuk orang-orang tertentu, atau pada keadaan-keadaan tertentu.

Berbagai program email client (termasuk yang bersifat web-based) acapkali dilengkapi dengan fitur Read Receipt. Jika fitur ini memungkinkan si pengirim email untuk mendapatkan konfirmasi ketika email yang dikirimnya telah dibuka oleh si penerima.

01-RequestReceipt

Pada program-program email client tertentu implementasi konfirmasi ini malah lebih canggih lagi. Di sini, si pengirim tidak hanya dapat mengaktifkan fitur konfirmasi jika email telah dibuka, tetapi juga mendapatkan konfirmasi jika email telah sampai di mailbox tujuan!

02-RequestReceipt2

Di tengah pekerjaan yang overload, seringkali kita tidak berharap terganggu oleh email-email yang masuk. Namun apa daya, walau kita tidak membuka email, tetap saja email-email tersebut masuk ke mailbox tanpa bisa dicegah. Walau tidak Anda baca, si pengirim bisa mengetahui bahwa email telah masuk ke mailbox Anda.

Bayangkan, Anda sebagai seorang bawahan, atau seorang konsultan, atau apa pun profesi Anda, yang selalu berhadapan dengan instruksi atau permohonan yang dilayangkan melalui email. Bayangkan si pengirim email itu tahu persis bahwa email telah sampai di mailbox Anda. Bayangkan Anda sedang pada sebuah kondisi yang sibuk, sehingga tidak dapat segera membalas email itu. Bayangkan apa yang dipikirkan si pengirim email ketika Anda tak kunjung merespon email tersebut!

Di tengah kian canggihnya akses kita dalam ber-email –ada push mail pada PDA atau smartphone, juga booming Blackberry—tentu “agak tidak wajar” jika Anda tidak segera menerima email dan membacanya. Tapi jika email tersebut memang tidak masuk mailbox, tentu tidak ada alasan untuk membantah bukan? Nah, sekarang yang menjadi persoalan adalah bagaimana caranya untuk menahan email masuk untuk sementara waktu?

Berlanjut ke tulisan pada link ini.