Storage Space Direct – Configuration Part2

  1. Join Domain – Part1
  2. Install Failover Cluster – Part1
  3. Create Cluster – Part1
  4. Configure Quorum Witness – Part1
  5. Enable Storage Space Direct – Part2
  6. Create Virtual Disk – Part2
  7. Create Volume – Part2
  8. Testing – Part2

5. Enable Storage Space Direct

1. Apabila Cluster sudah siap digunakan, kita bisa mengaktifkan fitur Storage Space Direct melalui Powershell ISE yang ada di start button. Untuk melakukan konfigurasi, Powershell ISE perlu diakses dengan account administrator

05 EnableS2D01

2. Setelah Powershell ISE muncul, kita jalankan perintah “Get-Cluster <nama Cluster>” untuk memilih cluster yang akan diconfigurasi. Kemudian kita jalankan perintah “Enable-ClusterStorageSpaceDirect” untuk mengaktifkan fitur S2D

05 EnableS2D02

3. Setelah perintah tersebut dijalankan akan muncul pesan Are you sure want to perform this action?, kita pilih yes untuk melanjutkan proses

05 EnableS2D03

4. Prosesnya akan terlihat seperti gambar berikut

05 EnableS2D04

5. Setelah proses berhasil akan muncul disk pool baru di Cluster Manager

05 EnableS2D06

6. Dan juga akan muncul Enclosure baru, sesuai jumlah server yang digunakan

05 EnableS2D07

6. Create Virtual Disk

1. Setelah Cluster Pool siap digunakan, kita bisa mulai membuat Virtual Disk yang dibutuhkan dengan klik kanan pada Cluster Pool dan pilih New Virtual Disk

06 CreateVirtualDisk01

2. Cluster Manager akan melakukan Retrieving Server Configuration

06 CreateVirtualDisk02

3. Kemudian pilih Pool yang akan digunakan dan klik OK

06 CreateVirtualDisk04

4. Wizard New Virtual Disk akan muncul, kita klik next untuk melanjutkan

06 CreateVirtualDisk05

5. Kemudian masukkan nama untuk Virtual Disk akan dibuat dan klik next

06 CreateVirtualDisk06

6. Setelah itu kita tentukan ukuran virtual disk yang akan dibuat dan klik next

06 CreateVirtualDisk07

7. Pada halaman Confirmation, periksa kembali informasi yang telah dimasukkan. Bila sudah sesuai dengan kebutuhan, kita klik Create untuk membuat Virtual Disk

06 CreateVirtualDisk08

8. Proses pembuatan Virtual Disk akan terlihat seperti gambar berikut

06 CreateVirtualDisk09

9. Setelah Virtual Disk berhasil dibuat, kita klik Close untuk menutup wizard

06 CreateVirtualDisk10

10. Hasilnya Virtual Disk yang baru saja dibuat akan muncul di bagian disk pada Cluster Manager

06 CreateVirtualDisk11

7. Create Volume

1. Setelah kita menutup wizard Create New Virtual Disk, secara default wizard New Volume akan muncul. Kita klik next untuk melanjutkan

07 CreateVolume02

2. Pada halaman Server and disk, kita pilih Cluster dan Virtual Disk yang akan digunakan. Kemudian klik next

07 CreateVolume03

3. Setelah itu akan ditampilkan ukuran disk, kita klik next untuk melanjutkan

07 CreateVolume04

4. Selanjutnya kita pilih drive letter yang akan digunakan, dan klik next

07 CreateVolume05

5. Kemudian kita masukkan nama volume untuk Virtual Disk tersebut dan klik next

07 CreateVolume06

6. Pada halaman confirmation cek kembali informasi yang sudah dimasukkan, kemudian klik Create untuk membuat volume

07 CreateVolume07

7. Proses pembuatan Volume akan terlihat seperti gambar berikut

07 CreateVolume08

8. Setelah Volume berhasil dibuat, kita klik Close untuk menutup wizard

07 CreateVolume09

9. Volume yang baru saja dibuat bisa dilihat di server manager

07 CreateVolume10

10. Setelah itu kita bisa menambahkan Volume tersebut ke Cluster Shared Volume. Untuk melakukan konfigurasi ini kita klik kanan di Virtual Disk dan pilih add to Cluster Shared Volume

07 CreateVolume10

11. Setelah itu akan terlihat Virtual Disk di –assigned ke Clustered Shared Volume

07 CreateVolume12

12. Cluster Shared Volume bisa diakses melalui Computer Explorer di Local Disk (C:) > Cluster Storage > Volume1

07 CreateVolume14

8. Testing

1. Setelah semua konfigurasi berhasil dilakukan, sekarang saatnya kita melakukan testing. Pertama kita lihat di Cluster Manager owner node dari CSV (Cluster Shared Volume) adalah S2D-SRV2

08.1 Testing01

2. Kemudian kita login ke server S2D-SRV2 dan akses folder CSV tersebut

08.1 Testing02

3. Selanjutnya kita shutdown S2D-SRV2

08 Testing03

4. Proses shuting down akan terlihat seperti gambar berikut

08 Testing04

5. Setelah itu kita lihat status S2D-SRV2 pada Cluster Manager, terpantau dalam kondisi down

08.1 Testing03

6. Selanjutnya kita lihat posisi CSV telah berada di S2D-SRV3

08.1 Testing08

7. Untuk melanjutkan test, login ke S2D-SRV3, kemudian kita shutdown server tersebut

08.1 Testing09

8. Cek kembali status server pada Cluster Manager

08.1 Testing07

9. Setelah itu terlihat posisi CSV sekarang di server S2D-SRV1

08.1 Testing04

10. Terakhir kita login ke S2D-SRV1 dan memastikan CSV masih tetap bisa diakses

08.1 Testing05

Konfigurasi sebelumna bisa dilihat di Storage Space Direct – Configuration Part1

Bila membutuhkan infomasi lebih lanjut mengenai Storage Space Direct, silahkan menghubungi info@Gulver.id atau 081311 268 268

Blog ini juga tersedia di:
http://gulver.id/blog/
http://hyper-v.id
http://mugi.or.id/leonardoirawan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *